
Setelah selesai membereskan pakaiyan nya kenzi dan karina akhirnya turun ke bawah dengan karina yang membawa koper.
"ck, ken kamu punya mata ngak sih, cowok macam apa kamu ngebiarin karina bawa bajunya sendiri, itu berat tau,"dengus evi sambil melotot tajam kepada kenzi.
"ck, iya ini dibawa,"ucap kenzi mengambil alih koper yang tadinya di bawa oleh karina.
"nah, gitu dong, jadi orang harus berguna dikit,"ucap evi santai yang membuat kenzi hanya mampu menghela nafas kasar.
Setelah berpamitan kepada lia mama karina mereka bertiga langsung bergegas pamit untuk pergi ke kediaman kenzi dan karina.
"ma kita pamit ya,"ucap kenzi sambil memeluk ibu mertuanya itu.
"ma pamit,"ucap karina dan melakukan hal yang sama seperti kenzi dan evi pun tak kalah juga langsung berpelukan dengan besan nya itu
****
di dalam mobil lagi dan lagi kenzi hanya mampu mengerang kesal bagai mana tidak
ibunya tidak memperoleh kan karina duduk di depan yang membuat kenzi seperti supir bagi mereka, sedangkan mereka bersantai sambil bergurau di belakang sana.
"ck, niat hati pengen berduaan sama karina, tapi ahk dah lah,"guman kenzi frustasi.
sesampainya di rumah pun karina dan evi kembali meningalkan kenzi yang sedang kesusahan mengangkat koper karina yang memang cukup berat.
"ise, bener bener jadi babu gue,"ucap kenzi mencak mencak ngak jelas.
__ADS_1
karina yang sudah lama tidak menginjakkan kaki nya di rumah itu langsung menatap sekeliling rumah itu, dia cukup kesal kepada kenzi karna rumah di tinggal berantakan karna memang mereka tidak memiliki pembantu.
"ya allah, rumah berantakan begini, kenzi kamu ngapain aja sih sampe rumah berantakan begini abis main kejar kejaran kau sama wewegombel ha?"ucap evi mengomel layaknya emak emak.
kenzi yang baru sampai kembali kena amuk telinga nya rasanya panas mendengar omelan ibu tercintanya itu.
"kan, aku sibuk ma,"ucap kenzi mencoba membela diri.
"sibuk apa nya?kerja kamu kan cuman tidur,"ucap evi dan sekarang sudah berkaca pinggang menatap kenzi.
"iya aku salah,"ucap kenzi yang mengalah.
"iya emang bener kamu salah,"sewot evi lagi dan lagi.
"nah itu tau,"ucap evi tampa dosa.
"yuk kar kira ke kamar aja,"ajak kenzi pada karina.
"heh kalian ngapain ngamar, siang siang gini?"tanya evi.
"is bunda kepo kayak dora,"ucap kenzi.
"dasar anak durhaka,"ucap evi kesal.
"da bunda, kita mau bikin dedek bayi dulu,"ucap kenzi sedikit ngaur dan langsung di hadiahi cubitan di pinggang oleh karina.
__ADS_1
"is sakit,"ringis kenzi tapi hanya di acuhi oleh karina.
sesampainya di kamar karina kembali menatap sekeliling kamar itu rindu? oh tentu jelas.
"kenapa?"tanya kenzi yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang karina dan malah langsung memeluk karina dari belakang.
"is ken, apaan sih,"ucap karina sedikit risih.
"shutt, diam gini aja, aku masih rindu,"ucap kenzi mengeratkan pelukannya dan mencium dalam dalam aroma karina yang sudah menjadi candunya.
"balik gih,"ucap kenzi dan langsung di turuti oleh karina kini dia langsung berhadapan dengan dada bidang kenzi karna memang dia hanya sebatas bahu kenzi saja.
kenzi kembali memeluk karina dan sesekali menjatuhkan sebuah kecupan di pucuk kepada karina
namun, keuwuan itu tak bertahan lama karna datang nya seorang penggangu.
"heh, kalian ngapain?"tanya evi yang membuat kenzi kesal bukan main.
"iss bunda gangu aja,"ucap kenzi mencebik.
"oh gangu ya, yaudah sok lanjut,"ucap evi tanpa dosa kembali menutup pintu.
...****************...
jan lupa vote like dan komen
__ADS_1