Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
kekecewaan karina.


__ADS_3

Fajar telah menyingsing sinar matahari dengan malu malu mulai menampak kan diri dan menyinari pasangan muda dari celah celah gorden yang masih tengah tertidur pulas itu.


"hhhh,"lengguh karina yang terlebih dahulu membuka matanya.


pemandangan yang pertama sekali dia lihat ialah pesona dari suaminya siapa lagi kalo bukan kenzi, tak ingin membangunkan suaminya karina lebih memilih untuk memasak terlebih dahulu


tangan lentik nya dengan begitu cekatan langsung menyiapkan bahan bahan yang akan di perlukan, walaupun jarang memasak waktu dia masih bersama kedua orangtua nya tidak membuat semangat belajar karina surut, setelah hampir 1 jam berkutat dengan dapur akhirnya semua pekerjaan karina selesai, karina langsung bergegas ke atas untuk membangunkan kenzi.


"ken, bagun udah pagi,"ucap karina menggoyangkan badan kenzi.


namun bukan nya bangun kenzi malah menarik karina untuk masuk kedalam dekapan nya, menghirup dalam dalam aroma tubuh karina yang begitu membuatnya candu ntah lah akhir akhir ini rasanya bau badan karina begitu memabukkan bagi kenzi.


"ken, bangun ih nanti terlambat gimana,"denggus karina yang sudah mulai kesal.


"bentar aja,"pinta kenzi dengan suara paraunya.


"ih, aku mau mandi tau,"sebal karina sambil mencoba ingin melepaskan diri dari kenzi.


"mandi bareng,"ucap kenzi langsung membuka matanya dan langsung menaik turun kan alis nya yang terlihat begitu menyebalkan di mata karina.


"dasar mesum masi pagi juga,"sebal karina dengan bibir yang mencebik.


"becanda,"ucap kenzi mengacak acak rambut karina lantaran gemas dengan istrinya itu.


...****************...


"ken kita ngak pake mobil?"tanya karina saat melihat kenzi yang mengeluarkan motor besarnya dari garasi.


"enggak, sesekali pake mobil lah biar romantis,"goda kenzi sambil mengedipkan matanya genit.


"yuk,"


"pengangan dong,"suruh kenzi namun tidak di hiraukan oleh karina karna gengsi dan dengan usil nya kenzi langsung melajukan motor besar nya tanpa aba aba membuat karina kaget dan sepontan langsung membelitkan kedua tangan nya tepat di pinggang kenzi dan tidak lupa kepala nya yang di sadarkan di punggung kenzi.


"ken jangan gitu ih,"ucap karina mengerucutkan bibirnya sebal dan langsung memukul punggung kenzi, sedangkan kenzi hanya terkekeh pelan ingin rasanya mencium bibir karina yang mengerucut itu, ia dapat melihat semua pergerakan karina dari kaca sepion nya.


"lagian kamu ngak mau meluk,"elak kenzi tak mau di salahkan.


"makanya peluk biar ngak jatuh,"lanjut nya lagi.

__ADS_1


"iya iya,"pasrah karina dan langsung membuat sudut bibir kenzi mengembang.


"menang banyak ini namanya,"guman nya dalam hati sambil senyam senyum sendiri.


Di tengah tengah perjalanan handphone kenzi yang dari tadi terus menerus berbunyi membuat kenzi mau tak mau memarkirkan motor nya untuk mengangkat telepon.


"hallo,"


"hah? bener iya iya aku kesana sekarang ya kamu jangan nangis aku segara sampai,"ucap kenzi dan langsung memetikan sambungan telepon membuat karina bingung karna melihat kenzi yang gelisah.


"kenapa ken?"tanya karina.


"kamu turun dulu ya, aku harus pergi,"ucap kenzi yang membuat karina semakin bingung.


"ini di tengah jalan lo ken masak kamu mau turunin aku di sini sih?"tanya karina.


"tapi ini penting kar urjen,"desak kenzi lagi.


"oke aku bakal turun tapi kamu mau kemana?"


"aku mau ke rumah nia,"


"plise deh kar, jangan kekanak kanakan ini itu penting banget pokoknya kamu turun dulu, kamu ke sekolah pake taksi aja,"suruh kenzi langsung kembali memakai helm nya dan langsung melajukan motor nya meninggalkan karina yang tengah mematung menatap nanar kepergian kenzi.


"hiks demi nia gue diturunkan di sini,"guman karina menghapus sisa sisa tangis nya.


"oke kar, lo bisa pasti bisa,"semangat karina menyemangati diri sendiri.


Dan pada akhirnya karina langsung sibuk untuk mencari taksi dia hampir frustasi dan hampir menangis karna tak mendapat taksi dan jam yang sudah semakin tinggi pada akhirnya karina bisa bernafas lega karna ada taksi yang lewat dengan tergesa gessa ia langsung melambaikan tangan supaya taksi tersebut berhenti.


"pak, ke sma garuda ya kalo bisa ngebut soal nya udah mai terlambat pak,"ucap karina dan langsung di angguki oleh supir taksi tersebut.


setelah percakapan itu karina kembali diam dia kembali merasa galau plus kecewa kepada kenzi dia sudah berusaha untuk membuka hati buat kenzi namun hanya rasa sakit yang dia dapat kan, karina hanya mampu tertawa menertawakan kebodohan nya.


"sial, semua perlakuan manis nya cuman rekayasa gue benci sama lo ken, benci,"teriak karina dalam hati hingga teguran pak supir membuyarkan lamunan karina.


"udah sampai dek,"


"hah, udah sampai ya, ini pak kembalian nya sama bapak aja,"ucap karina sambil menyodorkan uang seratus ribuan dan langsung berlari keluar karna sudah melihat gerbang yang hampir di titup.

__ADS_1


setelah sampai di kelas dengan nafas yang ngos ngosan, akhirnya karina bisa bernafas lega karna guru yang mengajar belum masuk.


"kar, tumben terlambat,"tanya flora merasa heran di tambah peluh yang membasahi kening karina.


"abis maraton ya lo?"tanya flora sedikit becanda namun karina yang suasana hatinya sedang tidak baik baik aja hanya diam tak menanggapi membuat flora semakin di buat bertanya tanya.


tak terkecuali tasya dia juga begitu khawatir melihat kondisi karina, namun ia masih merasa gengsi untuk menanyakan langsung kepada karina akhirnya dia hanya mampu mendekatkan mejanya ke arah karina dan flora agar dia bisa memastikan bahwa karina baik baik saja.


"kar, lo kenapa ih jangan buat gue khawatir dong,"desak flora yang takut bahwa sahabatnya itu sedang tidak baik baik saja.


"flo, gue,"ucap karina menggantung yang membuat kekhawatiran flora dan tasya semakin memuncak.


"kenapa kar?"tanya flora semakin panik saat melihat mata karina yang sudah berkaca kaca.


bukan nya menjawap karina langsung berhambur ke pelukan flora dan menumpahkan semua tangis nya.


"kenzi flo, dia jahat,"ucap karina dan menceritakan semuanya dengan detail dan


"brakk," tasya langsung menggebrak meja yang membuat karina dan flora terkejut tasya yang tadi hanya mendengar langsung emosi saat mendengar semua cerita karina, dia langsung menurunkan egonya dan langsung menghampiri karina dan langsung memeluk nya guna untuk memberikan ketenangan.


dan akhirnya mereka pun berpelukan bertiga.


"kar, apa gue bilang nia itu ngak baik ada di dalam kehidupan lo sama kenzi, pokoknya gue ngak akan tinggal diam ya lo di gituin sama mereka awas aja,"ucap tasya dengan menggebu gebu.


"makasih ya sya flo kalian selalu ada di saat gue butuh dan maaf ya sya kalo gue ngak dengerin kata kata lo andai aja gue dengerin pasti ngak gini,"ungkap karina dengan tulus dan menatap kedua sahabat nya secara bergantian.


"ngak papa karna kita adalah,"


"best friend,"


...****************...


hmm kembali lagi guys


nanti malam bakal up 1 bab lagi so yuk like komen vote dan favorit ya dan kasih hadiah juga biar author semakin semangat


etdah author semakin ngak tau diri ya banyak amat permintaan nya


babai lopeyou

__ADS_1


__ADS_2