
2 jam telah berlalu mata pelajaran yang begitu melelahkan akhirnya berlalu, karina dan ketiga sahabatnya akhirnya memilih untuk mengisi perut nya di kantin.
"kantin kuy,"ajak flora dengan semangat empat lima.
"makanan mulu di otak lo, lihat tu perut lo udah melar,"ucap tasya mencibir.
"ya ngak papa dong, perut kenyang hati senang,"ucap flora sambil memperhatikan lemak perutnya yang memang sudah menumpuk.
"yaudah lah, kita ke kantin aja,"ucap karina merangkul flora yang nampaknya sudah cemberut.
"kuy,"ucap flora kembali sumariang.
"dasar otak makanan,"ucap tasya kembali mencibir.
"iri bilang sayang,"ucap flora mencebik.
sesampainya di kantin karina dan teman teman langsung memesan makanan yang sudah diketahui oleh ibu kantin langganan mereka.
"kar, aku ada sesuatu sama kamu,"ucap kenzi pada karina yang entah sejak kapan ikut nimbrung.
"apa tu,"ucap karina sumeriang.
"wah apa tu,"ucap tasya ikut kepo.
"kamu tutup mata dulu dong,"ucap kenzi yang langsung di anguki antusiasi oleh karina
"tara!!"
"nah, sekarang buka,"ucap kenzi.
wajah karina yang tadinya sumeriang
__ADS_1
langsung kusut dia kesal kepada kenzi.
"ck, kirain apaan,"ucap karina sebal kepada kenzi.
"ini bagus tau,"ucap kenzi yang malah memasangkan cincin buatan itu ke jari manis karina.
"ck, gue pikir ada kejutan apa, eh ternyata,"ucap tasya menahan tawa.
"iss,"sebal karina mencebik.
"canda ih,"ucap kenzi mengacak acak rambut karina.
"tara!! ini baru yang benar," ucap kenzi mengeluarkan cincin dari saku celana nya, kenzi langsung menggantikan cincin buatan nya dengan yang baru.
"ini serius ken? ini mahal lho,"ucap karina yang malah merasa terkejut.
"apa sih yang engak sama kamu,"ucap kenzi yang malah mengombal.
"gombal pea, bukan gembel,"ucap flora mendekik kesal ke arah tasya.
"ya maaf soal nya tadi keselek batu salak,"ucap tasya ngaur yang membuat mereka hanya mampu mengelengkan kepala.
"btw, lo beli nya kapan ken?"tanya flora kepo.
"kepo lu kayak dora,"ucap kenzi yang membuat flora langung mendekik tajam.
"gue nanyak baek baek ya memunah,"ucap flora ngegas.
"sabar wak sabar, orang sabar pantatnya lebar,"ucap kenzi yang semakin membuat flora mengerang kesal.
"ah, kenzi kalo ngomong, nyebelin, ingin rasanya aku sumpel sama selop kebanggaan ku selop suwalow,"ucap flora.
__ADS_1
"eleh, selop harga 10 ribuan aja bangga lu,"ucap kenzi mengejek flora.
"eh sekate kate ya lu, walaupun harga nya murah meriah muntah, tapi swalow tetap di hati,"jawap flora.
"ya serah lu deh ya serah,"
"btw ini cantik ken, makasih ya,"ucap karina tersenyum simpul.
"sama sama,"ucap kenzi sambil tersenyum hangat.
"tapi ngak gratis ya,"ucap kenzi berbisik kepada karina yang membuat karina menyerngit heran.
"maksudnya?"
"bayar nya malam aja,"bisik kenzi sambil sedikit meniup niup tengkuk karina.
"dasar nyebelin,"ketus karina kesal ternyata ada niat terselubung di hati kenzi.
"canda sayang,"ucap kenzi yang malah membuat tasya dan flora baper.
"lemes bestie ngak punya ayang,"ucap flora dramatis.
"lemes bestie, dah hilang semangat ku hilang duit ku 2 ribu,"ucap tasya ikut nimbrung.
"yaelah 2 ribu doang lu sesalin,"ucap flora yang malah mendapat semprotan pedas dari tasya.
"heh maemunah, lu pikir 2 ribu itu ngak duit , mendapatkan 2 ribu itu ngak mudah ya,"cerocos tasya panjang lebar se lebar cinta author ke readers semua asek asek.
"ampun suhu,"ucap flora meminta maaf.
***********
jan lupa jempol goyang nya.
__ADS_1
vote yak biar aku semangat