Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
emosi yang memuncak


__ADS_3

bel pertanda istirahat telah berbunyi yang terdengar begitu merdu di telinga semua siswa di sma garuda, tak terkecuali karina dan kedua sahabatnya.


setelah guru yang mengajar di kelas mereka pergi semua murit murit langsung berhamburan ke kantin guna untuk mengisi perut.


"kar, kantin yok,"teriak flora sambil mengelus perut nya yang keoncongan.


"iya,"ucap karina terkekeh pelan melihat kelakuan sahabatnya itu.


"ayo sya,"ajak flora juga.


"hmm,"dehem nya pelan.


setelah sesampainya di kantin flora yang memang sudah begitu lapar langsung memesan makanan untuk nya dan kedua sahabatnya.


"hy,"sapa kenzi mendudukkan bokong nya di kursi di sebelah karina, dan jangan lupakan sadari tadi ada nia juga yang mengekor dan duduk di samping kenzi.


"heh, lo ngapain sih kayak perangko nempel mulu sama kenzi,"ketus tasya mengeluarkan unek unek nya.


"apa sih lo, emang lo siapa nya kenzi kok dari kemarin kemarin sewot mulu gue deket deket sama kenzi hah!"jawap nia tak kalah pedas.


Ingin rasa nya tasya mengungkap kan bahwa karina sahabatnya itu adalah istri dari kenzi, namun urung ia tak dapat mengatakan kebenaran itu karna memang karina melarang dan ia juga tak ingin membuat karina dan kenzi malu akibat buliaan.


"sya, udah,"lerai karina.


"apa ngak bisa jawap kan lo,"ungkap nia dengan senyum mengejak nya yang membuat emosi tasya semakin memuncak dan tidak terkendali.


"brukk"


tasya menggebrak meja dan langsung berdiri tasya langsung menunjuk muka nia dan mengeluarkan umpatan umpatan kasar.


"heh bicht, lo jaga ya mulut lo atau lo mau mulut lo itu gue sobek hah? mau lo,"ungkap tasya menatap tajam kepada nia


"lo pikir gue takut sama lo hah,"ungkap nia juga langsung berdiri dari duduk nya.


"lo denger ya baik baik karina sama kenzi itu pacaran jadi lo bisa ngak jangan jadi orang ketiga dalam hubungan sahabat gue, bisa ngak lo?"tanya tasya dengan penuh penekanan.


"kan masih pacaran, sebelum jalur melengkung jadi bebas untuk di tikung,"ucap nia tersenyum semrik.

__ADS_1


ingin rasa nya tasya berteriak bahwa kenzi dan karina telah sah namun ia urungkan karna karina yang memegang tangan nya dan menatapnya dengan lirih seolah olah memberi isyarat agar tasya tidak mengatakan yang sebenarnya.


"dasar ngak tau malu,"cibir tasya.


"sya, udah malu di liatin orang,"ungkap karina menarik narik tangan tasya mengisyaratkan agar tasya kembali duduk di tempat nya karna memang mereka telah menjadi bahan tontonan di sana.


"huhhh,"


helaan nafas tasya terdengar begitu berat ia langsung menatap nyalang ke arah nia dan di balas tak kalah nyalang oleh nia.


"kenapa, segitu doang keberanian lo cih lemah,"ucap nia berdecih.


mata tasya langsung memicing ia langsung mengambil es teh milik flora dan


"blurrr"


tasya langsung menyiramkan nya ke arah nia yang langsung membuat nia menjerit histeris.


"s*alan lo setan, awas ya lo gue balas lo,"ucap nia dengan nafaa yang tersenggal senggal menahan emosi.


"apa? mau apa lo?, makanya jangan main main sama gue lo salah cari lawan so lets play bicht,"ungkap tasya tersenyum mengejek ke arah nia sedangkan nia langsung berlari meninggalkan kantin karna sudah menjadi bahan tawaan seisi kantin itu.


"dia pantas dapetin itu tau ngak kar, dia itu udah jadi benalu di kehidupan lo sama kenzi, dan lo masih kasian sama dia di mana otak lo kar? hah dimana,"ungak tasya sedikit berteriak tak habis fikir dengan pola pikir karina.


"gue tau, tapi ngak seharusnya lo ngehakimin dia kayak gitu, lo mempermalukan dia di depan umum, coba kamu pikirin kalo kamu yang jadi dia gimana perasaan kamu pasti malu kan jadi tolong lah jangan gitu,"ungkap karina mencoba memegang tangan tasya namun dengan cepat langsung di tepis kasar oleh tasya.


"jadi maksud lo gue harus diam aja gitu saat dia ingin ngerusak kebahagiaan sahabat gue, hah jadi gue harus diam aja gitu jawapkar jawap,"ungkap tasya menguncangkan badan karina.


"bukan gitu sya,"ungkap karina sudah dengan mata yang berkaca kaca.


"lo berdua udah deh, ini masalah ngak usah di perpanjang jangan di perumit gitu,"ungkap flora yang dari tadi hanya diam dan menyimak mencoba melerai.


"lo diam,"teriak tasya pada flora yang membuat flora langsung terdiam.


"oh okgeyy,"ucap flora sambil teesenyum kikuk.


"lo tau ngak kar?, gue itu sayang sama lo tapi lo hah! gue hanya ngak mau kebahagiann lo di rusak kar, terus salah gitu kalo gue ngak menyukai orang mau ngerusak kebahagian lo hah,"

__ADS_1


"enggak gitu sya,"ungkap karina sudah dengan bibir yang bergetar menahan tangis.


"hah gue kecewa sama lo, kecewa banget, lo bisa baik kar tapi bodoh jangan dan yang perlu lo ketahui bahwa gue sayang sama lo,"ungkap tasya juga dengan mata yang sudah berkaca kaca dan langsung berlari dari sana.


"sya, bukan gitu,"teriak karina melihat tasya yang sudah menjauh, ia menumpahkan tangis nya bahkan kini flora yang sedari tadi diam juga ikut menangis ia menagis melihat persahabatan mereka yang hancur.


"kar, shutt jangan nangis,"ungkap kenzi langsung menarik karina ke dalam pelukan nya.


"ken, gue salah ya?"tanya karina masih dengan isak tangis nya.


"ngak lo ngak salah, udah diam malu tau ngak,"ungkap kenzi semakin mengeratkan dekapan nya dan sesekali mencium pucuk kepala karina guna sedikit menenangkan nya.


"udah ih sekarang tengok aku,"ungkap kenzi sambil menangkup kedua pipi cuby karina yang langsung membuat karina mendonggak, dan kenzi yang sedikit menunduk membuat kedua hidung mancung mereka bersentuhan.


"amarah itu datang nya cuman sesaat nanti kalian pasti baikkan lagi kok percaya deh sama aku,"ungkap kenzi sambil menatap dalam kepada karina.


"tapi aku takut hiks tasya ngak maafin aku,"ungkap karina dengan sesegukan.


"pasti di maafin,"ucap kenzi mencoba menenangkan karina yang kembali menangis ia bahkan langsung mengelus ngelus punggung karina secara teratur.


hingga akhirnya.


"cup"


"cup"


"cup"


kenzi menjatuhkan kecupan di kedua mata sembam karina secara bergantian, dan terakhir ia juga tak lupa memberikan kecupan di bibir seksi milik karina yang sedari tadi telah menggoda iman nya, dan flora yang sedari tadi menjadi penonton membulatkan mata nya melihat apa yang kenzi lakukan kepada karina.


"heh udah, ngak ngehargain gue lo berdua ya, ngak tau apa gue jomblo,"sewot flora.


"makanya, cari pacar,"ledek kenzi yang berhasil membuat karina terkekeh pelan dan mulai menghapus sisa air matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


seperti biasa jangan lupa jempol goyang nya

__ADS_1


dan jangan lupa buat vote dan favorit ya biar author semakin semangat up dan bisa up setiap hari


__ADS_2