Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Murka


__ADS_3

Sesuai yang di katakan Alvin tempo hati, kini pagi ini dia benar benar datang bersama keluarganya untuk menjemput pulang kembali karina.


karina pun sudah berada di kediaman nya bersama kenzi dan kedua martuanya pun ikut berada di sana walaupun mereka sebelumnya tidak tau apa apa.


"jadi gini, setelah mendengar cerita alvin semalam, kami sekeluarga memutuskan untuk kembali menjemput karina pulang bersama kami,"ucap devan selaku ayah karina.


"lo, ngak bisa gitu dong, emang ada masalah apa sih?"tanya bagas ayah kenzi yang memang tidak tau apa apa.


"saya merasa memang sebetulnya perjodohan ini tidak seharusnya terjadi, anak anda sudah keterlaluan kepada anak saya, walaupun anda sahabat saya tapi, kebahagiaan anak saya lebih penting,"ucap devan berusaha tenang walaupun di hatinya di hantui rasa bersalah kepada karina.


"Ck, gini aja coba jelasin dulu apa yang sebenarnya teejadi biar saya dan istri saya tidak bingung,"ucap bagas yang tak mengerti arah pembicaraan.


Dan pada akhirnya Alvin pun langsung menceritakan semuanya secara detail tak ada yang iya tutup tutupi.

__ADS_1


"bener gitu ken?"tanya bagas menatap penuh harap kepada kenzi, dan mengatakan semua cerita alvin itu tidak benar.


namun kemurkaan nya langsung timbul melihat anak semata wayangnya yang malah mengangukkan kepala.


"Plaak" satu tamparan langsung di dapatkan oleh kenzi dan ayahnya lah yang melakukannya kekecewaan terlihat jelas di matanya.


"kamu, cuman bikin malu, pengecut kamu, kamu anak kurang ajar, bapak kecewa sama kamu tau ngak anak ngak guna,"ucap bagas yang sedikit memegang dadanya yang terasa sesak.


"yah, udah jangan emosi, nanti jantungnya kambuh lo,"ucap evi menenangkan suaminya itu dan tidak mau menatap sedikitpun ke arah kenzi dia begitu kecewa atas kelakuan anaknya itu, dan ia pun merasa malu kepada besannya itu.


"saya minta maaf ya jeng, saya rasanya sudah tidak punya muka untuk bertemu dengab kalian,"ucap evi lirih kepada lia.


Setelah mendapatkan persetujuan Alvin langsung membantu karina untuk mengemas pakaiannya dan mereka langsung bergegas untuk pergi dari sana.

__ADS_1


di rumah itu kini hanya ada mereka bertiga kenzi dan kedua orangtuanya. kenzi yang sedari tadi hanya diam berniat meminta maaf kepada orangtuanya.


"yah, bund, kenzi minta maaf,"lirihnya.


"diam kamu, kamu udah mencoreng nama baik keluarga tau kamu, dimana nanti papa taro muka papa saat bertemu dengan keluarga karina hah? kamu memang bisanya hanya bikin malu,"sergang bagas pada kenzi.


"bunda kecewa sama kamu ken, bisa bisanya kamu berbuat seperti itu hah pokoknya mama kecewa,"ucap evi dengan mata yang sudah berkaca.


"bund, kenzi minta maaf jangan nangis,"ucap kenzi melihat kedua mata ibunya yang meneteskan air mata membuatnya terpukul dan menyalahkan diri nya sendiri.


"sudah ayo bund, kita pulang kita tinggalkan anak durhaka ini dan kamu jagan pernah injakkan kakimu di rumah saya, dan semua fasilitas kamu papa tarik,"ucap bagas datar.


melihat orangtuanya sudah melangkah kan kali keluar dari ruamh itu, kenzi langsung menangis katakan lah dia cengeng, penyesalan memang selalu datang di akhir, dia merasa menyesal dan ya nasi sudah menjadi bubur dan kini hanya peyesalan yang tertinggal dalam dirinya

__ADS_1


...****************...


maaf ya kalo makin ke sini ceritanya semakin gaje.


__ADS_2