
pagi kembali datang menyapa para mahluk yang ada di bumi.
karina yang merasa terusik mengerjapkan matanya pelan dan perlahan lahan membuka matanya, pemandangan yang pertama sekali dia lihat ialah pesona dari suaminya siapa lagi kalo bukan kenzi yang tengah memeluk posesif dirinya.
"pagi sayang"sapa karina tepat di telinga kenzi.
"morning kis nya mana?"tanya kenzi saat pertama kali membuka mata.
"iss masih aja ingat,"dengus karina tapi tak urung dia langsung memberikan apa yang diminta suami nya itu.
"cup"
"cup"
"cup"
tiga kecupan langusng di berikan oleh karina yang membuat kenzi tersenyum puas.
"mau kemana?"tanya kenzi saat melihat karina yang perlahan menuruni tempat tidur.
"mandi,"singkat karina namun belum juga melangkah kenzi kembali menarik tangan nya dan berakhir karina yang jatuh di pelukan kenzi.
"mandi sama sama,"ucap kenzi sambil mengendus endus leher karina yang membuat sang empunya kegelian.
"ngak mau"ucap karina langung lari ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.
"dasar bocah, untung sayang"guman kenzi sambil ikut menyusul karina ke kamar mandi.
__ADS_1
***
selesai mandi karina langung merajuk kepada kenzi pasalnya mereka tidak hanya mandi saja melainkan kembali melanjutkan aktivitas panas mereka yang semalam.
"Kenapa?"tanya kenzi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang membuat pesona nya semakin bertambah dan semakin memabukkan karina.
"pake ditanya lagi,"dengus karina dengan wajah bete nya.
"maaf, khilaf, lagian kamu juga menikmati kan,"ucap kenzi tanpa rasa bersalah.
"tetep aja, kamu mah enak, aku yang cape"gerutu karina.
"pingang ku juga pegel tau,"
"kalo pegel ngapain ngelakuin,"
setelah aksi merajuk akhirnya karina dan kenzi memutuskan untuk turun ke bawah untuk sarapan bersama.
"pagi ma, pa,"sapa karina dan di ikuti juga oleh kenzi.
"pagi, tumben rajin kar, pagi pagi udah keramas aka,"ucap lia mengoda anak perempuannya itu.
"ck, mama kayak ngak tau aja,"ucap karina berdecih yang hanya di tanggapi tawa kecil oleh lia.
"btw, bang alvin belum turun ya?"tanya karina.
"belum tu, bentar lagi mungkin,"ucap bagas ikut nimbrung.
__ADS_1
"pagi ma pa,"sapa seseorang dengan wajah berseri serinya.
"lo ngak nyapa gue gitu?"tanya karina pada abangnya itu.
"ngapain, emang elo siapa?"
"jahat,"dengus karina mencebik namun hanya di acuhi oleh alvin.
"ehm, cie rambut basah ni ye,"goda karina pada tasya sahabatnya yang kini telah menjadi kakak iparnya.
" rambut lo juga basah kali,"jawap tasya berusaha bersikap biasa biasa saja.
"gimana gimana, berapa ronde semalam?"tanya karina tanpa filter yang berhasil membuat tasya malu dan memilih untuk menunduk.
"kar, ngomongnya,"tegur lia pada putri semata wayang nya itu.
"alah, dia malu malu biasanya juga pro kalo bahas soal ranjang,"dengus karina sebal sendiri melihat tasya yang malu malu meong.
"btw, gimana kado gue bagus kan, harusnya lo berterima kasih, karna gue udah membantu kelancaran malam pertama kalian,"ucap karina semakin gencar mengoda sahabatnya itu.
"kalo lagi makan itu diem, nyerocos mulu dari tadi kayak rel kereta api,"dengus alvin dongkol dengan adiknya itu.
"apa sih bang,"sewot karina.
"udah, kalian lanjut nya nanti aja, sekarang makan,"titah bagas yang langsung di turuti oleh mereka semua.
...****************...
__ADS_1
jangan bosan ya sama cerita nya