
pagi pagi sekali kenzi telah bangun dan sudah nampak rapi, hari ini rencananya kenzi igin menjemput karina untuk pergi ke sekolah bareng.
di perjalanan nampak kenzi begitu bahagia dia sedikit bersiul siul sambil mengendarai mobil.
sesampainya di kediaman keluarga prada kenzi hanya mampu mendesah kecewa melihat karina yang ternyata sudah berangkat, bersama alvin abang nya.
nyatanya semuanya tak sesuai ekspektasi tak sesuai dengan realita.
sesampainya di sekolah kenzi langsung mengajar karina yang hendak ke kelas.
"kar, tunggu,"teriak kenzi yang mempu membuat karina menoleh kepadanya.
namun karina hanya menoleh sebentar dan langsung kembali memalingkan muka namun tak tinggal diam kenzi pun mempercepat langkah nya bahkan sedikit berlari kecil supaya dapat mensejajarkan diri dengan karina.
"kar, kenapa ngak nunggu sih?"tanya kenzi tapi hanya di acuhi karina
dalam hati kenzi terus bergumam menyemangati diri nya sendiri agar tidak menyerah.
"semangat ken, berjuang itu enggak mudah,"guaman nya dalam hati berusaha menyemangati diri sendiri.
sesampainya di kelas pun karina masih tetap setia mendiaminya yang membuat kenzi hanya mampu menghela nafas kasar lagi dan lagi.
"kar lihat deh, ada mawar sama cokelat lagi di meja kamu,"ucap flora saat melihat karina yang memasuki kelas.
"dari siapa sih"dengus karina yang malah merasa risih.
__ADS_1
"ngak tau pengemar rahasia kamu kali,"ucap flora enteng.
sedangkan kenzi yang diam diam mendengarkan pembicaraan mereka mengepal kan tangan nya dia tidak merasa sedang ada orang yang mengagumi karina secara diam diam.
****
pagi ini mereka langsung di sambut dengan buk ayu guru matematika yang menurut mereka begitu menyebalkan.
"pagi,"sapanya.
"pagi buk,"jawap murit murit itu dengan letih lesu.
"kumpul tugas yang kemarin yang ngak ngumpul hormat bendera sampai jam pelajaran ibuk selesai,"ucap nya to the poin tanpa bertele tele.
"mampus belum siap lagi, aduh mama tolong,"guma karina dalam hati.
"karina kamu mau kemana?"tanya buk ayu.
"mau ke lapangan buk,"jawap karina.
"ini tugas kamu siap kok,"ucap buk ayu yang membuat hati karina bertanya tanya.
"oh saya lupa buk,"ucap karina sedikit tersenyum kikuk yang membuat buk ayu hanya mengelengkan kepada.
"masih muda, udah pikun aja kamu kar,"
__ADS_1
"hehe,"
"sekali lagi yang tidak siap pr kelapangan sekarang,"tegas buk ayu lagi.
karina yang melihat kenzi perlahan keluar dari kelas, dan sebelum keluar kenzi masih sempat sempatnya melempar kan senyum kepada karina, karina yang melihat itu pahan ternyata kenzi lah yang menyelamatkan nya.
kenzi yang tadinya melihat karina gelisah tau bahwa karina tidak siap pr oleh sebab itu kenzi insiatif untuk tidak menuliskan namanya melain kan menuliskan nama karina.
selama pelajaran berjalan karina tak sedikitpun fokus matanya malah sering melihat ke lapangan dimana ada kenzi yang sedang menghormat bendera di bawah teriknya matahari menggantikan hukuman nya.
setelah bel istirahat berbunyi, karina langsung menghampiri kenzi yang sedang duduk di bawah pohon untuk berteduh, tak lupa dia tadi juga sempat membeli minuman itung itung ucapan terimakasih nya.
sodoran air minum membuat intensi kenzi teralih saat melihat orang yang memberikan nya adalah karina dia dengan cepat langsung. mengambilnya dan tak lupa kedua sudut bibir nya yang terangkat.
"makasih,"ucap karina singkat.
"iya, santai aja kali,"ucap kenzi sambil terus menatap ke arah karina.
dan percakapan mereka hanya sampai di situ keheningan kembali menyapa mereka berdua memilih untuk diam.
kenzi merasa senang karna dengan begitu hubungannya dengan karina mulai sedikit membaik walaupun sedikit saja saat karina mengatakan terima kasih itu sudah merupakan hal yang paling meyenangkan menurutnya.
...----------------...
maaf atas ke gajena cerita ini
__ADS_1
jangan lupa untuk vote like komen dan favorit ya