Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Nia cemburu.


__ADS_3

Pagi kembali datang, matahari dengan malu malu mulai menampak kan diri nya hari minggu telah berlalu, dan kembali ke hari senin, dimana hari senin merupakan hari yang begitu menjengkelkan bagi siswa siswi.


karina yang masih nyaman berada di dalam dekapan sang suami berdecak kesal, kalo bukan karna harus sekolah rasa nya dia begitu enggan untuk bangun dari tidur nya.


"ken, bangun udah lagi,"ucap karina sedikit memainkan bulu mata lentik milik kenzi.


"hh, kita bolos aja,"ucap kenzi yang semakin mengeratkan pelukan nya.


"iss, mana bisa gitu kan bentar lagi ujian,"ucap karina mengerucutkan bibirnya sebal.


"ngak papa kar, cuman sekali aja kok,"


"enggak, pokok nya enggak,"ucap karina bersikap dada.


"yaudah cium dulu,"ucap kenzi sambil menyodorkan pipi nya.


"iss, apa sih ken,"ucap karina sambil senyam senyum ngak jelas.


"cium dulu, sebagai vitamin kar,"bujuk kenzi lagi.


"iss, ngak,"tolak karina.


"kamu yang cium atau aku?"tanya kenzi yang membuat karina gelagapan.


"iss,"desis karina namun tak urung dia melakukan permintaan kenzi.


"cuup" satu kecupan berhasil mendarat di pipi kanan kenzi, kenzi yang tidak puas malah meminta karina untuk mencium pipinya yang di sebelah kiri.


"kok cuman satu, nanti yang satu nya lagi cemburu lo,"ucap kenzi yang membuat karina mendesak kecewa, namun tak urung dia tetap melakukan nya.


"cuup" karina mencium pipi kiri kenzi


"yang ini belum,"ucap kenzi lagi sambil menunjuk jidat nya yang membuat karina kesal sendiri di buat nya.


karina yang sudah kesal langsung memberikan ciuman bertubi tubi kepada kenzi.


"cuup"


"cuup"


"cuup"


"cuup"


karina langsung memberikan 4 ciuman kepada kenzi secara bertubi tubi di kedua pipi kenzi, jidat dan terkhir bibir nya yang membuat kenzi tersenyum kemenangan.


"yang disini kurang lama,"ucap kenzi sambil menunjuk ke arah bibirnya.


"isss,"desis karina dan langsung berlari le kamar mandi, yang membuat kenzi terkekeh pelan melihat kelakuan istrinya itu.

__ADS_1


di kamar mandi karina langsung menggerutui kebodohan nya, ia malah merasa malu untuk bertemu dengan kenzi.


"isss, kok bisa sih aku se agresif itu aduh malu malu malu,"gerutu karina malah menyalahkan dirinya sendiri.


Setelah merasa cukup tenang karina dengan perlahan mulai melangkah keluar dari kamar mandi.


namun, saat melihat kenzi yang masih berada di kasur memainkan handphone nya dan masih dengan rambut acak acakan khas orang bangun membuat karina kembali salting pipinya kembali memerah bertanda dia sedang malu, ingatan nya seolah olah kembali berputar mengingat betapa agresif nya dia.


"kenapa,"ucap kenzi yang membuat karina kaget dan langsung mengelengkan kepala.


"cepet, mandi nanti telat,"ucap karina berusaha mengalihkan pembicaraan.


"iya,"jawap kenzi tanpa merasa curiga.


"handuk nya jangan lupa di bawa,"ucap karina mengingatkan karna kenzi memang sering kelupaan membawa handuk jika hendak mandi.


"iya bawal,"jawap kenzi.


...****************...


Setelah selesai mandi kenzi langsung turun ke bawah, karina yang sedang menyiapkan makanan seketika terpesona melihat kenzi yang menuruni tangga dengan gaya cool nya, dengan rambut basah dan baju yang tidak di masukkan ke dalam membuat dia terlihat seperti laki laki badboi namun pesona nya yang begitu sempurna mampu membuat karina bengong dan meleleh melihatnya.


"heh, terpesona ya,"ucap kenzi mengagetkan karina dan sekalian mengoda karina.


"aaa, ngak kok,"ucap karina gelagapan.


"iya ih," sebal karina


Dan kemudian kembali sibuk mengoles kan selai pada roti, kenzi yang melihat karina sibuk malah memperhatikan karina dengan seksama, wajah karina yang begitu cantik, imut dan plus manis membuat kenzi meleleh dan malah membuat kenzi senyum senyum ngak jelas.


"hayo ngelamunin apa,"ucap karina mengagetkan kenzi.


"ngak papa,"jawap kenzi namun masih tetap senyam senyum ngak jelas.


setelah selasai sarapan karina dengan cekatan langsung membersihkan meja makan yang dimana semakin membuat kenzi berdecak kagum.


namun, di sela karina sedang membereskan tempat makan kenzi dengan cepat langsung mencuri satu ciuman kepada karina.


"iss ken,"kesal karina.


"morning kis,"ucap kenzi sambil cengengesan ngak jelas.


"dasar mesum,"umat karina dan langsung bergegas dari sana dengan kaki yang di hentak hentakkan.


Sesampainya di sekolah karina langsung di sambut antusiasi oleh kedua sahabatnya siapa lagi kalo bukan tasya dan flora.


flora yang melihat kemesraan kenzi dan karina langsung dramatis.


"kenapa lo?"tanya tasya.

__ADS_1


"lemes besti, ngak punya ayang,"ucap flora yang berhasil membuat tasya menoyor kepalanya.


"lebai lo,"ketus tasya.


"cie, muka nya berseriseri pertanda sedang bahagia tu,"ucap flora sambil tersenyum mengoda kepada karina.


"apa sih flo, awas lah, mau duduk ni,"usir karina yang membuat flora langsung mencebik dan dengan bibir yang monyong kayak bebek.


"itu bibir ngak usah monyong bukan nya imut malah kayak dugong,"ucap tasya pedas.


"si*lan lo,"


"ssttt, udah,"lerai karina.


"hy kenzi,"sapa seseorang yang membuat tasya langsung mengumpat kesal melihat kehadiran seseorang yang tidak begitu di harap kan.


"kenapa lagi ni si ulat datang datang bikin kesel aja,"guman tasya sambil menatap tajam kepada tasya tatapan yanh begitu tak bersahabat.


"kamu lagi apa?"tanya nia lagi yap yang datang adalah si nia.


"mata lo belekan ya? udah tau kenzi lagi duduk masih aja di tanyain,"ucap tasya langsung menjawap sebelum di jawap oleh karina.


"yang di tanya siapa yang ngejawab siapa,"ucap nia sebal.


"ken kamu udah makan?"tanya nya lagi dan hanya di angguki oleh kenzi.


kenzi yang melihat karina tengah kesusahan untuk mengikat rambut nya langsung berinisiatif untuk membantu karina mengikat rambutnya.


dan semua yangdi lakukan kenzi tak luput dari


penglihatan nia, nia yang melihat hal itu malah merasa panas dingin.


"panas?, kipas sayang,"ucap flora yang semakin membuat nia panas dingin.


"haredang, haredang haredang, panas panas panas,"ucap tasya yang ikut ikutan bernyanyi yang membuat nia semakin tidak tenang dan langsung memilih pergi dari sana dan tak lupa dengan kaki yang di hentak hentakkan.


"mampus lo, panas makanya jangan coba coba jadi pelakor,"ucap tasya dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan ia begitu puas melihat wajah kesal nia.


...****************...


hy up lagi aku cuman ngucapin makasih buat kalian yang udah nyemangatin aku sehingga aku semangat lagi.


aku jadi terhura eh terharu maksud nya melihat komen komen kalian yang nyemangatin aku makasih banyak ya


so jangan bosan bosan ya nungguin cerita ini.


jangan lupa untuk vote like komen dan favorit ya biar author semakin semangat up nya


lope sekebun deh buat kalian.

__ADS_1


__ADS_2