
pagi pagi sekali buk ayu sudah membangunkan semua murit murit yang ikut kemping.
karina dan kedua sahabatnya dengan muka bantal nya berjalan dengan sempoyongan ke arah buk ayu karna disuruh untuk berkumpul.
"semua sudah disini?"tanya buk ayu.
"udah buk,"jawap mereka serempak.
"hooam, kenapa di suruh kumpul pagi pagi gini sih, kan dingin,"ucap flora sambil menguap.
"kamu bilang apa flora?"tanya buk ayu yang mendengar ucapan flora yang membuat flora yang ditanya langsung gelagapan.
"haa, enggak ada kok buk,"jawap flora sambil mengagaruk kepala nya yang tidak gatal sambil tersenyum kikuk melihat tatapan horor yang di lontarkan oleh buk ayu kepadanya.
"horor bener tu mata, entar gue colok baru tau Rasa lo,"guman flora yang tak berani mengatakan nya secara langsung.
"baik, ibuk mengumpulkan kalian disini karna kita ada kegiatan, jadi setiap kelompok akan masuk ke hutan dengan mengikuti petunjuk, dan kalian harus membawa pulang sebuah bendera dan bagi kelompok yang mendapatkan itu akan di berikan nilai bagus dan juga hadiah,"ucap buk ayu yang membuat flora yang mendengar kata nilai bagus langsung semangat karna memang nilainya tidak ada yang memuaskan kebanyakan berwarna merah.
"jadi mengerti semua?"ucap buk ayu.
"iya buk,"jawap mereka serempak.
"baik kalo sudah mengerti, acaranya akan kita mulai pukul 08:00 jadi sekarang kalian boleh mandi"tuturnya.
setelah mendengar instruksi dari buk ayu karina dan ketiga sahabatnya pun langsung bergegas untuk mandi.
"gue duluan,"ucap flora yang langsung masuk le kamar mandi yap di puncak tempat mereka kemping memang tersedia beberapa kamar mandi yang dapat di gunakan oleh orang yang sedang kemping di sana.
"ngak bisa gitu dong, gue duluan,"ucap tasya dan juga langsung masuk ke dalam dan terjadilah perdebatan di atara mereka berdua.
__ADS_1
"udah mandi bareng aja, dulu juga kita sering mandi hujan sambil kolor koloran,"ucap karina santai dan malah ikut masuk ke dalam dan alkisah mereka mandi bersama.
"punya lo makin besar aja kar,"ucap flora polos sambil meunjuk pay*dara karina.
"biasa lah udah sering di mainin sama kenzi itu,"ucap tasya menimpali yang membuat karina malu dan sepontan menutupi aset kembar berharganya.
"lo berdua kalo ngomong jorok ih,"ucap karina sebal.
"eh itu bh gue anj*ng,"ucap flora saat tasya hendak memakainya.
"oh punya lo ya, sorri gue pikir punya gue,"ucap tasya cengengesan ngak jelas.
****
setelah selesai dengan ritual mandinya karina dan kedua sahabat nya langsung menghampiri kelompoknya yang nampak sudah berkumpul.
"lama banget,"ucap nia memutar bola mata malas.
"ya masalah lah, karna kalian kita jadi nunggu lama,"jawap nia, baru juga tasya ingin membalas ucapan nia langsung di hentikan oleh kelvin selaku ketua di kelompok mereka.
"udah mending kita langsung berangkat, kelompok lain udah pada pergi lo,"ucap kelvin dan disetujui oleh mereka semua.
dan akhirnya mereka pun mulai menyusuri hutan sesuai petunjuk panah yang sudah di sediakan.
"hati hati licin,"ucap kelvin memperingati anggotanya.
"awas kar licin,"ucap kenzi sambil memengang tangan karina.
nia yang melihat itu merasa kesal dan mempunyai pikiran jahat untuk mencelakai karina dan rencana itu sudah dia siap kan secara matang matang mulai dari semalam.
__ADS_1
di jalan yang berbatu dan di dekat jurang yang curam nia berniat menjalankan rencana nya yang sudah dia susun se baik mungkin.
"aaa,"teriak karina saat nia mendorongnya dari belakang menuju jurang namun sialnya nia pun malah ikut terjatuh dan tangan dan sikunya juga kening nya pun ikut terbentur di batu karna jalannya memang berbatu.
sedangkan karina lebih parah di bandingkan dengan nia, kepala nya juga tak luput dari sasaran, tutut dan sikunya pun berdarah, bahkan lebih parah di bandingkan nia.
"lo kalo mau jatuh, jatuh sendiri aja, jangan bawa bawa karina segala, hoo oo tau lo sengaja ya,"ucap tasya pada nia.
"kar kamu ngak papa kan?"tanya flora kahawatir dan hanya di jawap gelengan lemah oleh karina, wajahnya langsung pucat pasi menahan sakit, rasanya untuk menjawap pertanyaan flora pun karina sangat sulit.
"ini ngak usah kita lanjut kita pulang ke tenda aja,"ucap kelvin memberi komando.
"ken,"ucap tasya mematung yang melihat kenzi yang malah menggendong nia dari pada karina dan berjalan dengan cepat dari sana.
"s*alan,"teriak tasya melihat kenzi yang malah lebih mementingakan nia dari pada dia sendiri.
sedangkan karina yang juga melihat itu hanya mampu diam menahan sakit di fisik dan juga di hatinya, dan perlahan mata karina mulai menutup dia kehilangan kesadarannya karna menahan sakit dan juga darah yang keluar dari kepalanya tidak lah sedikit.
"kar bangun, jawap aku dong,"ucap flora panik dan sudah mulai berkaca kaca.
"awas,"ucap kelvin dan dengan segera langsung memopong karina membawanya ke tenda.
...****************...
hmm gimana nih penasaran ngak penasaran ngak?
ayo bully nia wkwk
yuk dukung author biar nanti up lagi dengan vote like komen dan favorit ya maksa nia
__ADS_1
canda