Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Curhatan karina


__ADS_3

Hari ini karina dapat bernafas lega karna dia sudah boleh pulang dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.


namun, saat hendak keluar karina terkejut melihat kedatangan abangnya yang menatapnya dengan dingin.


"bang alvin, sejak kapan disitu?"tanya karina gugup.


"masalah sebesar ini kamu sembunyikan dari abang, kamu ngak anggap abang sebagai abang kamu kar?"tanya Alvin dengan lirih.


"maaf,"ucap karina singkat sambil menunduk, dia terlalu takut melihat kekecewaan abangnya itu.


namun bukan amarah yang karina dapatkan tapi sebuah pelukan hangat, Alvin langsung memeluk adiknya itu dia tau sekarang yang paling dibutuhkan oleh karina adalah pelukan hangat dan juga sebuah tempat untuk nya curhat.


"kenapa ngak cerita sama abang ha, takut?"tanya alvin dengan lembut kepada karina dan di balas anggukan oleh karina, yang membuat Alvin semakin mengeratkan pelukan nya.


"ehmm, pelukan nya nanti aja ya, peggel ni dari tadi berdiri sambil nontonin kalian berdua,"ucap flora yang merusak suasana.


Dan pada akhirnya Alvin pun langsung melepaskan pelukannya dan segera mengajak karina untuk pulang.


"kita pulang ke rumah kita bang?"tanya karina pada Alvin yang tengah mengemudi.


"kamu di rumah tasya aja dulu, jangan pulang ke rumah,"

__ADS_1


"boleh kan sya?"tanya Alvin pada tasya.


"jelas boleh dong,"


"kenapa ngak ke rumah aja bang?"tanya karina.


"nanti aku bakal cerita sama mama papa tentang masalah ini, dan besok aku mama dan papa akan jemput kamu pulang, dan aku bakal bantu kamu untuk pisah dari kenzi,"ucap Alvin.


"gila janda muda dong lo kar,"ucap flora sedikit ngaur dan langsung di hadiahi pelototan tajam dari tasya.


"enggak, canda doang,"ucap flora lagi saat melihat pelototan tajam tasya.


"btw, awas bola matanya nanti keluar lebar amat,"guman flora yang masih bisa di dengar oleh tasya.


"kar, sini,"ucap Alvin melambaikan tangan kepada karina mengisyaratkan untuk karina datang mendekat.


disinilah mereka berada di balkon minimalis yang ada di kamar tasya.



"kamu cerita sama abang,"ucap alvin membuka percakapan, namun karina masih tetap diam membisu.

__ADS_1


"oke, kamu anggap aja abang ini adalah sahabat kamu, ngakpapa kamu cerita aja, ngak enak lo mendam sendirian,"bujuk alvin lagi, sebenarnya dia sudah tau semuanya tapi dia ingin karina lah yang bercerita kepadanya secara langsung.


sehingga akhirnya perlahan lahan karina mulai menceritakan semuanya, dari apa yang sebenarnya terjadi.


sehingga tanpa sadar karina malah mulai menangis saat menceritakan semuanya, Alvin yang melihat adik nya menangis lngsung kembali menarik karina ke dalam pelukannya.


"s*alan lo kenzi, lo tunggu aja tanggal mainnya ngak akan gue biarin lo hidup tenang dan gue yakin lo ngak akan dapat maaf dari adek gue, dan gue bakal buat lo ngerasain apa yang adek gue rasain,"guman alvin dalam hati, sambil merengai psycophat.


"udah, ngak papa cowok berengsek kayak kenzi ngak pantas kamu tangisan, jangan lemah dong, mana karina aku yang dulu yang ceria yang jail nya Astafirulah,"ucap alvin berusaha menenangkan karina yang seseguhan di dekapanya sambil mengelus elus punggung karina secara teratur.


namun di saat suasana yang sedang haru ada ada saja kelakuan kedua sahabat bobrok karina yang selalu saja menghancurkan suasana.


"aduh, kalo gini tinggal popcorn nya aja yang ngak ada, udah kayak nonton drakor gue,"ucap flora dan di angguki tasya, mereka memang sudah sedari tadi mengintip di balik jendela.


...****************...


sejail apapun abang sama adiknya percaya lah dimana adiknya du sakiti abang lah yang paling pertama memasang badan untuk melindungi adiknya.


so jangan lupa untuk vote like komen dan favorit ya.


dan satu lagi mohon maaf kalo ceritanya banyak drama dan menoton.

__ADS_1


dan jangan komen yang pedas pedas ya soalnya author berperan.


__ADS_2