
Mentari gadis cantik yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, memiliki sikap yang periang dan juga humoris namun sedikit berjiwa bar bar

Mentari atau kerap di panggil tari tengah ikut bersama sang ayah Leo Hendrawan, untuk menghadiri sebuah pesta perusahaan, ia menemani ayah nya untuk menggantikan ibunya yang tidak dapat hadir karna sedang tidak enak badan.
Disinilah dia bertemu dengan bocah lelaki yang begitu menggemaskan menurutnya, bocah laki laki itu tak sengaja menabrak Mentari dan membuat gaun yang tengah di pakainya kotor karna terkena cake yang sedang di pegang oleh anak lelaki itu.
"maaf aunti, ngak cegaja,"ucap nya dengan suara cadelnya membuat Mentari begitu gemas mendengar nya.
"ngak papa sayang, oh ya nama kamu siapa?"tanya Mentari ikut berjongkok mensejajarkan dirinya dengan sang bocah.
"Kelvin aunti,"jawabnya dengan mengerjap ngerjapkan mata polosnya.
Kelvin Atmajaya putra dari Erick Atmajaya berusia 3 tahun, namun memiliki otak yang cerdas, periang dan juga baik hati, namun sayang dia tak pernah meraskan kasih sayang dari seorang ibu karna di usianya yang masih kecil kedua orangtuanya sudah bercerai dan ibunya lebih memilih lelaki lain di bandingkan dengan dirinya.

Erick Atmajaya seorang duda anak satu yang di juluki sebagai hot dady oleh banyak kalangan wanita memiliki wajah yang begitu berkarisma membuat banyak wanita tergila gila dengan nya, ia sudah lama berpisah dengan sandra istrinya, Erick sendiri memiliki sifat yang dingin dan cuek kepada orang asing dan orang yang baru di kenalnya

"kau sedang bersama siapa son?"tanya nya pada sang putra dia memang tak mengijinkan putranya dekat dengan orang asing.
"Hy aku Mentari om,"ucap Mentari sambil mengulurkan tangan nya, namun tidak mendapatkan balasan hingga akhirnya tari menarik kembali tangan nya sambil tersenyum kikuk.
"ayo son, kita pulang"ucap nya dengan tatapan dingin tanpa niat sedikit pun untuk melirik tari.
__ADS_1
"tapi dad,"ucap sang bocah keberatan berpisah dengan Mentari.
"tidak ada penolakan son, ayo pulang,"tegasnya lagi membuat bocah berumur 3 tahun itu mengerucutkan bibirnya sebal.
"dada aunti, semoga kita ketemu lagi"ucap nya sambil melambaikan tangan kepada Mentari dan di balas pula oleh Mentari.
"lelaki itu sombong sekali, tapi aku suka,"ucap Mentari sambil senyam senyum sendiri.
"tar, kenapa?"tanya leo ayah Mentari merasa heran dengan anak nya itu yang sedari tadi terus senyum senyum gak jelas.
"ngak papa lagi bahagia aja,"jawap Mentari lagi yang membuat sang ayah hanya geleng geleng kepala.
"yaudah kita pulang aja yuk pa,"ajak Mentari dan di angguki oleh Leo.
Di perjalanan pulang pun tak henti hentinya Mentari kembali memikirkan bocah menggemaskan itu, mulut nya begitu gatal ingin menanyakan tentang lelaki itu pada sang ayah namun ia urungkan karna belum berani.
"pa yang tadi ngobrol sama papa itu siapa?"tanya nya ragu ragu.
"ooo, itu pak Erick, dia itu salah satu pengusaha termuda dia seorang duda,"jawap Leo tanpa curiga dan langsung membuat Mentari bersorak bahagia dalam hati saat mendengar kata duda yang terlontar dari mulut sang ayah.
"asikkk,,, duda bisakali ya, kalo udah ada calon ya gak papa gas aja kalo jodoh ma ngak kemana,"guman Mentari dalam hati.
"ngapain nanya nanya?"tanya Leo pada anak nya.
"ngak cuman mau tau aja sih,"ungkap Mentari tersenyum kikuk.
"Awas ya jagan macam macam,"peringat Leo pada anak nya kerna merasa curiga.
__ADS_1
"iya cuman satu macam kok pa,"ucap Mentari nyengir ngak jelas.
"hmm awas ya,"peringat nya mendekik tajam.
"iya ih,"sebal Menatari.
setelah sampai di kediaman keluarga mereka lebih tepat nya bisa di bilang mension mentari langsung turun dan bergegas ke kamar nya yang ada di lantai atas tak lupa ia juga pamit kepada sang ayah.
"pa aku duluan ya,"ucap mentari dan langsung di anguki oleh Leo ayah mentari.
sesampainya di kamar bukan nya langsung tidur mentari malah dengan cepat mengambil laptop nya yang dia letakkan di atas nakas di samping tempat tidurnya, dan dengan cekatan jari jari lentik nya langsung mengetikkan sebuah nama yaitu Erick Atmajaya dan semua biodata tentang Erick Atmajaya langsung terpanggang jelas di sana dan membuat sudut bibir karina tersenyum sumringah saat ia membaca artikel yang berisikan bahwa Erick masih belum memiliki kekasih dan masih betah menduda.
"Aaaa, asik belum punya calon, kelvin mommy l'm comming,"ucap nya girang.
Entah lah kesah cuek dan arogan dari seorang Erick dapat membuat Mentari jatuh hati walau hanya sekali bertamu ditambah bocah menggemaskan itu semakin membuat Mentari semangat untuk mengejar cinta sang duda walaupun di usainya yang masih sangat muda.
"pokoknya besok harus dapet nomor telpon nya," ucap mentari mantap dan akhirnya memutuskan untuk memenjamkan matanya karna memang sudah larut malam.
...****************...
hay guys aku bawain cerita baru ni semoga suka ya
Mampir kuy
kisah tentang perduda'an ya
__ADS_1
nah aku kasih cover nya yang ini ya jangan salah kamar