
kini karina merasa menyesal telah mengijinkan nia ikut pulang bersama mereka, kini dia merasa panas dingin menahan cemburu melihat nia yang menempel bak ulat bulu kepada kenzi.
"ken kamu suka makan apa?"tanya nia sok care kepada kenzi.
"ayam goreng sih,"jawap kenzi masih pokus pada kemudi nya.
"wah, kita sama dong ya,"ucap nia senyum senyum yang membuat karina semakin pamas dingin si belakang, dia menggerutui kebodohan nya yang membiarkan nia ikut pulang bersama mereka.
"rumah lo di mana nia?"tanya karina membuka suara.
"bentar lagi sampe sih itu tinggal belok kiri udah sampai,"jawap nya masih sibuk memandangi kenzi yang sibuk menyetir.
"ohh,"jawap karina ber oh ria.
****
setelah mengantar nia pulang karina tetap uring uringan tidak mau duduk ke depan bersama kenzi.
"kar, kedepan dong,"bujuk kenzi belum juga menjalankan mobil nya.
"ngak ahk,"ketus karina dengan bibir yang mengerucut dan jangan lupakan tangan nya yang bersekap dada.
"uuututu, kenapa sih?"tanya kenzi, bukan nya marah dia malah gemas dengan sikap karina.
"gak papa,"singkat karina lagi.
"ke depan dong sayang, masak aku di depan sendirian sih kayak supir,"ucap kenzi menekan kata sayang, yang membuat karina tidak lagi manyun, tidak dapat di pungkiri bahwa karina bahagia mendengar kenzi memanggil nya dengan kata sayang.
"gak mau ahk,"ucap karina masih jual mahal.
"ayo dong, sayang,"goda kenzi lagi.
"ih udah di bilang enggak ya enggak maksa banget sih,"kesal karina mengerutkan bibir nya.
__ADS_1
"utuutu mulutnya monyong mulu minta di cium,"ucap kenzi tersenyum semrik.
"ih dasar mesum,"ucap karina mencebik.
"pindah dong kar,"ucap kenzi sekali lagi dan langsung di turuti karina, namun tetap dengan muka di tekuknya.
kenzi langsung tersenyum menanggapi sikap karina menuritnya sikap karina itu lah yang membuatnya jatuh hati.
"ken, kita kemana sih ini kan bukan arah rumag,"bingung karina.
"kita mau ke maal,"jawap kenzi tersenyum.
"ngapain?"tanya karina.
"belanja, karna istri aku lagi ngambek jadi sebagai suami yang baik aku akan ajak istri aku buat belanja,"jawap kenzi sambil menggemgam sebelah tangan karina.
sedangkan karina langsung tersenyum hatinya terasa menghangat dengan perlakuan kenzi padanya, perlahan lahan kata nyaman itu mulai muncul di antara keduanya.
"aku bisa belanja sepuasnya kan?"tanya karina dengan tatapan penuh harap.
"iya bisa,"jawap kenzi sambil mengacak acak rambut karina.
"yeiii, aaa makasih,"ucap karina bahagia.
"apa sih yang enggak buat istri aku,"ucap kenzi sambil menaik turun kan alis nya.
"apasih,"ketus karina sambil mencubit pinggang kenzi namun bibirnya tetap terangkat melengkung keatas tersenyum? ya dia tersenyum dengan perlakuan manis kenzi kepadanya.
kini karina sibuk memilah milah baju baju yang akan dia beli dengam sepuasnya karna kartu black card kenzi sudah di tangan nya.
"ken ini bagus ngak sih?"tanya karina pada kenzi sambil menunjukkan baju couple yang menurutnya bagus.
"bagus,"jawap kenzi sambil menganggukan kepala nya.
__ADS_1
"kita belik ya,"ucap karina mendonggak menatap ke arah kenzi yang memang lebih tinggi dari dia mengekuarkan jurus andalannya dengan mengerjap ngerjapkan matanya lucu berharap dapat izin dari kenzi.
cupp
lantaran gemas dengan sikap karina kenzi secara sepontan langsung mencuri ciuman di bibir karina.
"ih ken, mesum banget kalo ada yang liat gimana,"sewot karina.
"ngak ada yang liat kok,"santai kenzi sambil mengacak acak rambut karina.
"udah ambil aja kalo suka,"lanjut kenzi lagi.
"bener?"tanya karina memastikan.
"iya ih,"gemas kenzi mencibir pipi temben karina.
"ih sakit ken,"denggus karina mencebik.
"mana yang sakit, sini aku cium biar sembuh,"goda kenzi.
"dasar mesum gak tau tempat,"kesal karina sambil mencubit pinggang kenzi.
"oo, jadi kalo di kamar bisa ya?"tanya kenzi tersenyum menggoda.
"au ah nyeselin,"ucap karina sambil berlalu jangan lupakan dengan kaki yang di hentak hentakkan.
"dasar bocil untung sayang,"guman kenzi dengan mulut yang terkulum menahan senyum.
...****************...
etdah si kenzi main sosor sosor aja inget tempat bang😅
jan lupa vote like dan faforit yak biar semangat up nya
__ADS_1