
Hari sudah menunjukkan hampir sore, tak terasa mereka telah menghabiskan waktu banyak di tempat ini,kenzi yang teringat janjinya kepada mertuanya akan pulang sebelum jam 4 sore langsung mengajak karina untuk pulang.
"kar, pulang yuk,"ajak kenzi.
"iss, bentar lagi ih,"ucap karina tak rela cepat cepat meninggalkan tempat se indah ini.
"Tapi, aku udah janji sama papa kalo sebelum jam 4 kita udah pulang,"jelas kenzi.
"iss yaudah iya iya,"ucap karina mencebik.
"kapan kapan kita ke sini lagi,"ucap kenzi memberi pengertian kepada karina.
"promise,"ucap karina sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"iya promise,"ucap kenzi menautkan jari kelingkingnya juga.
Akhirnya mereka pun pulang, namun sepertinya semesta tak mendukung hujan yang begitu lebat langsung turun.
"kar, aduh ini gimana, enggak bisa di lanjut ini hujan nya teelalu lebat,"jelas kenzi sedikit berteriak agar kedengaran karna hujan yang lebat.
"iyaudah, parkiran aja dulu mobilnya biar ngak ngehalahin yang lain,"ucap karina sedikit berteriak juga.
kenzi yang melihat karina kedinginan cukup peka dia langsung mematikan AC dan dengan cepat segara membuka jaket yang di pakainya dan memberikan nya kepada karina.
"nih, pake aja,"ucap kenzi pada karina sambil menyodorkan jaket nya.
"ngak papa ni aku pake, kamu emang enggak kedinginan?"tanya karina merasa ragu untuk mengambil jaket yang di sodorkan kenzi.
"iya, kamu pake aja ngak papa kok,"ucap kenzi meyakinkan.
"makasih ya,"ucap karina saat sudah memakai jaket kenzi.
"santai aja kali,"ucap kenzi.
kenzi yang merasa bosan dan hujan yang bukan nya reda malah semakin lebat, kenzi memilih untuk memperhatikan karina yabg tengah asik memainkan handphone.
kenzi yang melihat bibir merah alami milik karina dengan perlahan mendapatkan dirinya kepada kenzi, semakin dekat semakin dekat yang membuat karina gugup di buat nya.
Dan entah menit beberapa kenzi kini malah sudah menautkan bibir nya dengan karina, dan entah sadar atau bukan karina pun dengan perlahan mulai membalas ******* kenzi aksi saling ******* pun berlangsung cukup lama sehingga karina yang sadar terlebih dahulu langsung mendorong dada bidang kenzi (udah lah segitu aja author masih polos🙊🙈)
kenzi yang juga sudah sadar langsung meminta maaf kepada karina.
__ADS_1
"maaf kar, khilaf,"ucap kenzi sambil mengangkat tanganya berbentuk v sedangkan karina hanya memalingkan wajahnya ke samping karna gimanapun dia pun ikut membalas tautan bibir kenzi.
dan sejenak keheningan yang menyapa mereka, kenzi yang melihat hujan sudah sedikit reda memilih untuk kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang masih di guyur hujan.
kenzi yang melihat jam sudah menunjukan jam 18:00 sore langsung panik karna janjinya pada mertuanya mereka akan sampai sebelum jam 4 sore tapi kini jam malah sudah menunjukkan pukul 6 sore.
kenzi dengan segera langsung menambah laju mobilnya, yang membuat karina sedikit panik.
"ken, jangan kencang kencang napa,"denggus karina sambil memegangi sabuk pengaman nya dengan kencang.
dan tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di kediaman keluarga prada.
kenzi yang sudah gugup langsung mengajak karina untuk turun.
Sesampainya di pintu masuk keluarga prada kenzi nampak ragu untuk mengetuk pintu karina yang melihat itu langsung dengan cepat membuka pintu tanpa mengentuknya terlebih dahulu toh rumah dia kok.
karina yang memang cukup basah langsung bergegas ke kamarnya. sedangkan kenzi yang teringat janjinya langsung mencari keberadaan mertuanya dengan ke adaan yang basah kuyup.
"pa,"panggil kenzi pada mertuanya di ruang keluarga yang tengah menonton bersama istri dan anaknya.
"ya ampun kenzi, kok bisa sampai basah kuyup begitu?"tanya lia menatap perihatin kepada menantunya itu.
"kehujanan ma,"
devan yang melihat itu hanya menaikkan alisnya, ucapannya tadi pagi sebenarnya hanya lah main main.
"terus?"tanya devan.
"Aku siap kok pa nerima hukuman dari papa karna aku terlambat pulangnya sama karina,"ucap kenzi sambil bersusah payah menelan ludah nya secara kasar.
"kamu tau kamu telat berapa jam!"tanya devan dengan bersikap dada menatap kenzi.
"tau pa 2 jam,"ucap kenzi jujur.
"karna kamu telatnya 2 jam kamu harus lari di luar keliling rumah ini sebanyak 20 kali,"ucap devan dan langsung di anguki dengan patuh oelh kenzi.
"yaudah apa lagi? sana,"ucap devan dan kenzi pun mulai menjalankan hukumannya.
"pa, kenapa gitu sih?"tanya lia yang tak tega melihat menantunya itu.
"dia udah buat salah ma, jadi dia harus terima konsekuensi nya dong,"ucap devan enteng sambil meperhatikan kenzi yang tengah berlari di tengah guyuran hujan.
__ADS_1
sedangkan Alvin yang melihat ketulusan kenzi langsung tersenyum dia percaya kepada kenzi bahwa dia akan menepati janjinya tempo hari.
karina yang baru turun dan hendak berkumpul dengan keluarganya terkejut melihat kenzi yang sedang berlari mengelilingi rumahnya di tengah hujan yang semakin lebat saja.
"ma kenzi kok lari di luar?"tanya karina pada lia ibu nya.
"papa kamu itu kasih hukuman gitu gitu amat,"ucap lia menatap sebal kepada suaminya itu.
"kan dia sendiri yang bilang kalo dia terlambat bakal kena hukuman ya papa kasih lah,"ucap devan santi.
"pa udah,"ucap kenzi datang dengan ternggah engah dan jangan lupa baju yang sudah basah kuyup dan dengan bibir yang sudah membiru karna kedinginan.
"kalo udah ya udah,"ucap devan dan langsung di hadiahi cubitan dari istri tercintanya.
"yaudah aku pulang ya pa,"ucap kenzi yang hendak pulang tapi langsung ditahan lia.
"kamu jangan pulang ken, sana ganti baju dulu pake baju alvin, jangan biasakan pake baju basah,"ucap nya dan di anguki juga oleh alvin.
"lo pake baju gue aja dulu yuk,"ajak alvin pada adik iparnya itu.
setelah kenzi dan alvin pergi lia langsung bergegas ke dapur membuatkan teh jahe kepada menantunya itu, dan menyuruh karina untuk mengantarkan nya.
"ken, udah baikan?"tanya karina saat memasuki kamar abangnya itu dan memperlihatkan kenzi yang tengah terbaring sambil menggigil kedinginan.
"minum dulu,"ucap karina lagi sambil menatap prihatin kepada kenzi.
"makasih,"ucap kenzi setelah minum dan rasanya badannya sudah sedikit membaik.
"kamu ngapain sih, mau di suruh lari sama papa?"tanya karina.
"kan aku yang salah jadi ya harus terima konsekuensi nya,"ucap kenzi.
"yaudah cepat sembuh lah ya,"ucap karina dan langsung berlalu dari sana.
...****************...
maaf yak gaje
mohon maaf kalo banyak thypo.
jangan lupa untuk vote maksa ni
__ADS_1
like komen dan favorit juga biar kamu dapat notifikasi kalo novel ini up.
sekian dan terima kasih