
Masalah sebesar itu mereka sembunyikan dari kedua belah pihak, firasat seorang abang kandung tidak pernah salah, Alvin yang merasa tidak beres langsung mendesak tasya agar menceritakan apa yang terjadi, dan tasya yang juga ingin segera mengakhiri semua drama ini memutuskan untuk memberitahukan semuanya kepada alvin.
tasya akhirnya janjian bersama alvin di sebuah cafe yang cukup terkenal.
sesampainya di cafe yang dimaksud. tasya langsung bergegas menemui alvin yang telah lama menunggu.
"udah lama?"tanya tasya sambil menundukkan bokongnya di kusi yang di sediakan di cafe itu.
"belum sih, yaudah mau pesan apa?"tanya Alvin balik.
"lemon tea aja,"
"oke"jawap alvin.
Setelah pesanan datang malah hanya keheningan yang menyapa, mungkin keduanya masih merasa gerogi karna pertama kalinya mereka bertemu hanya berdua saja. Dan pada akhirnya Alvin pun memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
"gue, minta lo jujur sama gue apa yang terjadi antara karina dan kenzi, lo ngak usah nutup nutupin apa apa lagi sama gue, lo anggap aja gue sahabat lo jadi lo cerita semuanya,"ucap alvin sedikit membujuk.
"tapi, lo jangan marah ya,"ucap tasya sedikit menunduk.
"ngak akan,"jawap alvin berusaha tenang, walaupun dia sebenarnya sudah tidak sabar.
"promise?"
"iya promise,"jawap alvin gemas sendiri kepada taysa yang nampak begitu susah untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Akhirnya tasya luluh juga dan menceritakan apa yang terjadi antara karina dan kenzi, tasya menceritakan semuanya secara detail, iya juga menceritakan dimana kenzi yang tega menurunkan karina di tengah jalan, dan kenzi yang tega lebih mementingkan nia dibandingkan karina.
"ba*gsat,"teriak Alvin menggebrak meja yang membuat tasya langsung menutup matanya lantaran takut melihat amarah Alvin.
untung lah mereka memesan ruang khusus yang kedap suara, sehingga tidak menggangu pelanggan yang lain.
"mau kemana?"tanya tasya melihat Alvin yang berdiri dari duduk nya.
"gue mau ketemu kenzi,"ucap Alvin dengan aura dingin nya.
"gue ikut,"ucap tasya dan hanya di balas anggukan oleh alvin.
akhirnya tasya dan alvin pergi meninggalkan cafe itu dan tak lupa membayar pesanan mereka walapun tidak di sentuh sedikitpun.
Setelah satu jam mencari keberadaan kenzi, akhirnya mereka dapat informasi bahwa kenzi sedang berada di taman bersama nia.
"buggh," satu pukulan langsung melayang kepada kenzi dan alvin lah pelakunya.
"awss, maksud lo apa bang?"tanya kenzi.
"hh, apa lo bilang lo pikir gue ngak tau apa yang lo lakuin sama adek gue hah,"
"gue ngak tau apa yang lo maksud bang,"ucap kenzi berusaha menyangkal.
dan tanpa menunggu lama Alvin pun kembali melayangkan pukulan kepada kenzi
__ADS_1
"bughh"ini karena lo tega nurunin adek gue di jalan.
"buggh" ini karena lo lebih mentingin ini ****** dibanding adek gue.
"bughh" ini buat sakit hati adek gue.
"bughh"ini karena lo tega mempermainkan adek gue.
"bughh" dan ini kekecewaan gue sama lo.
pukulan bertubi tubi di layangkan oleh alvin kepada kenzi, kenzi tak sedikitpun memberotak dan membalas karna dia sadar bahwa dia lah yang salah.
"gue udah percaya sama lo tapi apa yang gue dapat hah, mulai sekarang dan mulai detik ini lo jauhin adek gue, gue sekeluarga bakalan menjemput kembali adek gue,"ucap Alvin sambil menarik kerah baju kenzi yang sudah nampak lemah karna serangan bertubi tubi dari alvin.
"kalo lo emang ngak suka sama adek gue, lo harusnya balikin adek gue dengan cara baik baik, bukan gini caranya tau ngak, lo banci, pengecut,"ucap alvin lagi.
"dan lo,"tunjuk alvin pada nia yang sedari tadi hanya diam dan menunduk.
"lo itu cewek kok tega sih? kalo lo yang di posisi adek gue, lo sanggup ngak? hah,"
"kalian berdua ngak punya hati tau ngak, dan lo gue benar benar kecewa sama lo,"ucap alvin menunjuk ke arah kenzi.
...****************...
cuman mau bilang kalo mau komen yang baik baik aja ya.
__ADS_1
soal nya aku berperan kalo ngebaca komen kalian yang pedes kayak boncabe.
sekian dan terima kasih