
Setelah makan malam kenzi mengajak karina ke kamar dan sesampinya di kamar kenzi langsung mengunci pintu dan segera menyusul karina di tempat tidur.
"kar, aku mau"ucap kenzi pada karina.
"mau apa?"tanya karina bingung.
"ehem, mau itu,"ucap kenzi lagi yang semakin membuat karina semakin bingung karna tidak paham.
"ck,"decak kenzi kesal dan tanpa babibu langsung menindih karina dan dengan cepat langsung mengurung pergerakan karina.
"aku mau minta hak ku, boleh ya?"ucap kenzi dengan bisikan seksual nya tepat di telinga karina.
"tapi,,,"ucapan karina terpotong karna ciuman buas dari kenzi, kenzi tak menyia nyiakan waktu dia dengan ganas langsung ******* ganas bibir bawah karina
karina yang tadinya hendak manolak malah lambat laun ikut menikmati sensasi c*uman mereka aksi saling bertukar saliva pun berlangsung cukup lama, karina yang merasa sudah hampir ke habisan nafas langsung memukul mukul dada kenzi bertanda dia mulai ke habisan nafas.
"huh, huh, pembunuhan berencana,"ucap karina dengan tersengal sengal.
"manis,"ucap kenzi sambil mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.
"iss, kenzi berat,"dengus karina tapi hal itu tak berlangusng lama karna kenzi kembali membungkam bibir karina dengan bibirnya tangan nakal nya tak mau kalah tangan nya pun mulai merayap ke kedua dundulan empuk kembar milik karin tangan nya dengan perlana lahan mulai me*emas keduanya secara bergantian.
kini kenzi pun sudah mulai menyesap di leher putih milik karina.
__ADS_1
dengan cekatan kenzi pun mulai melempar kasar baju karina.
kenzi sedikit terteguh melihat pemandangan nan indah di depan matanya itu.
karina yang melihat kenzi begitu menatap tubuhnya dengan lekat langsung salting dan refleks langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan nya.
"kenapa di tutup? hmm"ucap kenzi yang dengan perlahan menyingkirkan tangan karina yang sedang menutupi aset berharga nya.
"malu,"ucap karina dan langsung memalingkan muka ke arah samping.
"kenapa malu hmm, ini indah sayang,"ucap kenzi dan kembali menyesap kedua bukit indah karina layaknya seperti bayi yang sedang kehausan.
"hmm, geli jangan di gigit,"ucap karina sambil berusaha menahan d*sahan nya.
"maaf sayang, aku gemas,"ucap kenzi kembali menyesap.
"glek,"karina menelan ludah kasar, dia langsung refleks menutup matanya.
"kenapa di tutup?"tanya kenzi sambil tersenyum mengoda.
karina tidak menjawap tapi pipi nya langsung memerah bak kepiting rebus pertanda dia sedang malu.
"Aku mulai ya,"ucap kenzi meminta izin dengan suara berat menahan hasratnya
__ADS_1
dengan ragu karina pun mengangukkan kepada.
setelah mendapat persetujuan dari karina kenzi pun mulai membuka celana pendek karina yang kini hanya menyisakan ****** ***** saja.
saat hendak membuka lapisan terakhir menuju surga dunia, karina langsung mendorong kenzi yang membuat kenzi bingung di buatnya.
"kanapa?"tanya kenzi dengan berat karna hasrat yang sudah di ubun ubuh.
"dia datang,"ucap karina dengan lirih.
"siapa?"tanya kenzi.
"tamu bulanan ku sayang,"ucap karina terkekeh pelan.
"s*alan,"ucap kenzi menendang nendang selimut melampiaskan kekesalan nya.
"jadi ini gimana?"tanya kenzi frustasi.
"kamu harus puasa dulu dong,"ucap karina sambil tersenyum mengejek kepada kenzi.
"terus ini gimana,"ucap kenzi menatap adik nya yang sudah tegang.
"kamu main solo aja sana,"ucap karina tanpa dosa yang membuat kenzi hanya mampu menghela nafas kasar.
__ADS_1
...****************...
bacanya malam aja ingat puasa🙈