
Setelah makan bersama, keluarga karina dan kenzi memutuskan untuk pulang kini hanya mereka berdua yang tinggal di rumah itu, kenzi begitu canggun, apalagi karina yang sedari tadi masih mendalaminya.
"kar masih marah?"tanya kenzi dan langsung di jawap ketus oleh karina.
"udah tau masih nanyak lagi,"ketusnya.
"Yaudah, aku tidur duluan,"pamit kenzi langsung berdiri dari duduk nya, ia sedikit frustasi menghadapi sikap karina walaupun dia tau betul bahwa karina marah kepadanya bukan karna alasan yang tak jelas dan dia pun mengaku salah dan berniat memperbaiki hubungan mereka.
"kalo mau tidur tidur aja, ngapain pake pamit pamit segala,"ucap karina memutar bola mata malas.
Setelah kenzi pergi karina merasa yang merasa bosan memilih menonton televisi dan getaran telpon nya membuat konsentrasinya bunyar dan ternyata tasya lah yang menelpon nya.
"kanapa?"tanya karina to the poin
"ngak sih, cuman mau mastiin lo baik baik aja,"ucap tasya sambil menyambung kan telepon mereka kepada flora.
"wah, ada gosip apa ni tumben gue di sambungin,"ucap flora yang baru gabung langsung nimbrung.
"lo kalo gosip aja lo cepet lo,"dengus tasya.
"eleh, sok lo ngak gitu aja, lo lebih parah kali,"ucap flora juga tak mau kalah.
"iya lah tu"
"eh, btw si kenzi kemana kar?"tanya tasya kepo.
__ADS_1
"udah tidur duluan dia,"jawap karina.
"lo kok belum tidur kar, kasian si kenzi tidur sendirian temenin gih,"surih flora yang membuat tasya yang ada di seberang sana mendekik tajam.
"lo pea atau goblok sih, udah tau mereka lagi berantem malah lo bilang gitu,"denggus tasya yang membuat flora mencebik kesal.
"gue, cuma becanda kali ngak usah masukin ke hati cukup masukin ke kantong,"ucap flora yang membuat karina dan tasya gemas sendiri.
"flo, kalo lo ada di samping gue rasanya pengen gue getok kepala lo tau ngak,"gemas tasya sambil menatap jengkel kepada flora.
"jahat bener lo, pantesan jomblo,"ejek flora.
"s*alan lo, lo juga jomblo kali,"tandas tasya, memdengar itu karina langsung teringat ucapan abangnya tadi yang memintanya untuk mendekatkan dirinya dengan tasya.
"gue ngak jomblo lagi ya, udah punya gebetan gue,"ucap flora dengan sombongnya yang membuat tasya mengerang kesal di seberang sana.
"hilih, iri bilang bos,"
"sust, udah, enggak pas ketemu ngak di telpon ribut mulu lo berdua ahk panas ni kupinh denger nya,"ucap karina melerai.
"panas? kipas sayang,"ucap flora yang membuat tasya dan karina mentap jengkel kepadanya sedangkan dia sendiri malah terkekeh melihat eksperesi kedua sahabatnya itu.
"yaudah lah ya gue matiin babai,"ucap karina memutuskan sambungan telepon.
Setelah selesai bertelepon dengan kedua sahabatnya karina kembali fokus pada televisi sampai sampai dia tak sadar bahwa jam sudah begitu larut, kenzi yang melihat karina tak kunjung datang langsung bergegas ke bawah, dan benar saja karina masih tetap terjaga sambil menikmati beberapa cemilan.
__ADS_1
kenzi dengan langsung langsung mematikan televisi yang membuat karina kesal.
"ihh kok di matiin tanggung tau,"ucap karina mengerucutkan bibirnya sebal.
"ini udah larut ngak baik cewek bergadang,"ucap kenzi dan dengan cepat langsung mengangkat karina bagaikan karunga beras, karina yang kaget langsung berteriak.
"ihh kenzi, turunin,"teriak karina namun sama sekali tidak di gubris oleh kenzi walaupun karina sudah memukul mukul pundak kenzi.
sesampainya di kamar kenzi langsung membanting karina ke kasur untung lah kasur mereka empuk sehingga tak membuat karina kesakitan.
kenzi pun dengan langsung mengunci pergerakan karina, walupun karina memberontak namun tetap saja kekuatan kenzi lebih besar dibandingkan dia.
"udah diam, tidur,"ucap kenzi sambil memeluk karina dengan erat, namun bukan karina namanya kalo secepat itu menurut dia tetap memberontak ingin lepas dari kukungan kenzi.
"diam dan tidur atau aku cium,"ancam kenzi yang berhasil membuat karina diam dan mencoba memenjamkan matanya sedangkan kenzi tersenyum puas saat melihat karina yang takut akan ancaman nya.
dengan seksama kenzi manatap dalam ke arah wajah cantik nan alami milik karina perasaan bersalah mulai muncul dan menghantuinya.
"kar maaf,"bisik kenzi pelan dan mengecup pucuk kepala karina dan juga kening nya secara bergantian dan ikut memenjamkan mata dan tetap masih memeluk karina dengan erat.
karina yang memang belum benar benar tertidur langsung membuka matanya dia tau apa yang kenzi lakukan karina mulai terseyum. rasa hangat akan perlakuan kenzi mulai menjalar di hatinya. bohong kalo dia mengatakan bahwa dia tidak mencintai kenzi namun ke egoisan mengalahkan semuanya.
karina juga merasa bersalah karna tidak bisa tegas dalam membasmi pelakor.
...****************...
__ADS_1
plisr tinggalkan jejak sperti like komen, vote dan fafvorit biar akunya semangat kayaknya aku ngak ada semangat ngelanjutin ini cerita karna semakin hari kok malah makin sepi aja