
pagi telah tiba cahaya matahari membuat pasangan pasutri itu terusik, karina yang duluan membuka mata kaget saat ingin membangun kan kenzi merasa suhu badan kenzi yang begitu panas.
"ken kamu demam?"tanya nya.
"hmm,"dehem kenzi malas.
dengan sepontan ia langsung bangkit dari tidur nya dia langsung mengambil hendphone nya yang berada di atas nakas, guna untuk menelpon flora mengabari bahwa dia tidak dapat datang ke sekolah, tak lupa dia juga menelpon dokter pribadi keluarga nya untuk meresep obat untuk kenzi.
"ken, bubur mau?" tanya karina sambil meletakkan tangan nya di kening kenzi.
"iya,"singkat kenzi dengan suara yang parau.
dengan cepat karina langsung bergegas ke dapur dan dengan cekatan mengeluarkan bahan bahan makanan yang di perlukan dari kulkas.
setelah semua selesai karina dengan cepat bergegas ke atas untuk memberi makan kenzi.
"ken, bagun dulu gih, makan,"ucap karina mengoncangkan badan kenzi, namun ia kembali panik saat memegang badan kenzi bukan nya semakin membaik malah badan kenzi yang semakin panas.
karina langsung sepontan bergegas ke bawah lagi mengambil air hangat karna dia ingin mengompres kenzi.
setelah mengompres kenzi, karina langsung dengan sigap menyuapi kenzi yang tengah berbaring.
"ken, ayo buka mulut,"ucap karina seperti menyuapi anak.
"udah kar, rasanya juga hambar,"tolak kenzi yang merasa bubur yang di makan itu hambar rasanya.
"satu suap lagi ya,"bujuk karina tak menyerah hingga akhirnya kenzi pun mengunggukkan kepala pertanda setuju.
setelah selesai karina langsung membereskan tempat makan kenzi dan berketetapan dokter cindy dokter pribadi keluarga karina juga sampai di rumah mereka.
karina yang hendak ke dapur untuk menyimpan piring bekas makan kenzi ia urungkan karna ia juga khawatir dengan keadaan kenzi, takut nya ada penyakit yang serius.
dan dengan cepat juga dokter cindy langsung memeriksa kenzi mulai dari pengecekan suhu juga pengecekan tekanan darah.
setelah dokter cindy selesai memeriksa kenzi, dan karina yang telah memeberikan obat yang telah di resep oleh dokter cindy, karina dengan tidak sabaran langsung menanyalan keadaan kenzi.
"gimana dok, enggak ada penyakit serius kan?"tanya karina dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"ini cuman demam biasa kok, ini saya resep obat nya cukup di minum secara rutin aja pasti sembuh kok,"ucap nya sambil terkekeh pelan melihat eksperesi karina.
akhirnya karina pun bisa bernafas lega saat dokter cindy mengatakan bahwa tidak ada penyakit serius yang di derita kenzi.
setelah selesai memeriksa dokter cindy pun pamit undur diri dan karina pun kembali melanjutkan aktivitas nya.
baru juga karina ingin menduduk kan diri di meja rias nya langsung di panggil lagi oleh kenzi.
"kar,"teriaknya parau.
"iya,"sahut karina bergegas menghampiri kenzi.
"apa?"
"dingin kar,"ucap nya dengan badan yang menggigil.
"aku doubel ya selimutnya,"ungakap karina dan langsung di angguki oleh kenzi.
"masih dingin?"tanya karina setelah memasang selimut lagi pada kenzi, dan di angguki oleh kenzi.
"kar, elus,"manja kenzi. namun tak urung karina tetap melakukan nya dengan teletah mengelus pinggung kenzi hingga akhirnya ia pun ikut terlelap.
...****************...
hampir 2 jam karina ikut tertidur setelah bagun dia dengan cepat langsung mengecek suhu badan kenzi dengan tangan nya, akhirnya dia bisa bernafas lega saat suhu badan kenzi yang sudah tidak sepanas tadi.
ia langsung bergegas ke dapur ia berencana ingin membuatkan kenzi sup ayam.
setelah hampir 1 jam berkutat dengan dapur karina langsung bergegas membangun kan kenzi untuk makan siang tak lupa ia juga langsung membawa makan nya ke atas tidak ingin bolak balik turun ke bawah.
"ken bangun,"ucap karina sambil menepuk nepuk pelan pipi kenzi.
"makan,"ucap nya lagi saat melihat kenzi yang mulai membuka mata.
"enggak ahk,"tolak nya, namun bukan karina namanya kalo dia tak berhasil membujuk kenzi.
setelah dengan bujuk rayuan karina akhirnya kenzi pun dengan terpaksa menganggukan kepala pertanda setuju.
__ADS_1
"kamu udah makan?"tanya kenzi sambil menatap karina yang begitu teletah menyuapi nya.
"udah,"bohong karina namun ia tak pandai menyembunyikan kebohongan, kenzi bisa melihat bahwa karina tengah berbohong.
"bohong, pasti kamu belum makan kan?"tanya kenzi menatap tajam kepada karina dan dengan pelan lahirnya karina menganggukan kepala.
"huhh, makan bareng,"tegas kenzi yang membuat karina tidak mampu menolak, akhirnya mereka makan sepiring berdua.
selesai makan berdua karina langsung menyimpan piring bekas makan mereka berdua, dan kembali ke kamar untuk menemani kenzi.
"kar," panggil kenzi yang membuat karina yang tengah asik memainkan hp nya mendonggak menatap ke arah kenzi yang mengisyaratkan ia menanyakan apa.
"dingin sayang peluk,"modus kenzi.
"apasih kan udah baikan,"ucap karina mencebik.
"masih dingin peluk lagi dong,"goda kenzi lagi sambil menepuk nepuk kasur di sebelahnya.
"beneran?"tanya karina memastikan.
"iya,"ucap kenzi meyakin kan dan akhirnya karina pun percaya dengan bualan kenzi dan langsung ikut masuk ke dalam selimut.
lagi dan lagi tangan nakal kenzi yang tak bisa diam meyelip masuk ke dalam baju karina dan langsung mengelus ngelus pinggang karina.
"tangan nya ken,"ucap karina mentap sebal ke arah kenzi.
"dingin sayang lagian kan kita udaj sah,"ucap kenzi yang langsung membuat karina menggelembungkan mulutnya lantaran sebal dengan kenzi.
"peluk dong,"ucap kenzi dan langsung menaruh tangan karina di punggungnya.
"elusin,"suruhnya lagi dan semakin mempe'erat pelukan nya menghirup dalam dalam aroma tubuh karina yang begitu membuatnya candu.
...****************...
jangan lupa untuk like, komen dan vote ya oh ya jangan lupa juga buat klik faforit biar aku semangat up nya.
dan maaf jarang up soalnya lagi sakit baru ini mengang hp lagi so selamat membaca.
__ADS_1