
setelah kedua orangtuanya pergi kenzi hanya menatap kosong terhadap rumah itu, rasanya tidak ada semangat untuk melakukan apapun.
kenzi menatap ke arah dapur, bayangan bayangan karina yang sering memasak disana langsung terlintas di benaknya.
mata kenzi pun langsung menatap ke arah televisi dimana karina sering menonton disana sampe larut malam yang membuat kenzi selalu sebal.
rasanya dunianya hampa, kecerewatan karina sepetinya sudah candu baginya.
kenzi perlahan lahan menaiki tangga menuju kamar mereka dulunya bersama karina, kenzi sedikit tersenyum kecil saat menatap ke arah kamar mandi, ia jadi teringat dimana karina yang sering lupa membawa handuk dan memintanya untuk mengambilkan, tapi sekarang di rumah berlantai dua itu hanya dihuni oleh nya seorang, rasanya sunyi karna tidak ada lagi repetan karina yang selalu mengoceh setiap waktu.
kenzi hanya mampu tersenyum kecut mengingat momen momen indah itu, sekarang siapa yang igin dia salahkan, tidak ada sehinga dia hanya dapat pasrah terhadap takdir.
Setelah merenung cukup lama kenzi akhirnya memutuskan untuk istirahat
****
pagi kembali meyapa matahari dengan sinar hangat nya meyinari kenzi yang tengah tertidur hangat nya matahari tak sehangat hati kenzi.
__ADS_1
dia yang biasanya setelah bangun langsung melihat pemandangan karina yang tengah tertidur pulas namun kini pemandangan itu tidak ada lagi.
kenzi langsung bergegas mandi dan langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan karna biasanya yang menyiapkan makanan iyalah karina.
sesampainya di sekolah kenzi langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus roda 4 dan saat turun berketepatan juga karina dan juga alvin turun dari mobil mereka, namun kini sudah berbeda karina saat melihat kenzi langsung membuang muka dan tidak ingin menatap sedikitpun ke arah kenzi begitu pula dengan alvin ia terlanjur kecewa.
"kar, tunggu,"ucap kenzi berusaha mengejar karina. sehinga akhirnya dia berhasil meraih tangan karina, namun langsung di tepis kasar oleh karina, tidak ada lagi karina yang baik dan berhati lembut.
"apa?"tanya karina dengan dingin. hati kenzi langsung seperti di remas remas melihat sikap dingin karina kepadanya.
"kar, aku minta maaf ya kita baikan aku janji bakal berubah,"ucap kenzi memelas terlihat begitu menyedihkan.
"kar, plise lah mau ya,"ucap kenzi berusaha membujuk karina lagi.
"kalo aku bilang ngak mau ya ngak mau, gimana sih ngak ngerti bahasa indonesia ya heran,"ucap karina pedas yang membuat kenzi kaget mendengarnya karna sejatinya karina tidak pernah berkata se kasar itu.
"kar, kok kamu gitu sih,"
__ADS_1
"kamu pikir aja pake otak kamu yang kamu bilang pintar itu, aku bukan karina yang dulu dengan mudah kamu bodoh bodohin, anggap aja aku bodoh waktu itu sehingga mau bertahan sama kamu walaupun sering disakiti, tapi sekarang enggak lagi ya sorry walaupun kamu nangis darah aku tetap enggak mau bye,"ucap karina berlalu dari sana tanpa menghiraukan tatapan memelas kenzi.
"lo, udah berapa kali sih gue bilang, jangan deketin adek gue lagi, ohh apa lo masih mau tonjok tonjok gue?"tanya alvin sambil bersikap dada menatap tajam ke arah kenzi.
"aku sayang sama karina bang,"
"hah? sayang t*i tau ngak, pokoknya lo jauhin adek gue sebelum ini melayang lagi sama lo,"ucap alvin sambil menunjuk tangan nya yang terkepal dan berlalu dari sana meningalkan kenzi yang sudah mulai merenung merenungi kesalahanya.
jika kalian menanyakan keberadaan nia dia langsung menghilang bak ditelan bumi, bahkan di saat kenzi membutuhkannya pun dia tak ada.
kenzi yang sudah merasa tidak tenang memilih untuk bolos dan pergi entah kemana hendak mencari pelepasan kekesalannya.
akhirnya kenzi memilih rokok sebagai penenang seteres nya 3 barang rokok sudah habis di sesapnya jujur dia tak pernah serapuh ini katakan lah dia cengeng tapi memang dia sudah terlanjur bergantung kepada karina, tidak adanya karina dalam hidupnya membuat dia merasa kehilangan sosok yang selalu menemani waktu luangnya.
...----------------...
karina jahat ngak sih?
__ADS_1
selalu stay nungguin cerita aku ya