
Setelah jam istirahat usai semua murit murit sma garuda segera beranjak dari kantin ke kelas masing masing begitu pula dengan karina dan kedua sahabatnya yang ikut beranjak dari duduk nya menuju kelas.
Kini mereka sedang belajar pelajaran yang tidak di sukai oleh beberapa murit ya apa lagi kalo bukan matematika, namun tidak dengan karina dia sangat serius karna memang matematika adalah mata pelajaran favoritnya setelah bahasa inggris.
setelah berkutat dengan angka angaka yang begitu melelahkan bagi mereka akhirnya bel pertanda pelajaran usai telah berbunyi seluruh murit begitu bahagia seakan bell pulang adalah hal yang paling di nanti.
"baik anak anak pelajaran sampai di sini dulu untuk tugas nya kerjakan halaman 89 minggu depan di kumpul"ucap buk ratna guru matematika mereka.
baru juga mereka bahagia karna mendengar bel pulang mereka kembali mendesak kecewa mendengar adanya pr.
"huh baru juga seneng mau pulang, eh malah di kasih pr,"ucap flora mendesah kecewa.
"tau tu gak bisa apa dia nengok kita bahagia,"timpal tasya juga.
"udah jangan ngeluh gitu, semangat dong,"ucap karina memberi semangat.
"yaudah pulang yuk,"ajak flora.
"let's go"ucap tasya dan karina serempak.
*****
"kenzi lama banget sih,"keluh karina
"mungkin si ulat lagi nempel nempel tu sama si kenzi,"ucap tasya memanggil nia dengan sebutan ulat.
"hus ngak boleh gitu ahk,"ucap karina.
__ADS_1
"belain aja teros belain,"ketus tasya sambil memalingkan muka sebal, ia tak habis fikir dengan karina yang masih sempat sempatnya membela nia yang jelas jelas sedah memngibarkan bendera peperangan.
tin tin tin
suara klakson kenzi mengagetkan mereka bertiga.
"astajim, ken lo bisa ngak sih jangan ngagetin kalo jantung gue copot lo mau tanggung jawap apa?"sewot tasya dengan emosi yang naik turun.
"klo jantung lo copot, nanti gue ambil deh gue ganti sama jantung anj*ng,"ucap kenzi santai tanpa beban.
"s*alan lo,"umpat tasya sebal.
"becanda aku,"ucap kenzi tersenyum simpul.
"udah udah, gue duluan ya,"pamit karina yang menghentikan perdebatan antara kenzi dan tasya.
"okey,"jawap tasya dan flora serepak.
"duh ngapain sih si ulat ini datang gangu baget,"ucap tasya dalam hati menatap nia dengan sebal ya yang berteriak memanggil kenzi tadi ialah nia musuh bebuyutan tasya.
"apa,"singkat kenzi
"gue bisa nebeng ngak?"tanya nia dengan tidak malu nya.
"emm, gimana ya,"bingung kenzi sulit mengambil keputusan, ia juga tak ingin gegabah mengambil keputusan yang nantinya membuat karina sakit hati.
"gak usah ngenjen deh lo ngak tau malu banget,"ucap tasya mengeluarkan bendera peperangan kepada nia.
__ADS_1
"kenzi aja ngak keberatan kok, lagian emang lo siapa kenzi?"tanya nia juga dengan wajah menantangnya yang semakin membuat emosi tasya memuncak.
"udah lah sya, lo boleh nebeng kok,"ucap karina dan tetap dengan di temani senyuman yang manis.
"iya lo masuk aja,"balas kenzi juga.
"tu yang punya mobil aja gak keberatan kok lo yang bukan siapa siapa sewot sih,"ucap nia menatap malas kepada tasya.
baru juga tasya ingin membalas perkataan pedas nia, langsung di potong oleh karina.
"udah yuk nia kita pulang bareng,"ajak tasya jangan lupakan tetap dengan senyuman manis nya.
"hmm,"dehem nia singak.
baru juga karina membuka pintu mobil di bagian depan langsung di jegat oleh nia.
"eh kar, gue di depan dong lo di belakang, soal nya gue ngak bisa kalo duduk di belakang,"suruh nia tanpa merasa malu.
"eh markutet hak apa lo nyuruh nyuruh sahabat gue di belakang, lo yang numpang ya harusnya lo dong yang di belakang, jadi cewek tau diri dikit dong, jangan genjen,"ketus tasya merasa geram pada sikap nia yang seenak nya.
"apa sih lo nyaut mulu dari tadi lagian kita kan sama sama numpang,"sahut nia tak terima di tuduh genjen sama tasya.
"udah sya gue ngak papa kok, gue di belakang aja,"sahut karina mengalah.
"au ah, lo itu jangan terlalu baik napa kar, baik boleh tapi bodoh jangan,"ujar tasya langsung berlalu dari sana dan di ikuti juga oleh flora.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
seperti biasa jangan lupa jempol goyang nya.
jangan lupa juga buat fot dan favorit ya biar author semagat up walaupun badai menggoncang wkwkw.