Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 37 Desakan papa Alex


__ADS_3

Tiara melongo tidak percaya dengan apa yang Bu Maya sampaikan pada nya barusan. Bagaimana bisa dia dipindahkan ke bagian ruangan CEO.


"Ra...kok kamu malah bengong?" tanya Bu Maya karena melihat Tiara yang justru melamun.


"Eh..iya Bu...saya cuma masih tidak percaya kenapa saya di pindah tugaskan ke bagian CEO? bukan kah selama ini yang bertugas di sana adalah orang - orang pilihan ya Bu yang kinerja nya jelas sudah tidak di ragukan lagi. Sedangkan saya sendiri masih baru di sini Bu, dan belum ada pengalaman sama sekali jika harus pindah di bagian ruangan CEO Bu?" Tiara berusaha untuk mencari alasan supaya Bu Maya mau membatalkan pemindahan nya.


Sebenar nya bukan karena itu alasan utama Tiara menolak pemindahan tugas nya. Kalau masalah pengalaman memang Tiara belum ada apa - apa nya akan tetapi Tiara adalah tipe orang yang cepat belajar dalam segala hal termasuk pekerjaan baru. Akan tetapi jelas alasan utama dia menolak karena yang menjadi CEO adalah orang yang selalu ingin dia lupakan selama ini.


Jika dia bekerja membersihkan ruangan CEO secara otomatis dia akan berinteraksi dengan Alex setiap hari bahkan setiap saat. Karena yang bertugas di sana itu merangkap sebagai OB juga yang menyediakan seluruh kebutuhan Alex dalam hal menyiapkan makanan dan minuman yang Alex inginkan. Karena Alex tipe orang yang jarang makan di luar kantor.


"Ini sudah menjadi keputusan perusahaan Ra kamu harus pindah ke bagian ruangan CEO mulai besok. Tenang saja di sana kamu tidak langsung di lepas begitu saja, ada Yanto yang akan membimbing mu terlebih dahulu. Dia nanti akan menjelaskan hal apa saja yang harus kamu lakukan, dan semua hal yang berkaitan dengan pak Alex," jelas Bu Maya.


"Tapi Bu?"


"Sudah jangan kebanyakan protes, ibu tahu kamu pasti mampu melakukan hal itu. Dan ingat Ra, jika kamu menolak pemindahan ini maka perusahaan akan memecat mu," ancam Bu Maya.


Tiara seketika menganggukkan kepala nya menandakan setuju jika mulai besok dia bekerja membersihkan ruangan CEO. Dia harus bersikap profesional bagaimana pun dia tidak mau sampai kehilangan pekerjaan nya ini hanya karena mementingkan ego nya. Ada dua anak yang harus dia pikirkan masa depan nya jika sampai dia kehilangan pekerjaan ini bagaimana dia bisa menghidupi kedua buah hati nya dengan layak nanti nya.


Setelah menandatangani kontrak kerja yang baru Tiara permisi dari ruangan ibu Maya dan melanjutkan pekerjaan nya di lantai satu.


"Bagaimana Ra, apa kata Bu Maya?" tanya Nadia.


Huft,


Tiara menghela nafas nya berat sebelum menjawab pertanyaan dari sahabat nya itu.

__ADS_1


"Aku dipindah tugaskan untuk membersihkan ruangan CEO mulai besok Nad," jawab Tiara lemas sambil duduk di tempat istirahat khusus untuk para cleaning service dan OB.


"What's!!! kamu dipindah tugaskan di ruangan CEO Ra..serius kamu?"


"Hem..."


"Waw...luar biasa, beruntung sekali kamu Ra. Ngga semua cleaning service bisa di tempatkan di sana lho. Ini benar - benar keajaiban, secara kamu adalah karyawan baru lho Ra tapi sudah di beri tugas untuk membersihkan ruangan orang nomer satu di kantor ini, selamat ya say...aku ikut senang," ucap Nadia dengan senyum bahagia.


Tiara hanya menanggapi dengan senyuman biasa tidak tampak raut bahagia sama sekali di wajah cantik ibu dua anak itu karena sudah terpilih untuk membersihkan ruangan orang nomer satu di kantor AW.Group itu.


"Kok kamu seperti nya tidak senang Ra di pindah tugas kan di sana?" tanya Nadia yang curiga dengan ekspresi yang di tampilkan oleh sahabat nya itu.


"Eh...aku senang kok, cuma aku ragu saja apa aku bisa?" bohong Tiara. Mana mungkin dia menceritakan yang sebenar nya pada Nadia.


"Aku yakin pasti kamu mampu kok Ra, Semangat..."


**


Di kantor AW.Group pusat,


Dua laki - laki tampan beda generasi sedang makan siang bersama di ruangan tuan Wira. Mereka sengaja tidak makan siang di luar karena atas permintaan Alex pasti nya.


"Ada apa papa memanggilku ke sini," tanya Alex di sela - sela menyantap hidangan makan siang nya.


"Papa kangen saja ma kamu nak, sudah lama sekali kita tidak menghabiskan waktu berdua seperti ini."

__ADS_1


"Maaf pah, aku sangat sibuk sekali semenjak kedatangan ku ke Indonesia. Banyak hal yang harus aku urus selain urusan kantor."


Papa Alex hanya manggut - manggut mendengar jawaban anak semata wayang nya itu. Benar yang diucapkan Alex, anak laki - laki nya itu memang sangat lah sibuk sekali. Selain mengurus perusahaan dia juga mengurus beberapa resto, hotel dan club basket yang di mana Alex menjadi manager dari club' basket tersebut.


"Oh ya, bagaimana hubungan kamu ma Jesika. Papa harap ada kemajuan ke arah yang lebih serius lagi Al."


Alex menghentikan aktifitas makan nya mendengar pertanyaan dari ayah nya itu. Hal ini lah yang Alex tidak suka jika bertemu ayah nya itu, dia akan selalu mendesak Alex untuk segera melegalkan hubungan nya dengan Jesika.


"Pah....aku belum memikirkan ke arah sana, lagian dari awal papa juga sudah tahu jika aku tidak mencintai Jesika. Cinta tidak bisa di paksaan pah, dan untuk menjalani rumah tangga itu harus dilandasi dengan cinta bukan karena bisnis," jawab Alex dengan tegas.


"Tapi Al..."


"Kalau papa tetap memaksa aku untuk segera menikah dengan Jesika, aku akan kembali ke Amerika, maaf pah aku harus segera kembali ke kantor karena masih banyak hal yang harus aku pelajari," pamit Alex.


Tuan Wira hanya menghela nafas melihat kepergian anak nya itu. Laki - laki paruh bayah itu membenarkan ucapan Alex jika untuk membangun rumah tangga itu bukan di landasi oleh kepentingan bisnis melainkan dengan rasa cinta. Dan dia juga tahu jika sang anak tidak mencintai wanita pilihan nya itu. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuk hal itu, karena dia terikat hutang budi pada ayah Jesika.


Alex sampai di kantor nya lagi sekitar pukul dua siang. Dia langsung menuju ke ruangannya dan melanjutkan aktifitas nya.


Dia jadi ingat dengan Tiara, apakah proses pemindahan tugas wanita itu ke ruangan nya sudah beres.


"Jo..apakah tugas yang saya berikan pada mu sudah beres semua," tanya Alex pada asisten nya lewat sambungan telepon.


[ ....................... ]


"Bagus...kamu memang selalu bisa di andalkan Jo," jawab Alex dengan mengangkat ujung bibir nya membentuk sebuah senyuman.

__ADS_1


Sedangkan sang asisten merasa heran kenapa bos nya itu seakan - akan sangat mengharapkan wanita yang berprofesi sebagai cleaning service itu segera bekerja di ruangan nya.


"Seperti nya pak Alex tertarik dengan wanita itu..."


__ADS_2