Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 58 Bantuan Abimana


__ADS_3

Mohon maaf jika alir dari cerita ini sedikit lambat untuk sekedar mengungkapkan kebenaran yang terjadi, karena author ingin mengungkapkan nya dengan perlahan tapi pasti. Sekali lagi mohon maaf jika karya ini tidak sesuai dengan keinginan para readers🙏🏻🤗


Maaf juga karena baru sempat UP, karena ada sedikit kendala, mohon dukungan nya selalu untuk para readers supaya author lebih semangat lagi untuk berkarya🙏🏻😘🌹


**


"Apa yang kamu lakukan hah!" ucap seorang pria tampan yang tak lain adalah Abimana Mahendra yang malam itu juga hadir memenuhi undangan dari sahabat sekaligus rekan bisnis dari Alex.


Abimana yang saat itu sedang menerima telepon tiba - tiba dia tidak sengaja melihat Tiara sedang melayani beberapa tamu undangan dengan membawa nampan minuman. Laki - laki yang terkenal sering bergonta - ganti pasangan itu kemudian mengikuti Tiara sampai dia melihat Tiara yang sedang di perlakukan tidak baik oleh dua orang tamu yang Abimana duga kenal dengan Tiara.


Walaupun dia tergolong laki - laki brengsek karena tapi dia paling tidak suka jika ada wanita yang di perlakukan tidak baik seperti itu. Apalagi oleh sesama wanita.


"Aku tidak tahu kalian ada masalah apa dengan wanita ini, tapi tindakan kalian ini tidak mencerminkan jati diri kalian sebagai wanita yang berkelas," kata Abimana dengan nada yang penuh penekanan dan tatapan tajam ke arah Karen dan Aura.


Tidak banyak kata lagi, Abimana langsung membuka jas mahal nya lalu dia gunakan untuk menutupi tubuh Tiara. Kebetulan saat itu Tiara memakai kemeja putih. Dan kemeja putih itu terlihat transparan saat terkena siraman minuman tadi.


"Ayo kita pergi dari sini..." Abimana langsung menarik tangan Tiara keluar dari kerumunan orang di sana.


Tiara pun tidak menolak sama sekali ajakan dari Abimana. Karena saat ini perasaan nya benar - benar sedang tidak baik atas apa yang di lakukan oleh dua orang teman semasa SMA nya dulu.


Di ujung panggung sana Alex mengepalkan tangan nya kuat dan rahang nya mengeras melihat pemandangan yang ada di depan nya itu. Untung saja kedua orang tua nya sudah tidak ada di sana begitu pun dengan kedua orang tua Jesika.


Awal nya dia ingin menolong Tiara akan tetapi dia kalah cepat dengan Abimana. Sedangkan Jesika yang melihat itu semua tersenyum menang karena kedua teman nya telah berhasil mengerjai Tiara. Dan di tambah Alex tidak bisa berbuat apa - apa saat Abimana membawa pergi Tiara dari tempat itu.


Hal serupa pun di lakukan David, karena juga tidak bisa menolong Tiara saat wanita yang pernah singgah di hati nya saat SMA dulu di perlakukan tidak baik oleh Karen dan Aura. Sebenarnya dia ingin menolong Tiara, akan tetapi baru saja dia melangkah lengan tangan nya sudah di cekal oleh Rani, wanita yang saat ini bergelar kekasih nya itu.


"Bukankah tadi itu Abimana?laki - laki yang kamu incar sejak dulu?" bisik Aura di telinga Karen yang diam mematung melihat kepergian Tiara dan Abimana begitu saja.

__ADS_1


"S**l...." umpat Karen dalam hati.


Sedangkan di pojok ruangan ada seorang laki - laki yang berdiri dengan perasaan bersalah. Laki - laki itu selama enam tahun ini telah memendam rasa bersalah karena telah melakukan hal yang sangat keterlaluan. Bisa di katakan jika apa yang sudah dia lakukan itu dalam kategori hal yang jahat.


"Aku tidak bisa begini terus, aku tidak mau se umur hidupku merasa bersalah, aku harus segera mengungkapkan kebenaran ini," ucap laki - laki itu yang kemudian pergi meninggalkan acara itu.


**


Di sebuah bangku taman yang terletak di luar gedung acara pesta tersebut Tiara dan Abimana kini berada.


"Terima kasih tuan, karena telah menolong saya," ucap Tiara dengan tulus kepada Abimana.


"Hem...kenapa kamu tidak melawan mereka setelah apa yang mereka lakukan pada mu tadi."


Tiara hanya menggeleng dan tersenyum. Senyuman itu memang terlihat manis, akan tetapi dari senyuman itu Abimana bisa lihat penuh dengan luka, amarah dan kecewa.


"Kamu mengenal mereka?"


Tiara mengangguk," yang berada di pesta itu semua adalah teman sewaktu SMA saya tuan."


"Hah...bearti Alex dan tunangan nya juga...."


"Ya....mereka teman SMA saya."


Jawaban Tiara sungguh membuat Abimana tercengang. Sekilas dia mengingat sepenggal ucapan Karen dan Aura tadi.


..."Hei...ada apa dengan mu sekarang? kamu sudah alih profesi, atau kamu sudah tidak laku lagi, oh....aku tahu, om - om yang memakai jasa kamu selama ini sudah bosan seperti nya, hahaha....sehingga kamu sekarang menjadi pelayan seperti ini."...

__ADS_1


..."Itu balasan yang seharusnya kamu terima, karena telah mencoreng nama baik sekolah kita dulu. Seharusnya kami melakukan hal ini sejak dulu," ...


^^^Ucapan itu tiba - tiba terngiang di telinga Abimana. Dia kemudian menatap wanita yang tengah duduk di depan nya itu dari ujung kepala dan ujung kaki.^^^


"Seperti nya dia wanita baik - baik, tidak seperti yang mereka tuduhkan pada nya," batin Abimana sambil memandang Tiara dengan tatapan yang begitu intens.


"Tuan...sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan nya, saya harus kembali bekerja lagi," ucap Tiara sambil menyerahkan jas milik Abimana.


"Kamu yakin akan kembali bekerja dengan penampilan seperti itu?"


Tiara kemudian melihat penampilan diri nya, benar saja yang Abimana ucapkan. Kemeja putih yang dia kenakan sekarang sudah kotor dan terlihat jelas dalaman yang Tiara kenakan saat ini. Karena kaget Tiara langsung menarik jas Abimana yang tadi dia berikan pada Abimana untuk menutupi kedua aset bagian atas Tiara yang tercetak nyata itu.


Hal itu membuat Abimana terkekeh, dia kemudian merogoh ponsel nya dan menghubungi seseorang di seberang sana.


"Bagaimana ini, tidak mungkin aku melanjutkan pekerjaan ku dengan pakaian seperti ini. Aku juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan ini begitu saja," gumam Tiara dalam hati.


Saat Tiara merasa bingung harus bagaimana, datang lah seorang laki - laki yang merupakan asisten pribadi dari Abimana membawa sebuah paper bag. Laki - laki itu kemudian menyerahkan paper bag itu pada Abimana.


"Ini ....di dalam nya ada pakaian yang layak untuk kamu pakai supaya kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu. Dan untuk jas itu kamu simpan saja, siapa tahu nanti kamu kangen pada ku," kata Abimana sambil terkekeh.


Tiara mau tidak mau menerima paper bag itu, bagaimana pun dia butuh pakaian yang layak untuk dia pakai saat ini.


"Terima kasih tuan....suatu saat nanti saya pasti akan membalas kebaikan tuan," ucap Tiara sambil tersenyum manis dan dia segera meninggalkan tempat itu. Tujuan nya sekarang ini adalah toilet wanita.


Abimana terpaku dengan senyuman Tiara sampai dia tidak menyadari jika wanita itu telah hilang dari pandangan nya saat ini.


"Hei....siapa nama mu, kita belum berkenalan...."

__ADS_1


__ADS_2