
"Sempurna...."
Nadia berucap dengan penuh kepuasan seraya menatap bayangan Tiara di cermin.
"Akhirnya ilmu MUA ku bisa di pakai juga setelah sekian purnama tersimpan," kata Nadia terkekeh dan merasa puas dengan hasil karya nya yang dioleskan di wajah cantik Tiara.
Sedangkan Tiara sendiri merasa tidak percaya jika yang berada di dalam cermin itu adalah diri nya. Beberapa kali dia mengerjapkan kedua mata nya guna untuk memastikan apakah ini nyata ada nya.
"Ini beneran aku nad?"
"Hah...iya ini kamu Ra, emang siapa lagi."
Tiara berdiri dan memutar tubuhnya di depan cermin itu. Gaun mewah bewarna merah marun kini melekat di tubuh nya. Gaun yang sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih sehingga membuat Tiara tampak terlihat begitu cantik, elegan dan berkelas. Di tambah make up flawess yang melekat sempurna di wajah menambah aura Tiara semakin terpancar.
"Apa ini tidak berlebihan Nad?"
"Berlebihan bagaimana Ra ..ini sudah sempurna sekali. Gaun ini sangatlah cocok di tubuh mu, kamu begitu beruntung sekali Ra mendapatkan ini semua, calon suami yang tampan, tajir melintir dan calon mertua yang baik nya selangit membuat jiwa miskin gue meronta-ronta Ra" kata Nadia cengengesan.
Tiara hanya menanggapi dengan tersenyum tipis. Yang dikatakan Nadia memang benar, dia sangat lah beruntung mendapatkan calon suami dan mertua seperti Alex dan Ny.Sofia. Namun untuk mencapai titik ini dia harus menjalani penderitaan selama bertahun-tahun. Bisa dikatakan ini adalah buah dari kesabarannya selama ini.
Sejak kejadian enam tahun yang lalu terbongkar semua Alex selalu berusaha untuk selalu memanjakan Tiara dan kedua anak nya. Tidak hanya Alex yang bersikap seperti itu, Ny.Sofia pun juga seperti itu hampir setiap waktu dia selalu mengirim makanan, mainan dan pakaian dari butik nya baik untuk si kembar atau Tiara.
Seperti sekarang ini, untuk menghadiri acara ulang tahun calon mertua nya Alex telah mengirim beberapa gaun mewah, sepatu, alat make up dan perhiasan yang sudah di pastikan dengan harga fantastis.
Tiara awal nya menolak dengan apa yang Alex berikan pada nya, jangan sebut laki - laki tampan yang menjabat sebagai CEO AW.Group itu Alexander Wiratama kalau tidak bisa menyakinkan Tiara untuk menerima semua pemberian nya.
**
Selama dalam perjalanan sampai tiba di kediaman orang tua nya, Alex tidak henti - henti nya menatap wajah cantik calon istri nya itu. Entah sudah berapa kali dia memuji kecantikan Tiara, sampai sang putra merasa jengah dengan sikap ayah nya itu.
__ADS_1
"Ayah...stop! Jangan puji ibu terus seperti itu, ayah tidak bisa lihat muka ibu sampai merah seperti itu. Aku tahu ibu sangat cantik hari ini, tapi tidak seperti itu juga ayah sudah 199 kali memuji kecantikan ibu," ucap Juna datar.
"Hah...kakak menghitungnya sejak tadi?"
"Hemm...."
"Astaga hal seperti itu saja kakak hitung, benar - benar orang yang kurang kerjaan," Luna memutar bola mata nya jengah dengan kelakuan absurd sang kakak.
Sedangkan Alex dan Tiara hanya tersenyum mendengar celotehan ke dua buah hati nya.
Mereka berjalan beriringan saat memasuki rumah orang tua Alex tampak seperti keluarga yang sangat bahagia, sebelah tangan Alex menggandeng tangan Tiara sebelah nya lagi dia gunakan untuk menggandeng Luna, begitu pun dengan Tiara yang menggandeng tangan Juna.
Tidak ada pesta atau perayaan apa pun di rumah itu, hanya sekedar makan malam biasa karena di ulang tahun kali ini Ny. Sofia merasa seperti ada yang hilang dari hidup nya.
"Assalamualaikum Oma...." sapa Juna dan Luna yang langsung menghambur ke pelukan Oma nya.
"Kami juga sangat merindukan Oma, oh ya...ini hadiah untuk Oma," Luna menyerahkan buket bunga lili kepada Oma nya.
"Maaf Oma, kami hanya bisa memberikan hadiah kecil ini pada Oma, karena uang kami tidak cukup untuk membeli kado yang mahal untuk Oma," polos Luna.
"Hah...jadi kalian membeli ini dari uang kalian sendiri?"
"Iya Oma.." jawab kedua nya sambil menundukkan kepala.
Ny. Sofia langsung menatap tajam ke arah Alex, sedangkan sang anak yang paham atas tatapan tajam mama nya langsung menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal.
"Al...apa kamu sudah jatuh miskin sehingga tidak bisa memberikan uang untuk ke dua anak mu!" ucap Ny.Sofia dengan melayangkan tatapan tajam dan penuh penekanan di setiap ucapan nya.
Bagaimana Ny.Sofia tidak emosi seorang Alexander Wiratama yang terkenal pengusaha muda sukses tidak mampu memberikan uang untuk kedua cucu nya.
__ADS_1
"Oma...jangan marahin ayah, ini semua kemauan kita berdua untuk memberikan kado ulang tahun ke Oma dengan uang tabungan kita, lebih tepatnya uang tabungan kakak, ayah sebenarnya sudah melarang kita untuk memakai uang kita Oma, tapi kita yang memaksa," jelas Luna.
"Benar itu sayang..." tanya Oma ke Juna.
"Iya Oma...yang dikatakan Luna benar apa ada nya."
"Tu kan mah...." cicit Alex pada sang mama.
"Awas saja jika kamu tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan ke dua cucu kesayangan ku ini, mama pastikan kamu akan mama coret dari Kartu Keluarga," gumam mama Alex yang di sambut kekehan dari Tiara dan Alex.
"Sayang .. bagaimana kabar mu?" tanya Ny.Sofia pada Tiara.
"Alhamdulillah baik Tante.."
"Panggil mama jangan Tante, kan mama sudah bilang jika kamu sudah mama anggap seperti anak sendiri sayang..."
"Iya mah..."
Ny. Sofia langsung memeluk Tiara. Mereka akhir nya berbincang-bincang di ruang keluarga sambil menunggu hidangan makan malam siap. Banyak hal yang mereka bicarakan. Namun Tiara menangkap hal yang beda dari calon mertua nya itu.
"Aku tahu yang mama pikirkan dan rasakan saat ini, semoga kejutan dari ku nanti bisa membuat mama bahagia di hari ulang tahun mama ini," batin Tiara.
"Oma....opa mana?"
Deg,
Seketika Ny. Sofia dan Alex diam membisu, mereka tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan yang di lontarkan oleh Luna.
"Opa di sini sayang....."
__ADS_1