
" Al...kamu tidak apa - apa?" Tiara terlihat begitu khawatir karena melihat sang suami lemas setelah bolak balik memuntahkan semua isi perut nya.
"Hem...."
"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja Al? Aku takut kamu kenapa - kenapa."
"Tidak perlu sayang... istirahat sebentar pasti juga sembuh nanti, yang terpenting kamu jangan kemana-mana aku ingin kamu selalu bersama ku, di sisi ku tidak boleh kemana - mana, dan satu lagi aku tidak suka kamu panggil aku dengan nama panggil aku hubby."
"Hah..." Tiara terbengong dengan apa yang Alex ucapkan barusan.
"Ada yang aneh dengan Alex seperti nya...."
"Sayang....cepat panggil aku hubby."
"Eh..iya hubby..." ucap Tiara sedikit terbata karena merasa aneh harus memanggil Alex dengan sebutan seperti itu.
Alex tersenyum mendengar Tiara memanggil nya dengan panggilan hubby. Laki - laki tampan itu kemudian merebahkan badan nya di paha Tiara sambil memeluk istri nya itu. Tak lupa Alex juga menyuruh Tiara untuk mengelus rambut nya sampai dia tertidur.
Hal itu sudah terjadi seminggu ini, bahkan Alex pun tidak pernah masuk ke kantor semua pekerjaan di kantor diserahkan kepada Jo. Dia hanya sesekali memantau atau mengerjakan pekerjaan nya dari rumah. Entah Alex merasa malas jika ke kantor, sekalipun dia pergi ke kantor Tiara harus ikut bersama nya. Inti nya Alex tidak bisa jauh - jauh dengan Tiara.
Setelah mereka melewatkan malam pertamanya di hotel tempat di mana peristiwa enam tahun yang lalu, mereka berdua memutuskan untuk tidak berbulan madu kemana pun.
Padahal tuan Wira dan Ny. Sofia telah menyiapkan paket bulan madu berkeliling benua Eropa. Namun Tiara menolak dengan alasan tidak bisa jauh - jauh dari si kembar, alhasil mereka hanya liburan keluarga di Pulau Bali bersama si kembar dan kedua mertuanya.
"Ra....Alex tidak ke kantor lagi?" tanya mama Sofia.
"Tidak mah,, seperti biasa..." jawab Tiara sambil membuat teh jahe untuk suami nya.
"Ada apa dengan anak itu, hasil pemeriksaan dia di dokter tidak ada masalah apa pun dengan kesehatan nya, kenapa setiap pagi dia selalu muntah-muntah terus seperti itu. Dan sikap nya itu seperti orang yang sedang...." mama Sofia menggantung ucapan nya. Wanita paruh bayah itu kemudian memandang menantu nya secara intens.
Tiara yang di tatap mertua nya secara intens merasa bingung," ada apa mah, kenapa mamah menatap ku seperti itu. Ada yang salah dengan penampilan Tiara?"
"Ra...kapan kamu terkahir datang bulan?" tanya mama Sofia tiba - tiba.
Tiara berpikir sejenak,dan tiba - tiba dia teringat akan sesuatu," astaga mah...jangan - jangan Al seperti itu karena...."
"Seperti nya aku harus segera memastikan dulu," batin Tiara yang langsung berlalu pergi tanpa mengucapkan sesuatu pada ibu mertua.
__ADS_1
"Sayang...kamu mau kemana? kenapa meninggalkan mama begitu saja.." teriak mama Sofia yang kesal melihat Tiara pergi begitu saja.
"Anak dan menantu sama aneh nya," gerutu mama Sofia.
**
"Ternyata benar dugaan ku, Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah engkau telah mempercayai ku kembali," kata Tiara penuh dengan rasa syukur.
Tiara tadi pergi ke apotik untuk membeli alat test kehamilan guna memastikan apa yang dia pikirkan. Ternyata benar dugaan nya jika dia kini sedang hamil. Betapa senang nya hati Tiara saat ini.
"Aku harus memberi kejutan pada Al , mama, papa dan anak - anak tentang berita bahagia ini."
Tanpa pikir panjang Tiara langsung membungkus tiga alat kehamilan yang sudah dia uji tadi di kotak hadiah. Dia juga tak lupa menyuruh seluruh anggota keluarga untuk datang ke ruang keluarga. Dia juga mengundang Nadia dan asisten Jo. Tiara ingin membagikan moment bahagia ini pada sahabat dan asisten suami nya itu.
"Sayang....kenapa semua harus berkumpul di sini, ada apa ini," tanya Alex bingung karena melihat seluruh anggota keluarga nya berkumpul di ruang keluarga. Tidak hanya keluarga nya yang berkumpul di sana, tapi ada asisten pribadi nya dan juga sahabat dari istri nya itu.
Tiara yang melihat ekspresi sang suami yang bingung hanya tersenyum manis.
"Ibu... sebenarnya siapa yang ulang tahun, kok ibu bawa kado seperti itu. Bukan kah ulang tahun kami dan ayah masih tahun depan lagi.." kata Luna sambil menatap ke arah kado yang dipegang oleh Tiara.
"Tidak ada yang ulang tahun sayang."
"Ibu hanya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua tentang ..."
"Jangan bilang kamu mau pergi meninggalkan ku sayang..." belum Tiara menyelesaikan ucapan nya Alex sudah menyela terlebih dahulu sambil menatap Tiara dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
Tiara menghela nafas nya perlahan, sungguh dia merasa sedikit jengah dengan tingkah suami nya sekarang ini yang terlalu sensitif dan baperan.
"Nak...jangan buat ayah seperti itu terus ya?" batin Tiara sambil mengusap perut nya dengan lembut.
"Ternyata pak Al sudah terkena virus bucin akut," lirih asisten Jo.
"Tidak usah membicarakan orang lain, bisa jadi nanti kamu lebih parah bucin nya dibandingkan pak Al," bisik Nadia yang tadi sempat mendengar apa yang Jo ucapkan.
Jo langsung melirik tajam ke arah Nadia, namun yang di lirik cuek saja.
"Ada masalah apa nak, sampai kamu mengumpulkan kami semua di sini?" tanya papa Wira yang juga merasa penasaran.
__ADS_1
"Huft ..baiklah, karena semua sudah merasa penasaran, aku akan mengutarakan alasan kenapa aku mengumpulkan kalian semua di sini. Tapi sebelum nya aku ada hadiah istimewa untuk suami ku tercinta ini," ucap Tiara sambil menyerahkan sebuah kado kepada Alex dia tidak henti nya mengembang kan senyuman nya.
"Apa ini sayang..."
"Buka saja, kamu pasti akan senang.."
Alex membuka kado tersebut bersama kedua buah hati nya. Ekspresi Alex ternyata di luar dugaan Tiara, laki - laki yang akan menjadi seorang ayah lagi itu hanya menampakkan ekspresi bingung setelah melihat isi kado yang diberikan Tiara.
"Apa ini sayang...kamu memberikan aku termometer? Kenapa banyak sekali kamu memberikan aku termometer?" kata Alex sambil mengangkat tiga tespek di tangan nya.
Mama Sofia yang melihat tingkah anak laki - laki nya langsung menepuk jidat nya.
"Alexander Wiratama...kamu tidak tahu alat apa yang sedang kamu pegang itu," geram mama Sofia.
"Astaga mama, Alex ya tahu lah alat apa ini..setiap Juna atau Luna sedang demam Tiara pasti selalu menggunakan alat ini untuk mengecek suhu tubuh mereka," jawab Alex santai sambil memperhatikan dengan teliti benda yang sedang dia pegang sekarang ini.
"Dasar anak bodoh....itu bukan termometer Alex..." teriak mama Sofia lagi.
Sedangkan papa Wira, Jo dan Nadia hanya menepuk jidat nya. Ternyata bos mereka selama ini tidak sepintar yang mereka kira.
"Ayah...itu alat test kehamilan bukan termometer," sekarang giliran Juna yang mengatakan hal itu.
"Hah...alat test kehamilan? Jadi Tiara sedang ..." Alex memandang ke arah Tiara mencari jawaban tentang apa yang dia pikirkan saat ini.
Tiara mengangguk," benar hubby...aku sedang hamil sekarang," ucap Tiara dengan tersenyum manis.
"Alhamdulillah..." jawab semua orang yang ada di ruangan itu dengan perasaan yang sangat bahagia.
Alex langsung memeluk Tiara dan menghujani wanita nya itu dengan ciuman yang bertubi - tubi di wajah nya.
"Terimakasih sayang..." ucap sambil mencium kening Tiara lama.
"Jadi Luna akan punya adek ya Oma?"
"Iya sayang...." jawab Oma Sofia sambil meneteskan air mata kebahagiaan, karena lagi - lagi Tiara memberikan kebahagiaan yang tiada Tara untuk keluarga Wiratama.
Papa Wira pun merasakan hal yang sama, kedua nya langsung memeluk dan memberi ucapan selamat untuk Tiara dan Alex begitu juga dengan Jo dan Nadia.
__ADS_1
Akhirnya kebahagiaan keluarga Wiratama lengkap sudah. Semua duka lara yang dirasakan oleh Tiara kini terbayar sudah dengan kebahagiaan. Dia kini menjadi Mutiara hati seorang Alexander Wiratama cinta pertama nya.
<<<<<<<>>>>>>>>