
Akhir nya mereka pun makan siang bersama di warung makan sederhana. Mereka nampak layak nya sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Karena baik Alex maupun Tiara tidak canggung saling menunjukkan perhatian ke masing - masing terutama pada buah hati Tiara.
Jo yang melihat interaksi yang sangat langka dari atasan nya itu tidak menyia - nyiakan momen itu. Dia secara diam - diam mengambil beberapa gambar dan video bos nya itu. Apa lagi ini kali pertama seorang Alexander Wiratama CEO dari AW.Group makan di tempat seperti itu menggunakan tangan tanpa sendok atau garpu.
"Benar - benar momen yang sangat langka," batin Jo sambil menyunggingkan senyuman nya.
"Om ganteng cobain deh ayam goreng ini, enak banget om rasa nya. Apalagi di cocol sambel seperti ini," ucap Luna yang tiba - tiba menyodorkan tangan nya yang sudah berisi secuil ayam goreng lengkap dengan sambel ke arah Alex.
Tiara yang melihat itu semua langsung berkata," Luna....tidak boleh seperti itu nak, tidak sopan."
Luna terlihat kecewa dia langsung menurunkan lagi tangan nya. Alex yang melihat itu langsung manarik tangan kecil Luna dan memasukkan makanan yang Luna tawarkan tadi.
"Hem...benar kata mu sayang...ini lezat sekali," kata Alex dengan tersenyum.
"Benar kan om apa yang Luna katakan....ayam goreng adalah makanan favorite kami berdua om, ibu suka masak ayam goreng dan sambel kayak gini. Tapi...rasa nya lebih enak buatan ibu om," bisik Luna.
"Kapan - kapan om ganteng harus mencoba masakan ibu deh," lanjut bocah cantik itu.
"Ayam goreng juga makanan favorite om, apalagi ayam goreng te....."
"Ayam goreng tepung...." ucap Luna dan Alex secara bersamaan.
Luna dan Alex tertawa lepas karena bisa bicara berbarengan. Tiara, Juna dan Jo hanya melongo melihat keakraban kedua nya.
"Pak Al minum obat apa ya semalem, kok bisa tertawa lepas seperti itu, selama aku menjadi asisten nya dari Amerika sampai di Indonesia belum pernah aku melihat pak Al seperti ini," gumam Jo dalam hati sambil merekam aktifitas bos nya dengan anak Tiara.
"Ini seperti bukan Alex yang aku kenal," lirih Tiara yang terus memandangi Alex dengan penuh heran.
"Jadi om ganteng juga suka ma ayam goreng tepung?"
Alex mengangguk," iya itu makanan kesukaan om sejak kecil."
__ADS_1
"Wah...kok bisa kebetulan seperti ini ya om, ulang tahun kita sama dan makanan favorite kita juga sama. Atau jangan - jangan om ganteng ini ayah nya Luna dan kak Juna lagi, hahahaha...." ucap Luna dengan spontan.
Uhuk....
Tiara langsung tersedak mendengar ucapan spontan dari sang putri. Bagaimana bisa putri nya mengucapkan hal seperti itu.
Sedangkan Alex sendiri tiba - tiba merasa jantung nya berdetak dengan cepat mendengar perkataan Luna. Entah mengapa ingatan nya langsung tertuju pada tragedi enam tahun yang lalu. Sampai saat ini Alex masih merasa ada yang tidak beres dengan apa yang menimpa diri nya. Karena saat itu dia merasa sudah meniduri seorang wanita, walaupun ketika itu kesadaran nya tidak lah seratus persen karena pengaruh obat, akan tetapi kejadian itu terasa begitu nyata bagi nya. Namun entah kenapa saat dia terbangun dia masih menggunakan pakaian yang utuh bahkan sepatu nya pun masih menempel di kaki nya.
"Aku harus menyelidiki kembali peristiwa itu," batin Alex dalam hati.
"Luna..." lirih Tiara sambil menggelengkan kepala nya.
Sang putri langsung menundukkan kepala nya.
"Maafin Luna Bu....om ganteng Luna minta maaf, seharusnya Luna tidak berbicara seperti itu," Luna langsung menghambur ke pelukan sang ibu. Dia menyesal telah berbicara seperti itu tadi.
Sedangkan Juna langsung berhenti makan. Tenggorokan nya serasa tercekat mendengar penuturan adik kembar nya itu. Dia tidak menyalahkan Luna sepenuhnya. Dia tahu Luna berkata seperti itu karena ingin sekali bertemu dengan ayah nya. Jujur dalam hati anak itu juga sangat merindukan sosok ayah di sampingnya.
"Maaf pak Al, ini sudah waktu nya anda kembali ke acara," bisik Jo di telinga Alex.
Alex menganggukkan kepala nya. Dia kemudian berpamitan pada Luna. Tidak lupa dia membayar semua tagihan makanan yang mereka makan tadi.
**
Saat memasuki mall, tiba - tiba langkah Alex terhenti saat melihat sebuah boneka Barbie yang lucu menurut nya. Laki - laki itu langsung berbelok ke sana dan tanpa basa - basi dia langsung mengambil boneka itu. Dia juga mengambil satu buah mainan robot dan menyuruh pegawai mall yang bertugas di sana untuk membungkus kedua mainan itu. Alex berniat untuk memberikan kedua mainan itu pada si kembar sebagai hadiah ulang tahun.
"Jo....tolong berikan ini pada kedua bocah itu."
"Baik pak..."
Orang kepercayaan Alex itu langsung mencari keberadaan Tiara dan kedua anak nya untuk memberikan hadiah yang Alex belikan tadi. Tidak butuh waktu yang lama Jo sudah melihat keberadaan Tiara saat ini.
__ADS_1
Wanita itu sedang berjalan ke tempat perlombaan tadi.
"Nona Tiara tunggu sebentar," panggil Jo dari arah samping Tiara.
Tiara menoleh ke arah samping di mana dia mendengar seseorang memanggil nama nya.
"Eh pak Jo, ada apa pak?"
"Maaf nona, ini ada hadiah untuk si kembar dari pak Alex," Jo meyerahkan dua buah paper bag kepada Tiara. Di paper bag itu sudah ada nama nya masing - masing untuk Luna dan Juna.
Tiara menerima paper bag itu dengan ragu - ragu.
"Terimalah nona, pak Al memberikan ini sebagai hadiah ulang tahun untuk Luna dan Juna," terang Jo.
Luna yang berada di samping Tiara langsung bersorak gembira karena mendapatkan hadiah dari om ganteng nya.
"Jadi ini untuk Luna dan kak Juna om? dan semua ini dari om ganteng?" tanya Luna dengan penuh antusias.
Jo hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum manis pada bocah cantik itu.
"Horeeee .... makasih ya om, tolong sampaikan juga terimakasih Luna dan kak Juna untuk om ganteng, Luna sayang banget ma om ganteng."
Tiara tersenyum tipis melihat tingkah sang putri yang entah mengapa bisa begitu dekat dengan Alex.
"Terimakasih pak Jo."
"Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi dulu."
Pengumuman hasil perlombaan pun segera di mulai. Tiara dan kedua buah hati nya mendekat ke area perlombaan supaya bisa melihat dan mendengar secara jelas hasil pengumuman itu.
Netra mata nya tertuju pada seorang wanita paruh baya yang saat ini berada di sebelah Alex. Dia merasa tidak asing dengan wanita yang masih terlihat cantik di usia yang sudah tidak muda lagi itu.
__ADS_1
"Wanita itu....."