
"Wanita itu....."
"Bukankah wanita itu yang sudah menolongku saat aku melahirkan dulu," lirih Tiara dengan mata yang berkaca - kaca.
"Akhir nya aku bisa menemukan nya."
Semenjak Tiara di tolong oleh seorang pasangan suami istri saat melahirkan enam tahun yang lalu, dia berjanji jika suatu saat nanti di bertemu dengan sepasang suami istri itu dia akan mengucapkan terimakasih kembali dan ingin membalas budi kepada mereka. Bahkan Tiara rela melakukan apa pun sebagai balasan karena dia telah di tolong oleh pasangan suami istri tersebut.
Tiara mengajak kedua buah hati nya untuk mendekat ke arah panggung di mana wanita itu berada sekarang. Dia melupakan jika di atas panggung tersebut juga ada Alex. Bahkan posisi Alex saat ini tepat di samping wanita itu.
Langkah Tiara terhenti saat dia mendengar seseorang di atas panggung sana yang memperkenalkan wanita itu sebagai ibu nya. Tiara hafal betul dengan suara itu.
Deg,
Tiara langsung menutup mulut nya saat tahu jika wanita yang sudah menolongnya dulu adalah ibu nya Alex. Mendengar hal itu Tiara langsung mengurungkan niat nya untuk menemui wanita itu di sana.
"Jadi wanita itu adalah ibu nya Alex, Ny.Sofia Wiratama..." batin Tiara yang masih tidak percaya jika dulu dia di tolong oleh kedua orang tua Alex.
Tiara larut dalam pikiran nya sendiri sehingga dia tidak fokus dengan acara di depan nya.
"Ibu......kakak dapat juara satu," teriak Luna sambil menggoyangkan tangan Tiara.
Seketika lamunan Tiara langsung buyar," eh..iya kenapa sayang?" tanya Tiara.
"Ibu dari tadi melamun? itu kakak dapat juara satu lomba menggambar nya Bu," jelas Luna sambil menunjuk ke arah panggung di mana Arjuna sang putra sudah berdiri di sana.
Tiara langsung melihat ke arah panggung, dan benar saja Juna sang putra sudah berdiri di sana di urutan nomer satu. Bocah tampan itu tersenyum pada sang ibu, begitu juga dengan Tiara dia tersenyum haru melihat sang putra bisa berdiri di sana.
__ADS_1
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah," gumam Tiara.
**
"Siapa namamu nak?" tanya Ny.Sofia pada Juna.
"Arjuna nyonya...."
"Arjuna??" tanya ulang Ny.Sofia.
"Iya Nyonya..." jawab Juna dengan tegas.
Nyonya Sofia terdiam sejenak, dia merasa tidak asing dengan nama itu bahkan dia meneliti wajah bocah tampan yang ada di depan nya. Wanita paruh bayah itu kemudian menengok ke arah sang putra Alexander Wiratama yang berada di sisi nya. Kemudian tatapan nyonya Sofia kembali lagi pada Juna.
"Kenapa saat aku menatap anak ini, aku seperti melihat Alex saat kecil dulu. Mata, hidung, bibir semua mirip dengan Alex waktu kecil dulu, dan garis wajah itu hanya keturunan laki - laki Wiratama yang mempunyai garis wajah seperti itu. Arjuna...nama yang begitu tidak asing bagi ku," monolog nyonya Sofia dalam hati.
"Hah..iya mama sampai lupa."
Nyonya Sofia kemudian memberikan sebuah trophy pada Arjuna. Selain itu Juna juga mendapatkan uang tunai sebesar lima juta rupiah. Dia juga berkesempatan mendapatkan beasiswa di AW Child School sebuah sekolah taman kanak - kanak bertaraf internasional milik keluarga Wiratama.
Juna menerima semua hadiah itu dengan wajah yang kurang bersemangat. Dia beberapa kali melihat hadiah yang berada di tangan nya itu. Alex yang melihat ada keanehan pada bocah tampan itu kemudian mendekat ke arah Juna.
"Ada apa boy...kamu tidak suka dengan hadiah nya Hem?" tanya Alex.
Arjuna menatap wajah Alex sejenak, kemudian bocah itu memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati nya itu.
"Om..apa boleh hadiah uang tunai ini di tukar dengan beasiswa juga untuk adik saya Luna?" tanya Juna dengan nada lembut yang baru pertama kali Alex dengar. Karena selama ini Juna selalu berbicara ketus dan dingin pada Alex.
__ADS_1
Hati Alex dan mama nya berdesir saat mendengar ucapan dari anak kecil di depan nya itu. Apalagi saat melihat sorot mata dari anak itu yang membuat hati siapa pun yang melihat akan tersentuh.
"Bu...itu kak Juna sedang bicara apa saja ya dengan om ganteng dan nenek itu. Dan kenapa om ganteng bisa di atas panggung sana memberikan hadiah pada kak Juna?"
"Entahlah ibu juga tidak tahu sayang apa yang sedang mereka bicarakan. Kalau tentang om ganteng di atas panggung itu karena om ganteng yang mempunyai mall ini, jadi dia lah yang mempunyai acara ini," jelas Tiara.
"Wah.....bearti om ganteng orang kaya ya Bu?" tanya Luna yang hanya di balas dengan senyuman oleh Tiara.
**
Alex menoleh ke arah sang mama untuk meminta pendapat. Sebenarnya dia bisa langsung memutuskan sendiri untuk hal ini. Dia juga sudah merencanakan jika Luna nanti nya akan tetap bersekolah di tempat yang sama dengan kakak nya itu. Akan tetapi buka lewat jalur beasiswa seperti Juna. Karena memang dalam peraturan sekolah beasiswa itu akan di berikan hanya pada anak yang mempunyai prestasi.
Jadi Juna lah yang lebih tepat mendapatkan beasiswa tersebut, sedangkan Luna sendiri akan menjadi anak asuh Alex seperti yang lain nya sehingga dia bisa bersekolah gratis di AW Child School. Selama ini Alex sudah mempunyai beberapa anak asuh yang bersekolah di sana. Rata - rata anak asuh Alex adalah siswa yang tidak mampu akan tetapi mempunyai bakat tersendiri.
"Jadi kamu mempunyai adik?" tanya mama Alex pada Juna.
"Iya Nyonya saya mempunyai satu adik perempuan yang seusia saya, lebih tepat nya kami kembar, itu adik saya," jawab Juna sambil menunjuk ke arah Luna yang melambaikan tangan nya kepada sang kakak yang di panggung dengan senyum yang sumringah.
Mama Alex mengikuti arah telunjuk Juna, dan dia bisa melihat seorang gadis kecil dengan rambut hitam sebahu, pipi chubby kulit bersih yang terlihat sangat imut dan manis menurut mama Alex.
"Jadi itu saudara kembar kamu? terus dimana orang tua kamu?"
"Iya Nyonya, nama nya Aluna dan ibu saya...." ucapan Juna terpotong mata nya terlihat celingukan mencari keberadaan sang ibu. Dan tiba - tiba senyuman nya mengembang setelah melihat sang ibu yang berakal ke arah Luna sambil memasukan ponsel ke dalam tas. Rupa nya Tiara habis menerima telepon dari Nadia, karena di area perlombaan berisik jadi dia menyingkir untuk mencari tempat yang tidak terlalu berisik.
"Itu ibu saya Nyonya..." jawab Juna sambil menunjuk ke arah Tiara yang sudah berada di samping Luna.
"Dia....."
__ADS_1