
Seperti yang sudah Tiara dan Nadia rencanakan sebelum nya, sepulang bekerja mereka langsung menuju salah satu toko kue ulang tahun. Tiara memilih kue ulang tahun yang sesuai dengan isi dompet nya yang jelas, kue itu tidak terlalu besar dan mewah tapi dia yakin jika kedua anak nya itu akan menyukai kue pilihan nya itu.
Sedangkan Nadia mencari hadiah untuk si kembar di toko sebelah. Tiara sendiri sudah menyiapkan hadiah untuk kedua anak nya. Hadiah itu dia simpan di kontrakan dan akan dia berikan saat surprise nanti malam.
"Udah dapat Ra kue nya," tanya Nadia.
Tiara mengangguk," udah..."
"Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang saja, takut nya keburu hujan nanti Ra."
**
"Jo...coba kamu cek apa benar besok akan diadakan perlombaan menggambar di salah satu mall kita."
"Baik pak...sebentar saya cek dulu."
Jo langsung menghubungi seseorang lewat sambungan telepon, setelah mendapatkan jawaban yang pasti dari orang yang di hubungi nya dia langsung menutup sambungan telepon nya.
"Benar pak...besok akan di adakan lomba menggambar untuk anak usia 5-6 tahun di AW. Mall cabang Jakarta Selatan," jelas Jo pada Alex.
"Kamu bisa kosongkan seluruh jadwal ku besok, karena aku ingin melihat perlombaan itu."
"Hah...apa anda yakin pak akan menghadiri acara tersebut?" Jo memastikan lagi apa yang dia dengar dari Alex, jika CEO itu akan menghadiri acara recehan seperti itu.
"Apa ucapan saya meragukan menurut mu Hem..." jawab Alex dengan nada yang sangat dingin sehingga mampu membuat Jo susah payah menelan Saliva nya.
"I ya pak...saya akan mengosongkan semua jadwal bapak besok, kebetulan besok kan weekend jadi jadwal pak Al tidak lah banyak, hanya saja pak Al harus ke butik untuk fitting baju yang akan pak Al kenakan saat pesta besok malam, itu perintah dari Ny.Sofia langsung."
Hem,
Alex hanya menanggapi dengan deheman saja semua yang dijelaskan asisten nya. Dia sendiri tidak menginginkan ulang tahun nya itu di rayakan. Akan tetapi semua itu atas kemauan sang mama, mau tidak mau Alex pun menuruti nya.
**
__ADS_1
Tiara pulang ke kontrakan seperti biasa nya, kedatangan nya akan disambut oleh kedua buah hati nya.
"Bu...tadi kita ke tempat kerja ibu lho.." kata Luna sambil membantu sang ibu menata semua belanjaan dapur yang Tiara sempat beli tadi saat pulang ke dalam lemari pendingin.
Tiara mengerutkan dahi nya," ngapain kalian ke tempat kerja ibu nak, kan ibu sudah bilang jangan pergi jauh - jauh selama ibu kerja."
"Maaf Bu....tapi semua ini karena Juna ingin melihat gedung tempat kerja ibu, besok kan Juna ada perlombaan menggambar di mall dan tema perlombaan itu adalah tentang rumah dan gedung Bu. Jadi Juna ingin mencontoh gedung tempat ibu kerja. Juna sudah izin kok ma Nek Ijah, dan kita ke sana nya juga sangat hati - hati sekali," jelas si sulung Juna.
Tiara menghela nafas perlahan," ya sudah lain kali jangan di ulangi lagi ya nak seperti itu, semenjak kejadian Luna yang hampir tertabrak mobil kemarin membuat ibu selalu tidak tenang jika kalian pergi ke mana - mana.
"iya Bu, maafkan Juna..." ucap si sulung dengan penuh penyesalan.
Tiara langsung memeluk kedua anak nya dengan penuh kasih sayang tidak lupa beberapa kecupan dia daratkan di pipi kedua anak nya.
Acara kejutan ulang tahun untuk si kembar berjalan sesuai dengan rencana Tiara dan Nadia. Mereka sangat bahagia sekali karena mendapat kejutan seperti itu. Karena baru kali ini mereka mendapat surprise ulang tahun tepat di malam pergantian hari jadi mereka.
**
Sedangkan Luna saat ini sedang berada di area bermain anak yang ada di mall tersebut. Dia sengaja di titipkan di sana oleh Tiara atas permintaan Luna sendiri. Kebetulan area bermain anak dengan lokasi perlombaan berdekatan jadi Tiara bisa mengawasi kedua anak nya secara bersamaan.
"Aduh....aku kebelet lagi, kalau mereka aku tinggal sebentar ke toilet seperti nya tidak apa - apa," gumam Tiara.
"Itu seperti ....." lirih Luna saat melihat dia pria tampan yang dia kenal sedang berjalan ke arah area perlombaan.
Senyum gadis kecil itu seketika merekah setelah melihat dengan jelas jika pria tampan yang dia maksud itu adalah benar seperti dugaan nya.
"Om ganteng....." teriak Luna dengan penuh antusias. Dia berlari keluar dari arah area permainan anak ke arah Alex dan Jo berdiri saat ini.
Alex yang mendengar ada anak kecil memanggil dengan sebutan khusus itu langsung bisa menduga jika itu adalah Luna. Seketika dia mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan gadis kecil itu.
"Om ganteng..." teriak Luna sekali lagi saat sudah dekat dengan Alex.
Alex memutar tubuh nya ke belakang, dan langsung mendapatkan pelukan dari Luna. Pria yang menjabat sebagai CEO itu langsung menggendong gadis kecil berusia lima tahun itu.
__ADS_1
"Kita bertemu lagi om ganteng..." ucap Luna yang langsung mengecup pipi Alex. Entah mengapa setiap berdekatan dengan pria itu Luna selalu merasakan kehangatan seorang ayah yang tidak pernah dia dapatkan selama ini ( emang om ganteng itu ayah kamu Luna....ingin sekali author ngomong seperti itu,xixixixi...😁)
Dan Alex pun juga merasakan hal yang sama jika berdekatan dengan Luna selalu merasa ada sebuah ikatan tapi dia sendiri tidak tahu apa itu.
"Kamu ngapain di sini hem..."
"Tuh....aku sama ibu sedang nungguin kak Juna ikut lomba menggambar," jawab Luna sambil menunjuk ke arah Juna yang sedang serius menggambar.
Alex langsung fokus ke arah Juna yang sedang menggambar dengan sangat serius. Seketika senyuman Alex mengembang melihat Juna yang sedang berjuang mengikuti perlombaan di dalam sana. Dalam hati dia dengan spontan memberikan semangat dan doa untuk Juna.
"Di mana ibu mu, kata nya kalian bersama ibu kalian di sini," tanya Alex.
"Ibu...." ucap Luna sambil celingukan mencari keberadaan sang ibu.
Gadis kecil itu langsung sumringah ketika melihat sosok yang sedang dia cari berjalan dari arah toilet.
"Itu ibu Luna om..." tunjuk Luna ke arah Tiara yang sedang berjalan menunduk sambil mengelap baju nya yang sempat terkena air tadi di toilet.
Alex langsung melihat ke arah yang di tunjuk Luna. Dia mengernyitkan dahi nya ketika melihat sosok wanita yang berjalan ke arah mereka itu. Dia tidak bisa mengenali wanita itu karena Tiara berjalan dengan menunduk.
"Ibu....." panggil Luna saat sang ibu sudah dekat dengan mereka.
Tiara yang mendengar suara sang putri langsung mendongakkan wajah nya dan betapa kaget nya dia melihat siapa yang menggendong putri nya itu. Begitu juga dengan laki - laki yang menggendong Luna, tatapan kedua nya langsung bertemu dan saling terkunci dengan keterkejutan mereka masing - masing.
"Ibu.....kenalin ini om ganteng nya Luna..."
**
Maaf ya readers...dua hari kemarin tidak bisa upload,,ini HP entah kenapa kok tiba - tiba suka nge Blang mati sendiri☹️
Semoga besok - besok..tidak seperti ini, selalu bisa up tiap hari nya...
Jangan lupa dukungan nya selalu ya readers...biar tambah semangat lagi UP nya🤗
__ADS_1