Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 83 Memulai lembaran baru


__ADS_3

Setelah drama Luna selesai, akhir nya sepasang pengantin baru itu sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah tempat.


Baik Alex maupun Tiara tidak habis pikir kenapa papah Alex bisa mengatakan hal frontal seperti itu pada putri nya. Sampai saat ini Alex masih menggerutu dengan apa yang papah nya itu lakukan.


"Dasar papa bisa - bisa nya bilang kalau aku dan Tiara akan membuat adek untuk Luna, tapi yang dikatakan papa memang benar sih...argh tapi tidak perlu juga harus diucapkan pada Luna, anak itu kan jadi merengek terus segera ingin punya adek. Bahkan sudah berapa kali coba Luna menghubungi kita sayang selama dalam perjalanan ini hanya untuk menanyakan apakah adek nya sudah jadi apa belum. Kita saja belum sampai tujuan, dan aku juga belum bertempur bagaimana adek dia mau jadi," gerutu Alex selama dalam perjalanan.


Sedangkan Tiara hanya terkekeh mendengar suami nya itu menggerutu terus sepanjang perjalanan. Memang benar yang dikatakan Alex, entah sudah berapa kali Luna menghubungi mereka dengan menggunakan ponsel ayah mertua nya itu untuk menanyakan hal tadi.


Tiara juga heran kenapa coba mertua nya mengatakan hal itu pada anak perempuan nya. Tapi apa pun alasan papah mertua nya Tiara mengucapkan terimakasih karena telah membuat Luna tenang selama ditinggal ayah dan ibu nya.


Maklum saja ini kali pertama si kembar berpisah dengan ibu nya, selama ini mereka selalu bersama terus. Kalau Juna bisa berpikir dewasa saat Tiara berpamitan dengan nya berbeda dengan Luna yang memang sangat manja pada nya sejak dari kecil.


"Sudah lah Al..tidak baik berbicara seperti itu apalagi pada orang tua kita, mungkin papah bicara seperti itu karena Luna selalu bertanya dan papah sendiri bingung harus menjawab apa maka nya papah terpaksa ngomong seperti itu."

__ADS_1


"Iya sayang...maaf."


Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagi Tiara dan Alex. Cinta yang selama ini mereka pendam akhir nya bisa terungkap kan. Dan kisah kelam antara mereka enam tahun lalu telah mengantarkan mereka menjadi pasangan halal.


Tiara sangatlah bersyukur sekali ternyata laki - laki yang ternyata ayah biologis kedua anak nya adalah pria yang selama ini dia sangat cintai. Walaupun perjalanan untuk mencapai titik ini tidak lah mudah, banyak air mata yang harus dia keluarkan namun dia sangatlah bahagia karena bisa mendapatkan kasih sayang tulus dari keluarga Alex.


Seperti di saat resepsi pernikahan tadi, dengan lantang baik Alex maupun papah nya mempublikasikan bahwa dia adalah menantu perempuan satu - satu nya di keluarga Wiratama. Pernyataan itu sontak membuat Tiara sangat terharu, dia tidak peduli dengan orang - orang yang memandang nya sebelah mata. Saat ini dia hanya ingin menikmati kebahagiaan yang dia impikan selama ini bersama kedua anak nya dan suami tercinta nya.


"Al kita....." tiba - tiba pertanyaan Tiara menggantung setelah melihat sebuah nama yang tercantum di depan gedung tinggi itu.


"Sayang....are you okay?" tanya Alex khawatir sambil menggenggam kedua tangan Tiara yang sudah dingin.


"Kenapa kita ke sini Al?"

__ADS_1


Bagi Tiara tempat ini adalah tempat yang paling dia benci. Bahkan dulu dia sampai berkata jika dia tidak akan ke tempat itu lagi.


"Maaf sayang aku tidak bilang sebelumnya, karena aku ingin memberikan surprise pada mu. Aku ingin memulai dari awal bersama mu di tempat di mana kita dulu disatukan sehingga kita bisa memiliki dua malaikat kecil yang sangat aku sayangi. Di tempat ini memang ada memori kelam untuk kita, maka dari itu aku ingin menciptakan memori yang indah bersama mu di sini. Aku mohon lupakan rasa trauma mu sayang...ada aku di sini yang akan menuntun mu menghapus semua memori buruk tentang tempat ini," Alex berkata dengan sangat lembut, bahkan beberapa kali dia mengecup kening sang istri guna menghilangkan rasa takut pada istri nya.


"Tapi Al...."


"Percaya lah pada ku sayang... Semua akan baik - baik saja, aku yakin rasa trauma mu akan hilang nanti karena kita akan melakukan nya dalam keadaan sama - sama sadar."


Setelah mendengar semua yang Alex ucapkan akhir nya lama - kelamaan tubuh Tiara sudah tidak bergetar lagi, deru nafas nya juga sudah teratur, bahkan keringat dingin yang tadi nya keluar kini sudah normal kembali. Tubuh Tiara yang tadi nya terasa dingin kini mulai normal kembali.


Melihat perubahan yang bagus pada sang istri, Alex kemudian turun dan membukakan pintu mobil untuk sang istri.


Diraihnya kedua tangan Tiara untuk keluar dari mobil. Selama masuk ke dalam hotel itu Tiara tidak melepaskan gandengan tangan nya. Dia tidak peduli dengan tatapan orang yang melihatnya, yang terpenting dengan seperti itu dia tidak gugup lagi.

__ADS_1


Saat mereka sedang berada di depan meja resepsionis, tiba - tiba ada seseorang yang memanggil Tiara dari arah belakang.


"Tiara..."


__ADS_2