
Alex menghela nafas nya perlahan, bagaimana pun dia harus segera menceritakan segala nya kepada sang mama tentang kejadian enam tahun yang lalu. Karena semua kejadian itu berkaitan dengan apa yang terjadi saat ini.
Mereka bertiga, Alex, Tiara dan Ny. Sofia saat ini berada di ruang keluarga. Ny. Sofia sendiri sekarang ini dalam keadaan yang masi syok dengan rentetan kejadian yang menimpa keluarga nya. Bagaimana tidak, suaminya ditangkap polisi atas perbuatan nya tabrak lari, calon menantu nya juga di tangkap dengan tuduhan telah melakukan hal buruk pada anaknya dan Tiara wanita yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.
"Mama masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini Al...semua nya membuat dada mama sesak, " kata wanita paruh bayah yang telah melahirkan Alex dengan tatapan sendu.
"Maafkan Al mah...telah membuat kekacauan di rumah ini."
"Kamu harus menjelaskan segala nya tentang kejadian enam tahun lalu yang ada hubungan nya dengan kejadian hari ini."
"Iya mah Al akan menjelaskan semua nya, semua kejadian itu berawal dari....."
Alex menceriakan semua kejadian yang menimpa nya dan Tiara enam tahun yang lalu secara detail pada sang mama. Sedangkan Tiara sendiri hanya duduk terdiam mendengarkan semua yang Alex ceritakan pada sang mama. Walupun sesekali ibu dari dua anak itu mengusap air mata nya yang jatuh di pipi.
Dengan Alex menceritakan hal itu sama saja membuka luka lama di hari Tiara yang sudah lama dia kubur dalam - dalam.
"Astagfirullah...." lirih Ny.Sofia sambil menutup mulut nya setelah mendengar semua cerita anak nya. Dia langsung menatap wanita cantik yang sedang menunduk dengan badan bergetar menahan tangis. Tanpa berpikir panjang lagi Ny.Sofia langsung memeluk Tiara dengan sangat erat.
"Maafkan perbuatan anak Tante Ayu...karena perbuatan anak Tante kamu jadi menderita," ucap Ny.Sofia dengan bibir bergetar di dalam pelukan Tiara.
Dia sangat tahu bagaimana pedih nya penderitaan Tiara setelah kejadian itu. Ny.Sofia tidak bisa membayangkan bagaimana Tiara saat itu, harus memikul beban yang berat sendirian tanpa ada orang terkasih yang mendukungnya.
Ny.Sofia ingat betul bagaimana dia pertama kali bertemu dengan Tiara di pinggiran jalan saat itu. Membayangkan hal itu saja sudah membuat hati Ny.Sofia menjadi perih dan sakit.
"Tidak Tan...semua ini bukan sepenuhnya salah Alex, kami berdua sama - sama korban dari kekejian Jesika. Sekalipun Tiara tetap merasa kecewa dan sakit hati karena setelah kejadian itu Alex tidak langsung mencari kebenaran nya akan tetapi Tiara sudah memaafkan Alex," jawab Tiara dengan bibir bergetar juga. Tangisan Tiara pecah dalam pelukan mama nya Alex, jujur dia menemukan sosok ibu dalam pelukan mama nya Alex yang sudah lama sekali dia tidak merasakan nya.
Ny.Sofia melerai pelukannya pada Tiara, dia mengusap lembut wajah Tiara dan menghapus semua sisa air mata di wajah cantik wanita yang sangat dia inginkan untuk menjadi menantu nya itu.
"Bearti si kembar adalah cucu - cucu Tante?"
Tiara dan Alex mengangguk, sebagai jawaban atas pertanyaan Ny.Sofia.
"Sudah mama duga, jika mereka memang benar cucu mama, sejak pertama kali mama melihat Juna dan Luna mama mempunyai keyakinan jika kedua anak itu ada hubungan nya dengan keluarga Wiratama, karena sangat nampak jelas sekali dari garis wajah mereka yang hanya dimiliki oleh keluarga kita Al. Terutama Juna bocah kecil itu sangat mirip sekali dengan kamu saat kecil dulu, dari wajah, sifat, karakter bahkan hobby kalian pun sama. Tuhan benar-benar sudah merencanakan semuanya Al, mama dan papa di pertemukan dengan Ayu dulu saat dia akan melahirkan cucu - cucu mama, dan entah mengapa saat itu Ayu juga mengijinkan mama dan papa yang memberikan nama untuk mereka, semua seperti sudah di takdirkan oleh Tuhan," ucap mama Sofia dengan semburat kebahagiaan.
__ADS_1
Alex yang mendengar penuturan sang mama menjadi terharu, dia tidak menyangka jika kedua orang tua nya lah yang membatu anak - anak nya lahir ke dunia ini dengan selamat. Bahkan kedua orang tua nya juga yang memberi nama untuk anak kembar nya itu. Begitu juga dengan Tiara, ibu dua anak itu pun merasakan hal yang sama dengan apa yang Alex pikirkan saat ini.
Perasaan nya menjadi bimbang saat ini, bagaimana pun tuan Wira adalah penyelamat nya saat akan melahirkan dulu. Bahkan dia juga sudah menyematkan sebuah nama yang indah untuk salah satu anak nya. Akan tetapi di satu sisi tuan Wira lah yang menyebabkan ayah nya meninggal enam tahun yang lalu. Di tambah dia merasa tidak tega melihat keadaan Ny. Sofia saat ini, sekalipun wanita paruh bayah itu terlihat baik - baik saja di luar akan tetapi dia yakin bahwa di dalam hati mama Alex itu pasti merasa sedih dan terluka.
"Seperti nya aku harus melakukan sesuatu..." batin Tiara.
"Al.....Ayu....apakah anak kalian sudah mengetahui kebenaran ini, jika mereka masih mempunyai ayah?" tanya Ny.Sofia.
"Sudah mah...tadi pagi Alex dan Tiara sudah memberi tahu mereka."
Flash back on
"Eungh....." terdengar sebuah lenguhan dari gadis kecil yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan yang ada di dalam ruangan VVIP itu.
Alex yang mendengar hal itu langsung mendekat ke arah ranjang dan menggenggam salah saru tangan mungil yang tidak terpasang selang infus.
Merasa ada yang menggenggam tangan nya, Luna perlahan membuka kedua mata nya. Hal pertama yang dia lihat saat membuka kedua mata nya adalah sebuah senyuman manis dari orang yang selama ini dia rindukan.
"Om ganteng...." lirih Luna.
Luna hanya menggeleng pelan sambil tersenyum," Luna sudah tidak apa - apa om ganteng, tidak sesak lagi."
"Syukurlah kalau begitu..." jawab Alex lega.
Tiara dan Juna yang kebetulan juga sudah terbangun karena mendengar obrolan antara Alex dan Luna pun mendekati mereka.
"Ibu...kakak..."
"Iya sayang, ada yang Luna inginkan Hem..." tanya Tiara.
Lagi - lagi Luna menggelengkan kepala nya perlahan sebagai tanda jika dia tidak menginginkan sesuatu.
"Bu...semalam Luna bermimpi bertemu ayah. Dan dalam mimpi Luna itu...." ucapan Luna terhenti. Gadis kecil itu melirik ke arah Alex dengan ekspresi sedikit takut.
__ADS_1
"Apa yang Luna lihat dalam mimpi?" tanya Juna.
"Ehm...dalam mimpi Luna semalam om ganteng yang menjadi ayah Luna," ucap gadis kecil itu dengan pelan dan hati - hati. Dia merasa takut jika ucapan nya itu akan membuat Alex dan ibu nya marah.
*Deg,*
Alex dan Tiara seketika saling berpandangan mendengar penuturan sang anak atas mimpi nya semalam. Alex menatap Tiara dengan intens seakan meminta izin untuk memberitahu kebenaran nya kepada kedua anak nya kalau dia adalah ayah biologis mereka yang selama ini mereka nantikan.
Tiara menghela nafas nya perlahan, dia tahu akan makna dari tatapan Alex tersebut.
"Biar aku saja yang memberitahu mereka," ucap Tiara.
"Juna ... Luna....dengarkan ibu baik - baik. Ada hal yang ingin ibu sampaikan pada kalian saat ini. Dan ini berhubungan dengan ayah kalian. Orang yang kalian nanti kan selama ini sekarang ada di hadapan kalian. Om Alex ini adalah ayah kandung kalian nak...." ucap Tiara dengan bibir bergetar sebisa mungkin dia menahan supaya air mata nya tidak jatuh di hadapan kedua anak nya.
"Apa...!" jawab Luna dan Juna secara bersamaan.
Kedua bocah itu saling berpandangan, mereka masih tidak percaya dengan apa yang ibu nya ucapkan.
"Benar ibu....om ganteng adalah ayah Luna dan kak Juna ?" tanya Luna Yang masih tidak percaya.
Tiara mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan sang putri.
"Om ganteng...apa benar om ganteng adalah ayah Luna dan kak Juna?"
"Iya sayang...ini ayah nak?" ucap Alex dengan bibir yang bergetar.
Luna langsung memeluk Alex sangat erat. Gadis kecil itu sangat bahagia mendapatkan kenyataan jika laki - laki yang ada di hadapan nya itu adalah ayah kandungnya.
"Ini bukan mimpi kan? Om ganteng benar ayah Luna..." ucap gadis itu sambil terisak menangis dalam pelukan Alex .
"Benar sayang...ini bukan mimpi, maafkan ayah nak."
"Ayah....Luna senang sekali akhirnya Luna bisa bertemu dengan ayah, hiks..." tangis bocah perempuan itu langsung pecah begitu saja di pelukan Alex.
__ADS_1
"Jika anda adalah ayah kami, kenapa anda baru mengatakan sekarang hah? Padahal selama ini anda dekat dengan kami...."
Deg,