
...>>>>>Akhirnya......akun ku bisa di temukan lagi setelah beberapa drama yang harus di lalui readers😤 awal mula karena semua aplikasi yang ada di Android ku terhapus semua oleh anak ku, termasuk aplikasi NT ini. Dan parah nya author lupa😁 akun mana yang di jadikan untuk log in ke NT nya setelah beberapa hari di otak Atik, akhir nya bisa juga...rasa nya lega banget😍<<<<<<...
Back to cerita ya guys......
Sekarang om harus mempertanggung jawabkan perbuatan om ke pihak yang berwajib.."
"Tiara...."
Alex hanya bisa bergumam lirih mendengar apa yang diucapkan Tiara. Laki - laki tampan itu tidak bisa berbuat apa - apa sekarang. Hanya dilema yang dia rasakan saat ini, di satu sisi dia tidak ingin membuat Tiara kecewa jika dia membela papa nya, bisa saja dia memohon pada Tiara untuk mencabut tuntutan nya. Akan tetapi di sisi lain dia juga tidak bisa membenarkan perbuatan ayah nya di masa lalu yang menurut nya sangat pengecut.
Sedangkan Ny. Sofia mama Alex hanya diam membisu, dengan tatapan nanar ke arah sang suami nya. Bibir nya terlalu kelu untuk mengucapkan sepatah kata pun. Kecewa..jelas itu yang di rasakan oleh wanita paruh bayah yang masih terlihat cantik itu. Dia benar - benar tidak menyangka suami nya telah melakukan hal se keji itu.
"Maafkan aku Al...Tante... bagaimana pun Om Wira telah menyebabkan orang yang Tiara punya satu - satu nya di dunia ini meninggalkan Tiara selama - selama nya. Dan yang membuat Tiara kecewa pada suami Tante kenapa pada saat kejadian itu suami Tante justru meninggalkan ayah saya begitu saja di lokasi kejadian itu. Kenapa saat itu suami Tante tidak menyelamatkan ayah saya, jika suami Tante melakukan itu mungkin saat ini ayah saya masih bersama saya Tante..." ucap Tiara dengan bibir bergetar menahan rasa sesak di dalam dada nya.
Sementara Ny.Sofia lagi - lagi hanya diam dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya. Dia sangat memahami perasaan Tiara sekarang. Jika dia berada di posisi Tiara pasti dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang Tiara lakukan saat ini.
"Saya bisa saja memaafkan Om Wira sebagai sesama manusia, akan tetapi perbuatan om Wira harus tetap di pertanggung jawabkan di pihak yang berwajib," lanjut Tiara.
"Om siap menerima semua hukuman dari kamu nak, karena hukuman apa pun itu tidak sebanding dengan apa yang sudah om lakukan dulu," kata papa Alex dengan sendu.
"Maafkan Tiara om..."
__ADS_1
"Tidak nak, kamu tidak bersalah...apa pun yang kamu lakukan saat ini adalah tindakan yang benar."
"Al...mah....maafkan papah," hanya itu yang terucap dari mulut tuan Wira sebelum polisi menggiring laki - laki paruh bayah itu ke kantor polisi.
Ny. Sofia langsung memeluk sang suami sebelum suami nya itu di bawa ke kantor polisi, bagaimana pun sebagai seorang istri harus selalu memberikan dukungan pada suami nya terlepas ada rasa kecewa yang sangat mendalam dalam hati nya.
"Maafkan Al pah...kali ini Al tidak bisa berbuat apa - apa untuk membantu papah," kata Alex seraya memeluk sang papa.
"Tidak apa - apa nak...tolong jaga mama mu selama papa tidak ada di samping nya, dan maafkan papa yang selalu memaksakan kehendak papa pada mu."
Setelah mengatakan hal itu tuan Wira langsung di giring ke kantor polisi bersama Jesika. Namun, sebelum mereka pergi lagi - lagi Jesika berbuat ulah kembali.
"Tunggu dulu pak, ada hal yang ingin aku katakan pada kedua manusia itu," pinta Jesika pada polisi.
"Ingat ya....ini belum berakhir, aku akan pastikan membalas semua perbuatan kalian ini. Dan kamu Lex, kamu akan menyesal karena telah berbuat seperti ini. Papa ku tidak akan terima jika anak semata wayang nya di perlakukan seperti ini. Kamu lupa Lex, nasib perusahaan kamu seperti apa jika papa ku mencabut semua investasi nya," ucap Jesika dengan seringai licik nya.
"Aku tidak takut dengan ancaman kamu, tentang perusahaan aku sudah pastikan tidak akan terjadi apa - apa jika papa mu menarik semua investasi yang sudah dia tanamkan di perusahaan ku. Karena semua investasi yang papa mu tanamkan sudah aku kembalikan pada papa mu," jawab Alex dengan senyum kemenangan.
"Apa...! bagaimana bisa..."
"Silahkan kamu tanyakan pada papa mu itu jika kamu sudah keluar nanti, dan ingat mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa pun. Pertunangan kita batal !"
__ADS_1
"Lex....kamu tidak bisa seperti pada ku, lihat saja aku akan membalas semua perbuatan kamu pada ku!" teriak Jesika saat kedua polisi menarik nya dengan kasar.
Karena Jesika tadi sempat memberontak saat akan di bawa keluar.
Saat Jesika melintasi Tiara, dia masih sempat-sempatnya mengatakan sesuatu pada Tiara.
"Hei..wanita mu****n, jangan senang dulu kamu...apa kamu yakin jika Alex ayah dari anak - anak mu? secara kamu saat itu tidak sadarkan diri, bisa jadi sebelum Alex masuk ke kamar itu kamu sudah ada yang meniduri terlebih dahulu," ucap Jesika dengan tawa yang menghina.
Plak,,,
Sebuah tamparan Tiara layangkan pada pipi kanan Jesika. Wanita itu benar - benar tersulut emosi dengan perkataan Jesika barusan. Alex yang mendengar perkataan Jesika pun langsung menghampiri Jesika dan mencengkram dagu wanita itu.
"Jaga bicara mu, sebelum aku bertindak lebih pada mu ! Aku pastikan kedua anak Tiara adalah buah hati ku, ini bukti nya," Alex memperlihatkan sebuah kertas hasil test DNA nya dengan kedua anak Tiara.
Saat dia mengetahui kebenaran nya tentang kejadian enam tahun yang lalu dia langsung menyuruh Jo sang asisten nya untuk mengurus masalah test DNA itu. Tiara pun tidak mengetahui hal itu, dari mana Jo mendapatkan sampel kedua anak nya untuk test DNA dia juga tidak mengetahui nya.
Jesika di buat bengong dengan apa yang Alex tunjukan pada nya. Sekarang dia tidak berbuat apa pun.
"Pak bawa wanita ini sekarang juga, pastikan dia membayar semua dengan apa yang dia perbuat dulu," titah Alex pada polisi yang membawa Jesika.
"Alexander Wiratama ...aku pastikan akan membalas semua ini," teriak Jesika saat di eksekusi oleh polisi.
__ADS_1
Alex dan Tiara saat ini sudah bernafas lega, misteri kejadian enam tahun yang lalu sudah terpecahkan. Sekarang tinggal masalah kecelakaan ayah nya enam tahun yang lalu yang melibatkan papa dari laki - laki yang ternyata adalah ayah dari kedua anak nya. Yang tidak lain adalah kakek dari kedua anak nya itu.
"Al...bisa kamu jelaskan pada mama tentang apa yang menimpa pada kalian berdua.."