Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 46 Jesika di buat kesal


__ADS_3

Tiara memandangi dua punggung orang yang baru saja berpapasan dengan nya. Tatapan wanita itu terlihat sendu, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan lewat tatapan mata itu sebagai wakil dari perasaaan yang dia rasakan saat ini.


"Huft......" hanya itu yang mampu Tiara keluarkan dari bibir mungil nya.


Dia kemudian kembali ke pantry untuk makan siang.


" Selamat siang pak Al," sapa Jo sang asisten.


"Hem....ayo kita pergi sekarang."


"Baik pak Al..."


"Eh....tunggu...tunggu, jangan bilang dia juga akan ikut makan siang juga bersama kita," kata Jesika sambil menunjuk ke arah Jo.


"Kalau iya kenapa, kamu keberatan?" jawab Alex dengan datar dan terus berjalan.


"Tapi...aku mau nya kita makan berdua saja Lex."


Alex mengehentikan langkah nya, " jika kamu keberatan Jo ikut dengan kita, lebih baik kita batalkan saja makan siang ini."


"S**t.....s**l, aku seperti nya tidak ada pilihan lain dari pada tidak sama sekali," umpat Jesika dalam hati nya.


"Bagaimana?" tanya Alex.


"Ya sudah, dia boleh ikut. Tapi di sana aku tidak mau dia satu meja dengan kita," pinta Jesika.


"Aku tidak bisa janji, bagaimana pun Jo adalah asisten ku jadi kemana pun aku pergi dia harus selalu di sampingku."


Setelah Alex mengatakan hal itu dia langsung masuk ke dalam mobil. Dia duduk di samping kemudi.

__ADS_1


Jesika melongo melihat Alex yang masuk begitu saja ke dalam mobil tanpa mengajak Jesika. Dan parah nya lagi Alex malah duduk di dekat Jon di depan.


"Cepat masuk ke dalam mobil, waktu ku terlalu berharga untuk di buang seperti ini."


Jesika menghentakkan kaki nya karena kesal dengan semua tindakan Alex. Dia membayangkan sebelum nya, kalau Alex akan bersikap lembut pada nya dan menunjukkan perhatian - perhatian kecil pada nya seperti membuka kan pintu mobil, menggandeng nya dengan mesra, dan saat di dalam mobil mereka berdua bisa bermesraan. Tapi semua itu hanya ada di angan - angan nya saja. Realita nya Alex justru lebih dingin lagi dari yang di Amerika dulu.


Padahal Jesika sendiri juga sudah tahu jika Alex bersikap seperti itu sejak dulu karena laki - laki itu tidak pernah menaruh perasaan apa pun pada nya. Alex mau melakukan hal itu hanya karena paksaan dari papa nya.


Jesika masuk ke dalam mobil dengan bersungut - sungut dan membanting pintu mobil bagian belakang dengan sangat keras.


Jo terkekeh melihat ekspresi Jesika, sedangkan Alex tidak peduli sama sekali. Dia justru memilih menyibukkan diri dengan ponsel nya.


"Kamu menertawai ku!" ucap Jesika dengan mata yang sudah melotot ke arah Jo.


"Tidak nona, mana berani saya menertawai anda," jawab Jo sambil menahan tawa nya.


"Lihat saja nanti aku pastikan kamu sebentar lagi akan menjadi milikku Lex, aku akan menyuruh papa ku untuk mendesak om Wira supaya mempercepat pertunangan kita, kalau perlu kita langsung menikah saja," batin Jesika sambil mengaduk - aduk makanan nya.


**


Setelah Tiara mendapat arahan yang benar dari Jo asisten Alex, kinerja Tiara semakin hari semakin baik. Dia juga sudah tidak sering di marahi oleh Alex. Bisa dikatakan semua hal yang Tiara lakukan dan kerjakan sempurna di mata Alex. Namun tetap saja hubungan Alex dengan Tiara tetaplah dingin, hubungan mereka selayak nya atasan dan bawahan seperti yang Alex mau. Dan Tiara juga tidak mempermasalahkan nya sama sekali, justru dia lebih nyaman seperti ini. Mereka seolah seperti tidak pernah saling kenal sama sekali.


"Alhmdulillah....akhir nya gajian juga. Aku bisa membelikan kue ultah dan makanan kesukaan untuk si kembar besok, " ucap Tiara dengan ekspresi yang sangat bahagia memandangi amplop coklat yang baru saja dia terima.


Dia merasa sangat bahagia karena pendapatan nya bekerja di ruangan CEO dua kali lipat dari yang dia dapatkan dari gaji dia yang sebelumnya. Dan dia juga sudah di angkat menjadi karyawan tetap bukan karyawan kontrak lagi.


Jadi setiap bulan nya dia bisa menabung untuk kebutuhan sekolah si kembar nanti.


"Hei Ra..." sapa Nadia yang langsung memeluk sahabat nya itu.

__ADS_1


"Aku kangen banget ma kamu Ra, kita sekarang jarang sekali ngobrol bareng. Ketemu saja sebulan sekali saat kita mengambil gaji seperti ini."


"Heh...ini anak kesambet apa sih, lha dua hari yang lalu kita juga baru ketemu kan? lupa?"


"Hahahaha....lupa aku Ra."


"Oh ya Nad, besok kan si kembar ultah kamu bisa tidak temani aku beli kue dan makanan kesukaan si kembar," pinta Tiara.


"Astaga...dua ponakan ku besok ultah yah, aku kok sampai lupa sih. Ya sudah, besok sepulang kerja kita ketemuan di parkiran saja ya Ra. Nanti aku temani kamu, sekalian aku juga ingin membelikan kado untuk si kembar."


" Ngga usah lah Nad, kamu itu udah sering sekali memberikan hadiah untuk Juna dan Luna. Belum lagi kamu sering memanjakan mereka dengan jajan ini itu."


"Ya Allah Ra, kayak ma siapa aja. Mereka berdua itu sudah aku anggap seperti anak aku sendiri. Jadi kamu jangan pernah mempunyai pikiran seperti itu lagi ya."


"Makasih ya Nad...kamu memang sahabat terbaik ku," ucap Tiara sambil memeluk Nadia.


"Eh...aku sampai lupa, besok malam aku ada job di ketringan nya Bu Ulva Ra, kata nya dia ada orderan untuk ultah gitu. Dan dia butuh pelayan tambahan lagi, kamu mau ngga Ra? lumayan lho bayaran nya bisa untuk nambahi tabungan sekolah si kembar nanti."


"Tapi besok kan ultah si kembar juga, masak aku tinggal kerja malam nya. Emang acara nya jam berapa Nad?


"Iy juga sih....cuma sayang Ra, bayaran yang kita terima besar. Soal nya kata Bu Ulva yang ultah ini seorang CEO. Kalau untuk si kembar nanti aku bantu memberi penjelasan pada nya, acara nya pesta nya di mulai jam delapan malam Ra, tapi kita dari jam tujuh sudah harus di sana untuk menyiapkan segala sesuatu nya. Kalau membeli kue ultah di kembar nanti aja gimana, dan kita kasih surprise ma mereka saat jam dua belas malam nanti, kan selama ini mereka belum pernah mendapatkan surprise seperti itu kan?"


"Kamu benar Nad...ya sudah aku ikut rencana kamu saja."


"Sip...kalau begitu."


Setelah ngobrol yang cukup lama dengan sahabat nya itu, Tiara langsung menuju ruangan di mana dia bekerja selama ini. Lagi - lagi dia tersenyum bahagia saat menatap amplop coklat itu sampai dia tidak sadar telah menabrak orang yang berjalan berlawanan arah dengan nya.


"Bugh....auws"

__ADS_1


__ADS_2