
"Emph...lepas woy ..." teriak Nadia berusaha melepaskan diri dari bekapan Jo dengan cara menggigit telapak tangan Jo yang membekap mulut nya.
"Auws...." ringis Jo kesakitan karena telapak tangan nya di gigit oleh Nadia." Dasar cewe bar - bar, awas aja kamu ya!" ancam Jo dengan tatapan yang tajam ke arah Nadia.
Sedangkan Nadia sendiri yang di tatap tajam oleh Jo bukan nya takut justru menatap tajam balik laki - laki dingin itu.
"Bodo' amat, week!" Nadia menjulurkan lidah nya ke arah Jo yang masih menatap tajam ke arah nya.
Sedangkan dua sejoli yang baru saja mengikrarkan perasaan cinta nya terkejut dengan suara teriakan Jo dan Nadia. Sontak ciuman mereka terlepas dan melirik ke arah sumber suara. Alangkah terkejutnya Tiara melihat ada dua orang yang dia pastikan sudah melihat adegan ciuman tadi. Rasa nya Tiara sangat malu sekali, berbeda dengan Alex laki - laki itu terlihat cuek saja jika Jo asisten nya melihat dia berciuman dengan Tiara.
"Sejak kapan kalian ada di sini Hem," ucap Alex dengan tatapan dingin menghunus ke arah Jo dan Nadia.
Dua anak manusia yang mendapatkan tatapan tajam dari bos nya itu berusaha susah payah menelan Saliva nya.
"Ba ru saja Pak," jawab Jo terbata.
"Oo .." jawab Alex santai sambil berlalu di hadapan mereka berdua. Sedangkan Tiara sudah tidak ada lagi di sana, dia mengalihkan rasa malu nya dengan pergi ke kamar si kembar sekalian mengecek kedua anak nya, dia merasa takut jika sang anak juga melihat kejadian tadi.
"Ternyata pak Al gercep juga alias gerak cepat, hee" kekeh Jo yang hanya bisa dalam hati pasti nya.
"Ya ampun ..Tiara beruntung sekali," batin Nadia.
Alex berjalan ke arah ruang tamu untuk mengecek apa yang dia perintahkan pada asistennya itu di kerjakan dengan baik atau tidak.
"Apa yang saya perintahkan apakah sudah kamu kerjakan semua Jo," ucap Alex sambil memeriksa beberapa barang yang berada di ruang tamu.
"Sudah pak, sebentar lagi apa yang bapak pesan segera datang."
Dan benar saja setelah Jo mengatakan hal itu, beberapa orang datang dengan membawa perlengkapan rumah seperti matras, lemari, kipas angin, kulkas dan masih banyak lagi. Sedangkan barang yang Alex periksa tadi adalah bahan kebutuhan dapur dari beras, aneka lauk pauk, sayuran, buah, roti, susu dan aneka cemilan untuk kedua anak nya.
Pantas saja Jo mengajak Nadia, karena yang di belanjakan adalah urusan dapur. Sedangkan dia tidak tahu pasti kebutuhan dapur itu apa saja.
__ADS_1
Tiara yang baru saja keluar dari kamar si kembar bersama Nadia merasa bingung melihat beberapa orang keluar masuk ke kontrakan nya dengan membawa aneka macam barang.
"Al ....ini ada apa? Kok banyak orang yang membawa barang ke kontrakan ku, siapa yang memesan semua barang ini?" tanya Tiara dengan penuh kebingungan sambil melihat beberapa orang yang lalu lalang di hadapan nya membawa barang-barang rumah tangga.
Alex tersenyum dan menghampiri pujaan hati nya itu," mereka orang suruhannya Jo sayang..aku tadi menghubungi Jo supaya membelikan semua kebutuhan dapur dan beberapa barang untuk kalian."
"Tapi semua ini tidak perlu kamu lakukan Al."
"Sssst....semua ini aku lakukan supaya kalian bisa menjadi lebih nyaman lagi sayang...dan ini sudah menjadi kewajiban ku memberikan kenyamanan untuk kalian bertiga," ucap Alex membelai pipi mulus Tiara.
Tiara melihat kontrakan nya yang kecil sekarang menjadi penuh dan sesak oleh barang - barang pemberian Alex. Apa lagi dapur nya sekarang sudah berubah menjadi seperti pasar impres yang menjual aneka sayuran dan kebutuhan dapur.
"Ya Allah Al...tapi ngga harus sebanyak ini juga kan?" protes Tiara melihat dapur nya yang penuh dengan bahan makanan.
Alex terkekeh melihat ekspresi wanita nya itu," aku hanya ingin kamu dan anak - anak bisa menikmati makanan yang layak setiap hari nya Ra, jujur hati ku sakit melihat kalian hanya makan dengan telur dadar seperti tadi."
"Maafkan aku Al...karena tidak bisa memberikan kenyamanan dan kelayakan untuk anak - anak kita selama ini," ucap Tiara dengan nada sendu.
Sambil menaikkan dagu Tiara dia berkata" Tidak sayang... justru aku yang seharusnya minta maaf pada mu karena selama ini tidak ada di samping kalian saat kalian sedang susah dan menderita. Anggap saja semua yang aku berikan sekarang ini sebagai tanggung jawab ku yang pertama sebagai ayah untuk anak - anak."
Alex menghapus jejak air mata yang ada di pipi Tiara dan merengkuh tubuh wanita itu dalam pelukan nya.
"So sweet sekali..." gumam Nadia yang ternyata masih terdengar oleh Jo.
"Norak banget sech, cuma melihat adegan seperti itu saja sampai air liur kamu keluar. Kelihatan sekali jika kamu masih jomblo akut," ledek Jo dengan tersenyum miring.
Nadia yang di bilang air liur nya keluar sontak mengusap mulut nya padahal di sana tidak ada satu apa pun. Jo langsung terkekeh melihat tingkah bodoh Nadia.
"Dasar kulkas dua pintu, situ juga jomblo kalee, lupa? Sesama jomblo tidak boleh saling menghina," sindir Nadia yang baru tahu dari Tiara saat di kamar si kembar kalau Jo belum pernah pacaran sama sekali.
Jo jadi salah tingkah dengan ucapan Nadia, buru - buru dia meninggalkan teman Tiara itu dan pura - pura menyibukkan diri bersama orang suruhannya.
__ADS_1
Pagi Hari nya,
"Ibu....."
"Iya sayang ada apa?"
"Kenapa Luna bisa tidur di kasur yang empuk seperti ini," ucap sang putri yang merasa heran kenapa dia bisa tidur di kasur yang begitu empuk, lembut dan besar pasti nya.
"Kita masih di kontrakan kan Bu belum pindah?" bisik Luna yang langsung mendapatkan cubitan kecil dari sang kakak," ini masih di kontrakan kita, emang di mana lagi."
"Kakak....sakit tahu! Ya Luna kira kira sudah pindah semalam, soal nya banyak barang asing di kamar ini," jawab gadis kecil itu seraya melihat sekeliling kamar nya yang penuh akan barang pemberian Alex.
"Juna...sudah jangan seperti itu pada adik kamu. Semua ini ayah kalian yang memberikan nya," jelas Tiara dengan tersenyum.
"Ayah?" kata ke dua nya.
"Terus di mana ayah sekarang Bu? Ayah ngga pergi ninggalin Luna lagi kan?" tanya Luna.
"Tidak sayang...ayah ada di sini," entah sejak kapan Alex tiba - tiba muncul di ruangan itu.
Tiara kaget dengan kemunculan Alex, semalam Alex memang sempat memaksa untuk menginap akan tetapi Tiara melarang nya dan dengan terpaksa CEO tampan itu kembali ke apartemen nya.
"Alex....."
...***...
Hai readers ...
Mohon dukungannya selalu ya supaya author lebih semangat lagiš„°....
Salam sayang untuk kalian semuašā¤ļøā„ļø
__ADS_1