
"Alex..."
"Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam?"
"Ya bisa lah...pintu nya saja tidak terkunci, kamu ini ceroboh sekali Ra, kalau ada orang jahat yang masuk bagaimana? Untung saja aku yang masuk," ucap Alex sambil mendekat ke arah kedua anak nya.
"Astaga ...jadi dari semalam pintu kontrakan ku tidak terkunci."
"Hemm...lain kali jangan terulang lagi ya?"
Tiara mengangguk," untung saja tidak ada orang yang masuk semalam," lirih Tiara namun masih bisa di dengar oleh Alex.
"Bagaimana orang jahat mau mendekat jika anak buahku berjaga dengan ketat semalam," gumam Alex dalam hati.
Semalam sebelum Alex pulang dia menyuruh beberapa anak buah nya untuk berjaga-jaga di sekitar kontrakan Tiara. Dia hanya ingin memastikan wanita yang dia sayangi dan kedua anak nya aman.
"Al...boleh aku minta tolong?"
"Iya sayang...apa pun yang kamu minta pasti aku turutin, mengambil bulan pun aku bersedia, atau aku di suruh menyeberangi lautan aku siap," jawab Alex seraya memeluk Tiara dari arah belakang.
Saat ini mereka sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
"Al..lepas, nanti kalau sampai anak-anak lihat bagaimana? terus apa tadi sejak kapan seorang Alexander Wiratama yang terkenal cuek, dingin, suka berkata pedas dan angkuh tiba-tiba bisa berkata penuh dengan gombalan seperti itu Hem..." Tiara mengatakan seperti itu sambil terkekeh dan hanya dibalas cebikan dari bibir Alex.
Bukannya melepas pelukannya laki - laki tampan itu justru mempererat pelukannya dengan menjatuhkan dagu nya di pundak Tiara. Dan itu membuat Tiara risih, karena baru kali ini dia dipeluk seperti itu.
"Al...."
"Bentar saja sayang...aku ingin menumpahkan rasa rindu ku pada mu. Rasa nya aku sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan kita sayang...aku sudah ingin sekali memboyong kalian ke rumah baru kita, aku ingin menghabiskan hari - hari ku bersama kalian nanti nya. Mama sangat bahagia sekali karena impiannya mempunyai menantu seperti mu akan tercapai dan itu adalah kado ulangtahun mama yang terindah, tapi kebahagiaan mama belum sempurna karena papa tidak berada di samping nya saat hari bahagia itu tiba nanti nya," Alex berkata dengan suara yang sendu.
Tiara memberanikan diri untuk memutar badan nya menghadap Alex dia membelai pipi pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya itu.
"Maafkan aku Al...Karena aku mama harus merayakan hari jadi nya tanpa seorang suami," ucap Tiara dengan penuh penyesalan telah membuat calon mertua nya itu mendekam di penjara.
__ADS_1
"Ssst....hei apa yang kamu lakukan itu sudah benar sayang..papa memang seharusnya mendapat hukuman seperti itu dengan apa yang telah papa lakukan pada mu. Aku dan mama sudah ikhlas dan menghormati keputusan kamu itu," Alex berkata dengan tatapan yang sendu.
"Walupun kamu bilang sudah ikhlas dan menerima keputusan ku tapi aku bisa melihat dari sorot mata mu jika kamu sangat bersedih Al... sepertinya aku harus segera melakukan itu," batin Tiara.
Alex mengusap pipi sang kekasih dengan lembut mencurahkan rasa cinta nya lewat usapan tersebut. Entah dorongan dari mana lagi - lagi dia mendaratkan kecupannya di bibir mungil wanita nya itu. Tiara yang menerima serangan itu langsung memejamkan mata nya dan itu diambil kesempatan oleh Alex untuk melancarkan aksi nya di bibir yang sudah menjadi candu untuk nya itu. Baru saja laki - laki itu akan memperdalam ciuman nya tiba - tiba dari arah ruang tengah terdengar suara yang sangat tidak asing baginya.
"Ibu....sarapan nya sudah selesai belum, Luna sudah..... Ibu ma ayah sedang apa!"
Sontak Tiara langsung melepas kan ciuman nya dan mendorong tubuh Alex. Dia merasa kebingungan dan salah tingkah takut jika sang putri melihat kejadian yang tidak seharusnya putri nya lihat itu. Berbeda dengan Alex, laki - laki itu justru sangat santai seolah-olah tidak ada kejadian apa pun.
"Emm....tadi ayah membantu ibu untuk meniup debu yang ada di mata ibu nak," kata Tiara yang terpaksa berbohong, wanita itu berharap anak nya mempercayai perkataan nya itu.
"Oh....kirain ayah nyium ibu."
Gleg,
Tiara dengan susah payah menelan Saliva nya mendengar perkataan sang putri.
"Memang kenapa jika ayah mencium ibu sayang," sekarang giliran Alex yang berbicara kepada putri nya.
"Kok kamu bisa mempunyai pemikiran seperti itu?" tanya Alex yang merasa kikuk dengan apa yang putri nya ucapkan itu.
"Kata teman Luna setiap orang yang sudah menikah pasti punya foto pernikahan, tp ayah ma ibu kan ngga punya, bearti kalian memang belum menikah."
Ucapan Luna mampu membuat kedua nya terdiam. Tidak ingin sang putri bertanya yang aneh-aneh lagi, Alex langsung membawa putri kecil nya itu ke dalam menyusul Juna yang sedang asyik menonton TV.
**
Hari ini Alex sengaja tidak masuk kantor karena ingin mengantar jemput anak nya ke sekolah seperti yang Luna inginkan. Gadis kecil itu ingin menunjukkan kepada teman - teman nya jika dia selama ini memang benar mempunyai seorang ayah. Tidak seperti yang mereka katakan kepada anak kembar itu.
Sedangkan Tiara memutuskan untuk pergi ke suatu tempat setelah Alex mengantar anak-anak nya ke sekolah.
"Aku harus gerak cepat sebelum terlambat nanti nya," gumam Tiara lirih setelah melihat kepergian Alex dan anaknya.
__ADS_1
**
"Yah...sepulang sekolah nanti kita beli kado untuk Oma y yah," ucap sang putri yang penuh antusias dan senyum yang sumringah.
Namun senyum itu tiba - tiba memudar, Alex yang menyadari sang anak diam tiba-tiba menjadi penasaran.
"Kenapa sayang..."
"Luna ingin sekali membelikan kado untuk Oma, tapi uang tabungan Luna sudah habis yah," kata sang anak dengan tertunduk lesu.a
"Kamu nanti bisa pake uang Kakak de, kita beli kado untuk Oma sama-sama," kata Juna sambil mengelus rambut hitam saudara kembarnya itu.
"Benar kak?"
Juna mengangguk
"Horee...makasih ya kak, kamu memang the best," ucap Luna yang langsung mencium pipi saudara kembar nya itu namun langsung mendapat tatapan horor dari yang mempunyai pipi.
Sedangkan Luna hanya mengangkat kedua jarinya sambil nyengir menampilkan gigi ompong nya.
Alex menjadi terharu dengan ucapan sang anak, dia merasa bangga pada Tiara yang sudah mendidik anak-anak nya menjadi anak yang pintar dan berbudi pekerti yang luhur seperti itu.
"Sayang....kalian tidak perlu membeli kado ulang tahun Oma dengan uang kalian, nanti kita pake uang ayah saja untuk membeli kado itu ya, uang ayah kan uang kalian juga."
"Tidak ayah...kami akan membelikan kado dari uang kami sendiri. Ini kan pertama kali kami memberikan hadiah untuk Oma, jadi harus dari uang kami sendiri yah," kata sang putra dengan nada yang serius.
"Tapi sayang..."
"Ngga ada tapi - tapian ayah...yang diucapkan kak Juna benar."
"Baiklah...kali ini ayah izinkan kalian menggunakan uang kalian sendiri, namun lain kali kalau ingin membeli apapun harus memakai uang ayah ya sayang...."
Kedua anak nya menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
"Emang uang ayah banyak ya?"