Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 64 Terbongkar #1


__ADS_3

"Hah...."


Abimana terdiam mematung mendengar ucapan Tiara, dia masih belum bisa mencerna maksud wanita dua anak itu.


Ya laki - laki yang Tiara jumpai di taman rumah sakit itu adalah Abimana. Entah dapat dorongan dari mana Tiara tiba - tiba bisa berkata seperti itu.


"Tuan...tolong kali ini saja bantu saya," Tiara mengatupkan ke dua tangan nya sebagai permohonan kepada Abimana.


Tanpa menunggu respond dari Abimana, Tiara justru menarik tangan laki - laki Casanova itu menuju ruangan Luna.


"Tolong pindahkan anak saya dari ruangan ini tuan, dan bawa kami bertiga kemana pun tuan pergi. Seumur hidup saya menjadi budak anda pun saya mau asalkan tuan mau membantu saya kali ini."


"Ini sebenarnya ada apa Ra, saya tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan sejak tadi," ucap Abimana yang benar - benar merasakan bingung.


"Cerita nya panjang tuan, tapi saya janji nanti akan saya ceritakan semua nya. Yang jelas saya cuma butuh untuk pergi dari kota ini secepat nya.


Akhir nya Abimana pun menuruti semua kemauan Tiara. Dia langsung menyuruh sang asisten untuk mengurus semua administrasi pemindahan Luna.


Juna yang baru saja terbangun dari tidur nya pun merasa bingung, karena melihat sang adik yang sudah berada di kursi roda.


"Kita mau kemana Bu?" tanya Juna yang merasa kebingungan.


"Nanti ibu jelasin ya nak, sekarang bereskan semua barang Juna dulu."


"Iya Bu..."


**


"Bagaimana hasil nya..."


"Semua yang bapak mau sudah ada di dalam flashdisk."

__ADS_1


Alex langsung mengambil flashdisk yang diberikan oleh anak buah Jo itu. Dengan tergesa - gesa dia membuka semua file yang ada di flashdisk itu.


Mata Alex membulat setelah melihat sebuah video tentang kejadian enam tahun yang lalu. Di dalam video tersebut nampak sangat jelas saat Tiara dalam keadaan yang tidak sadarkan diri di bawa oleh dua orang masuk ke dalam kamar hotel. Tidak lama dua orang tersebut langsung keluar. Setelah itu terlihat jelas seorang pria berjalan dengan sempoyongan dari arah lain. Pria itu sangat Alex kenal karena pria itu adalah diri nya sendiri.


Seperti di rekaman CCTV yang sebelumnya Alex memang masuk ke dalam kamar yang sama dengan Tiara dan tidak keluar lagi.


Berapa terkejut nya Alex, tangan nya bergetar saat mencoba mempercepat video itu.


"Ini tidak mungkin..." ucap Alex sambil meremas rambutnya.


Mata nya langsung membulat saat dia tahu ada dua orang yang sangat familiar sekali datang ke kamar itu.


"Jesika......Seto...." lirih Alex.


Dia sangat penasaran apa yang ingin dia orang itu lakukan di depan kamar hotel dimana dia dan Tiara berada saat ini.


Alex langsung mengepalkan kedua tangan nya saat melihat Seto memapah diri nya dalam keadaan telanjang dada tanpa memakai baju, hanya celana panjang saja dan membawa diri nya ke kamar hotel lain nya yang tidak jauh dari kamar sebelum nya.


Kedua tangan nya mengepal kuat," aku tidak akan melepaskan kalian berdua, aku pastikan kalian akan menyesal telah melakukan ini semua pada ku dan juga Tiara."


Dengan masih menahan emosi Alex tetap melanjutkan melihat video itu. Rekaman di mana saat Tiara keluar di waktu pagi hari dengan langkah yang tertatih dan menahan tangis di setiap langkah nya. Di sana Alex bisa melihat jika Tiara memang menggunakan kemeja putih yang Tiara lemparkan tadi ke wajah nya.


"Tiara....maafkan aku," Alex menangis tergugu. Seketika ingatan nya langsung tertuju pada rentetan kejadian enam tahun lalu di mana Tiara harus kehilangan beasiswa nya gara - gara foto yang sekarang dia yakini hanya ulah Jesika saja karena setalah Alex di bawa keluar dari kamar itu tidak ada laki - laki lain lagi yang masuk hanya Jesika yang masuk ke dalam kamar Tiara, itu pun hanya sebentar.


Rentetan kata - kata pedas yang sering dia lontarkan kepada Tiara juga terngiang - ngiang di telinga nya, apa lagi dia juga ikut menghina Tiara, menuduh wanita itu sebagai wanita yang murahan, semua itu membuat Alex merasa sangat bersalah.


"Juna...Luna....mereka adalah anak ku," Alex berkata dengan mata yang berkaca - kaca. CEO tampan itu langsung menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja kerja nya.


Dengan langkah lebar laki - laki itu langsung menuju tempat di mana mobil nya terparkir. Dia benar - benar tidak sabar ingin segera bertemu dengan Tiara dan kedua anak nya.


"Juna....Luna maafin Ayah nak, karena ayah terlambat mengenali kalian, tapi Ayah janji setelah ini kita tidak akan terpisah lagi. Kita akan hidup bersama - sama selama nya, kalian, ayah dan ibu kalian."

__ADS_1


Alex memang sudah membulatkan tekad nya setelah ini dia akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia lakukan pada Tiara enam tahun yang lalu, entah bagaimana cara nya nanti dia harus bisa mendapatkan maaf dari wanita malang itu. Karena dia tahu Tiara pasti tidak akan mudah untuk memaafkan nya.


**


"Pak Jonatan yang terhormat, aku sudah tidak ada waktu lagi untuk berdebat dengan anda saat ini. Luna anak saya, jadi saya berhak untuk membawa dia kemana pun saya inginkan," kata Tiara dengan penuh emosi karena mereka saat ini di cegah oleh Jo dan beberapa anak buah nya.


Sedangkan Abimana tidak bisa berkutik sama sekali, setelah Jo asisten Alex membisikan sesuatu di telinga nya tadi yang membuat Abimana menyerah dan tidak bisa membantu Tiara. Padahal dia juga CEO yang mempunyai kuasa seperti Alex tapi entah mengapa dia selalu kalah dari Alex seolah - olah Alex memiliki kartu As dia sehingga dia tidak bisa berkutik sama sekali.


Untung saja Jo sigap saat melihat Abimana dan Tiara keluar dari rumah sakit dan langsung menghubungi Alex sehingga dia dapat menahan Tiara dan Abimana.


"Maaf Tiara...kali ini aku tidak bisa membantu mu jika Alex sudah meminta nya," ucap Abimana kepada Tiara. Setelah mengucapkan hal itu dia langsung undur diri dan pergi dari sana.


Tiara tidak bisa berbuat apa - apa lagi saat ini, karena bagi dia cuma Abimana lah yang bisa menolong nya namun apa di kata lagi - lagi pengaruh Alexander Wiratama mengalahkan segala nya.


Mau tidak mau Tiara dan kedua anak nya kembali ke ruangan rawat inap kembali. Tiara tidak boleh egois kali ini, mengingat kondisi Luna yang masih belum stabil dan hari yang sudah malam jelas tidak mungkin bagi mereka untuk pergi dari sana.


Biarlah malam ini dia menuruti keinginan asisten Alex itu, biar besok dia pikirkan kembali rencana apa yang akan dia ambil nanti nya.


**


Sesampai nya di rumah sakit, Alex bukan nya langsung menemui Tiara dan kedua anak nya. Akan tetapi dia menuju sebuah ruangan dokter yang tak lain adalah ruangan Seto.


Brakk....


Bugh..


Bugh..


Bugh..


"Auws.."

__ADS_1


__ADS_2