Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 38 Karena aku yang menginginkan nya


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa, Tiara sebelum berangkat kerja dia tetap menyetorkan kue - kue basah buatan nya di pasar terlebih dahulu. Walaupun dia sudah bekerja sebagai cleaning service di sebuah perusahaan besar akan tetapi dia tidak meninggalkan pekerjaannya yang lama. Bahkan jika ada tetangga nya yang membutuhkan jasa mencuci dan menggosok dia pun masih menerima.


Dia melakukan itu karena memang dia membutuhkan biaya hidup yang lebih. Apa lagi sebentar lagi si kembar akan mulai masuk sekolah otomatis Tiara harus menabung lebih banyak lagi. Tahu sendiri biaya sekolah di ibukota sangatlah mahal walaupun masih tingkat TK.


"Juna..Luna...ibu berangkat kerja dulu ya sayang. Jangan merepotkan nenek Ijah, kalian harus bisa hidup mandiri. Makan siang kalian sudah ibu siapkan di meja makan seperti biasa. Ingat pesan ibu jangan...."


"Jangan menyalakan kompor sendiri.." jawab si kembar kompak.


Tiara tersenyum mendengar jawaban dari kedua anak nya," pinter...ini baru anak - anak ibu," ucap Tiara seraya mengecup kedua anak nya secara bergantian.


Sebelum pergi Tiara pergi ke rumah nenek Ijah terlebih dahulu untuk sekedar berpamitan dan menitipkan kedua buah hati nya jika terjadi apa - apa supaya bisa menghubungi Tiara.


Nenek Ijah adalah pemilik kontrakan Tiara yang sekarang. Dia sangat baik kepada Tiara dan sudah menganggap kedua anak Tiara seperti cucu nya sendiri. Karena memang nenek Ijah hanya tinggal sendirian di sana, anak dan cucu nya tinggal di luar negeri dan jarang pulang. Sedangkan Tiara sendiri juga sudah menganggap nenek Ijah seperti orang tua nya sendiri.


"Assalamualaikum nek..."


"Waalaikumsalam, kamu sudah mau berangkat nak.."


"Iya nek..."


"Tumben pagi sekali berangkat nya?"


"Mulai hari ini Tiara di pindah tugas kan membersihkan ruangan CEO nek, jadi Tiara harus berangkat lebih pagi lagi," jelas Tiara.


Nenek Ijah hanya menganggukkan kepala nya tanda mengerti.


"Seperti biasa Tiara mau merepotkan nenek lagi, dengan menitipkan si kembar nek.." ucap Tiara yang sedikit tidak enak karena selalu merepotkan wanita tua itu.

__ADS_1


"Kamu itu bilang apa sih Ra, mana ada nenek repot justru nenek merasa senang dengan kehadiran si kembar. Rumah nenek jadi rame tidak sepi lagi, apa lagi di tambah celotehan dari Luna yang ada saja ulah nya yang buat nenek gemas sendiri. Lagi pula anak - anak kamu itu sangat mandiri Ra, tidak pernah merepotkan nenek sama sekali. Bahkan yang


buat nenek heran setiap di suruh makan siang di sini mereka tidak pernah mau, apa masakan nenek tidak enak dan tidak sesuai dengan selera mereka."


"Hehe...bukan seperti itu nek, cuma aku hanya mengajarkan pada mereka supaya tidak selalu bergantung pada orang lain nek," jelas Tiara.


"Kamu memang orang tua yang hebat Ra..nenek bangga ma kamu," kata nenek Ijah sembari memegang pundak Tiara.


Setelah mengatakan hal itu Tiara pun bergegas pergi ke tempat kerja nya. Ini adalah hari pertama dia pindah tugas membersihkan ruangan pemilik perusahaan tempat dia mengais rezeki sekaligus orang yang selama ini ingin dia lupakan dalam hidup nya. Tapi justru takdir mempertemukan mereka kembali setelah enam tahun mereka terpisah.


"Aku cuma berharap selama aku bekerja nanti tidak pernah bertemu dengan nya. Toh..sesuai arahan mas Yanto aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku sebelum CEO datang ke ruangan nya. Dan aku juga sudah harus menyiapkan kopi untuk nya lima menit sebelum dia tiba. Semoga saja aku bisa melakukan hal itu. Supaya aku tidak harus bertemu secara langsung dengan nya nanti," gumam Tiara selama dalam perjalan nya menuju perusahaan.


Setelah bertemu Bu Maya, Tiara kemarin langsung menemui mas Yanto cleaning service yang sebelum nya bertugas di ruangan CEO untuk meminta arahan tentang apa saja yang harus dia kerjakan nanti nya.


Dan hari ini mas Yanto akan memberi training pada Tiara sampai Tiara mengerti dengan apa saja yang harus dia kerjakan.


Ting,


Pintu lift terbuka, Tiara menginjakkan kaki nya di lantai tertinggi dari perusahaan itu. Dia melihat sekeliling tampak sepi sekali. Di sana dia tidak melihat meja karyawan yang berjejeran seperti di lantai satu di mana dia bekerja sebelum nya.


Di sana hanya ada dua ruangan kerja, satu ruangan berukuran sangat besar yang dia duga adalah ruangan CEO. Dan satu lagi ruangan dengan ukuran sedang yang Tiara sendiri belum tahu itu ruangan apa.


Dia berjalan menyelusuri lorong yang ada di lantai itu mencari di mana letak pantry tempat nya nanti untuk beristirahat setelah dia menyelesaikan pekerjaan nya atau menunggu sampai jam kerja nya selesai.


"Hai Ra...kau sudah datang," sapa mas Yanto dengan ramah. Pria itu baru saja keluar dari ruangan yang Tiara tahu itu adalah ruangan pantry.


"Iya mas..."

__ADS_1


"Oh ya Ra, ini seragam kamu yang baru selama bekerja di bagian sini."


"Lho mas...seragam nya berbeda ya?" tanya Tiara sambil menelisik pakaian yang di kenakan oleh mas Yanto yang sama seperti dia.


"Karena kamu adalah perempuan pertama yang bekerja di ruangan ini jadi kamu menggunakan seragam dan atribut lain nya yang sudah di sediakan oleh pak Jo," jelas mas Yanto.


"Oh...." Tiara hanya ber Oh ria dan menerima seragam itu kemudian masuk ke dalam ruang ganti karyawan yang ada di dalam pantry.


Tiara mengganti seragam nya yang dulu dengan seragam yang baru saja dia terima dari mas Yanto. Tapi ada hal yang aneh menurut Tiara, kenapa dia harus menggunakan benda seperti jam tangan sedangkan tadi dia sempat melihat jika mas Yanto tidak menggunakan benda itu.


"Ini benda apa ya? kok bentuk nya seperti jam tangan tapi bukan jam tangan, terus ini benda apa?" tanya Tiara pada diri nya sendiri sambil membolak balikan benda yang seperti jam tangan itu.


"Ah...sebaiknya nanti aku tanyakan saja pada Mas Yanto."


**


"Apa dia sudah mulai bekerja pagi ini?"


"Sudah pak Al sesuai dengan apa yang anda perintahkan," jawab asisten Jo saat membantu Alex menyiapkan beberapa berkas untuk meeting pagi ini. Mereka saat ini sedang berada di apartemen Alex, karena ada meeting yang harus dia hadiri pagi - pagi sekali karena klien yang akan dia temui nanti ada perjalanan bisnis ke luar negeri jam delapan pagi nanti. Oleh karena itu Alex memutuskan semua berkas yang dia butuhkan dia bawa pulang jika dia harus ke kantor terlebih dahulu maka akan memakan banyak waktu nanti nya.


"Pak Al boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Jo di sela - sela aktifitas nya memasukkan semua berkas ke dalam tas kerja milik Alex.


"Hem..."


"Kalau boleh saya tahu, kenapa anda menempatkan nona Tiara sebagai petugas kebersihan di ruangan anda, bukankah dia masih karyawan baru di perusahaan," tanya Jo dengan sangat hati - hati takut bos nya itu marah.


"Karena aku menginginkan dia yang bekerja membersihkan ruangan kerja ku"

__ADS_1


__ADS_2