
Deg,
"Juna...." lirih Tiara menatap sang putra dengan tatapan sendu. Dia sangat mengerti mengapa sang anak berkata seperti itu kepada Alex.
"Maafkan ayah nak...karena ayah terlambat mengetahui semua kebenaran ini. Kalian masih terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi antara ibu mu dan ayah saat itu. Jika kalian sudah dewasa nanti pasti kalian akan mengerti. Ayah mohon maafkan ayah Juna.. ayah sangat sayang pada kalian," ucap Alex seraya berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh sang anak.
Juna yang mendengar penjelasan dari laki - laki yang mengaku sebagai ayah nya hanya diam dengan ekspresi datar seperti biasa nya.
"Andai saja anda tahu seperti apa kehidupan kami selama ini, andai anda tahu seberapa banyak air mata yang di keluarkan ibu setiap malam, andai anda tahu betapa kami sangat merindukan sosok ayah selama ini , andai anda....." ucapan Juna terpotong seketika karena tubuh nya sekarang ini sudah ada di dekapan Alex.
Tangis bocah tampan itu seketika pecah dalam pelukan Alex, tangan nya memeluk sosok yang dia nantikan selama ini dengan sangat erat. Terlihat jelas jika bocah tampan itu sangat merindukan sosok ayah nya.
"Maafkan ayah Juna...maafkan ayah...mungkin kata maaf dari ayah ini tidak akan menghilang kan segala penderitaan yang sudah kalian alami selama ini. Tapi ayah janji akan menebus segala kesalahan ayah dengan membuat kalian bahagia selamanya. Ayah janji tidak akan membuat kalian meneteskan airmata ke depan nya," kata Alex seraya mengecup pucuk kepala sang anak berkali - kali.
"Ayaaaah......" ucap Juna sambil memeluk kembali sang ayah.
Tiara yang melihat pemandangan penuh haru di depan nya tak henti - henti nya meneteskan air mata nya. Ada perasaan lega yang dia rasakan saat ini, karena orang yang telah merenggut kehormatan nya enam tahun yang lalu adalah orang yang dia sayangi.
Flash back off
Ny. Sofia yang mendengar cerita Alex tak henti nya meneteskan air mata nya, dia tidak menyangka apa yang dia curigai selama ini menjadi kenyataan jika dua bocah kembar itu adalah cucu kandung nya.
"Ayu....maafkan segala kesalahan anak dan suami Tante sayang....terlepas dari semua yang terjadi seperti apa dia sudah membuat masa depan mu hancur dan kamu juga harus merasakan penderitaan yang terlalu lama," kata mama Alex sambil memeluk Tiara.
"Tiara sudah memaafkan semua nya Tante...karena Tiara sudah mengubur dalam - dalam kenangan buruk itu. Akan tetapi untuk om Wira Tiara mohon maaf karena telah melakukan sesuatu yang seharusnya Tiara lakukan sebagai warga negara yang taat hukum Tan..."
Ny.Sofia hanya mengangguk pelan sebagai tanda setuju dengan apa yang Tiara ucapan tadi.
"Oh ya, cucu - cucu mama bersama siapa sekarang Al?"
"Mereka saat ini bersama Jo dan Nadia teman Tiara di rumah sakit ma..."
__ADS_1
"Antar mama ke sana Al, mama ingin bertemu mereka sekarang."
"Iya mah..."
"Ayu...ayo kita ke rumah sakit sekarang.."
Tiara mengangguk dan berjalan beriringan dengan mama Alex.
"Mah...aku kok jadi penasaran kenapa mamah selalu memanggil Tiara dengan sebutan ayu?"tanya Alex penasaran. Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit di mana Luna di rawat.
"Dulu saat mama dan papa bertemu dengan Ayu atau Tiara saat dia akan melahirkan anak - anak kamu, dia memperkenalkan diri nya dengan nama Ayu," jelas mama Alex.
" Oo..." Alex hanya ber oh ria.
"Kok kamu memperkenalkan diri pada mama dan papa ku dengan sebutan Ayu Ra..." tanya Alex lasa Tiara yang berada di kursi belakang.
"Apa kamu lupa jika nama ku Mutiara Ayunda?"
"Oh iya..." kata Alex sambil menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal.
"Assalamualaikum...." ucap Tiara saat memasuki kamar rawat sang anak.
"Waalaikumsalam..." jawab seluruh penghuni ruangan itu.
"Ibu... Ayah...." teriak gadis kecil yang sedang duduk dengan dokter dan perawat yang sedang mencopot selang infus di tangan nya.
Nampak semburat bahagia dari wajah Luna saat ini, apa lagi melihat Alex dan Tiara datang. Dia merasa seperti mempunyai keluarga yang utuh saat ini.
"To...kenapa selang infus anak sudah di copot?" tanya Alex pada Seto dokter yang menangani Luna.
"Setelah tadi aku periksa keadaan Luna sudah baik Lex, dan hasil pemeriksaan lab juga menunjukkan jika Luna sudah baik - baik saja dia bisa berobat rawat jalan," terang Seto kepada Alex dan Tiara.
__ADS_1
"Alhamdulillah, syukurlah jika Luna sudah di izinkan untuk pulang," ucap Tiara yang merasa bersyukur sang anak sudah bisa kembali ke rumah.
Setelah melakukan tugas nya Seto pun pamit undur diri dari ruangan itu.
"Eh...ada Oma yang di lomba itu," kata Luna sambil tersenyum ke arah mama Alex.
Mama Alex tidak bisa menyembunyikan lagi rasa kebahagiaan nya, dia langsung memeluk gadis kecil yang masih terlihat pucat itu.
"Cucu Oma..." ucap mama Alex sambil menciumi pucuk kepala dan kedua pipi luna.
Ny.Sofia tidak bisa menahan rasa haru sehingga dia menangis saat memeluk dan mencium Luna.
"Lho....Oma kok malah nangis?" polos Luna.
"Ini Oma sayang....Oma kandung Luna," kata mama Alex.
Luna merasa bingung dengan apa yang mama Alex ucapkan barusan. Dia menatap Tiara dan Alex secara bergantian mencari penjelasan. Begitu juga dengan Juna yang berada di dekat Tiara saat ini.
Alex yang mengerti dengan kebingungan kedua anak nya, kemudian berinisiatif untuk menjelaskan kepada kedua anak nya itu.
"Luna .. Juna...kenalkan ini mama nya ayah, jadi beliau adalah Oma kalian sayang..."
" Oma? Bearti kami punya Oma juga yah?" tanya Luna polos.
"Iya sayang...."
"Horeee ... Akhir nya Luna punya Oma, sama seperti teman - teman Luna yang lain nya punya Oma dan ayah."
Lagi - lagi hati Tiara dan Alex tercubit dengan ucapan Luna barusan. Terutama Alex, dia merasa sangat bersalah sekali karena telah membiarkan kedua anak nya menderita selama ini. Dia bisa merasakan bagaimana kedua anak nya menghadapi hari - hari yang sulit, entah sudah berapa kali mereka mendapat hinaan dan cacian dari orang - orang karena terlahir dan tumbuh tanpa seorang ayah di samping nya.
"Juna senang sekali Oma, karena ternyata Oma adalah Oma kandung kami," kata Juna yang langsung memeluk nyonya Sofia.
__ADS_1
Melihat sang kakak memeluk Oma nya, Luna pun tak mau kalah bocah centil itu langsung ikut memeluk sang Oma dengan penuh kasih sayang.
"Cucu - cucu Oma..."