
Setelah Jo membaca semua catatan Tiara yang Yanto berikan pada nya dia kemudian memberitahu Tiara jika semua itu salah. Betapa terkejutnya Tiara mendengar hal itu, dia tidak menyangka jika Yanto akan berbuat licik seperti itu.
"Pantas saja semua yang aku lakukan selama ini selalu salah, ternyata semua arahan dari mas Yanto tidak ada yang benar," batin Tiara.
Semenjak Tiara salah meracik kopi untuk Alex, sejak itu pula dia tidak diizinkan oleh Alex untuk membuatkan kopi untuk nya lagi. Selama itu yang membuat kopi untuk nya adalah Jo.
"Sekarang saya akan memberitahu pada mu semua yang harus kamu kerjakan dan lakukan di sini. Dan semua kebiasaan pak Al dari yang tidak dia sukai atau yang disukai," Jo menjelaskan panjang lebar pada Tiara. Wanita itu memperhatikan dengan seksama semua penjelasan dari asisten Alex itu, bahkan jari nya dengan lihai menulis semua penjelasan Jo di dalam buku agenda nya.
"Ternyata kebiasaan nya tidak pernah berubah sejak dulu, kenapa aku tidak berpikir ke sana," batin Tiara saat memperhatikan tulisan yang ada di buku agenda itu setelah kepergian Jo.
Di sisi lain, Yanto langsung mendapat teguran dar atasan nya karena telah melakukan suatu kebohongan bahkan laki - laki itu mendapatkan surat peringatan yang pertama dari atasan nya.
**
Tap..tap..tap...
Terdengar suara sepatu high heel yang dipakai seorang wanita cantik dengan pakaian yang cukup ketat dan seksi memasuki lobby perusahaan AW.Group. Wanita itu berjalan dengan begitu angkuh nya tanpa mau menengok ke kiri atau ke kanan. Dengan penuh percaya diri wanita seksi itu langsung menuju ke lift khusus CEO.
Petugas keamanan kantor langsung mencegah wanita itu.
"Permisi nona, anda tidak bisa menggunakan lift ini karena ini hanya diperuntukkan untuk petinggi perusahaan ini," ucap petugas keamanan tersebut.
Wanita yang menggunakan kaca mata hitam itu langsung melepas kaca mata nya dan melirik tajam ke arah petugas keamanan yang mencoba mencegah nya.
"Hei..kamu tidak tahu siapa saya hah.." bentak Jesika.
"Maaf nona sebaiknya anda menggunakan lift khusus karyawan yang ada di sebelah sana," tunjuk petugas keamanan tanpa memperdulikan pertanyaan Jesika tadi.
Ya wanita seksi itu adalah Jesika, dia hari ini berniat akan mengajak Alex makan siang di luar. Tapi kedatangan nya justru membuat sedikit kegaduhan di kantor AW.Group itu.
__ADS_1
"Kurang ajar sekali kamu, lihat saja aku akan mengadukan mu pada Alex supaya kamu segera di pecat," hardik Jesika.
"Maaf nona, silahkan pindah ke lift sana," kata petugas keamanan itu sekali lagi kepada Jesika. Kali ini dia langsung mencekal tangan Jesika dan menarik nya ke arah lift biasa.
"Hei...lancang sekali kamu, lepas tidak. Aku tidak sudi tanganku di pegang oleh pegawai rendahan seperti kamu," bentak Jesika sambil menghempaskan kuat tangan petugas keamanan yang memegang lengan tangan nya.
Jo yang berjalan dari arah pintu masuk lobby kantor tidak sengaja melihat kegaduhan itu. Asisten Alex sangat mengenali siapa yang sedang membuat kerusuhan itu langsung berjalan ke arah di mana kejadian itu berada.
Hem,
Jesika dan petugas keamanan langsung menengok ke arah suara deheman itu berasal. Seketika senyuman Jesika mengembang saat dia tahu siapa pemilik suara itu.
"Jo..." sapa Jesika.
"Selamat siang nona, ada apa ini?"
"Kamu lihat Jo aku diperlakukan tidak terhormat oleh pegawai rendahan ini. Padahal aku ini adalah calon tunangan pemilik perusahaan ini kenapa aku tidak diizinkan untuk masuk ke dalam lift ini. Malah aku disuruh menaiki lift yang biasa," sungut Jesika mengadu pada Jo tentang apa yang menimpa diri nya.
"Apa yang dikatakan petugas keamanan itu memang benar nona..." jawab Jo dengan ekspresi datar seperti bos nya.
"Hah...yang benar saja kamu!"
"Benar nona..lift ini memang diperuntukan untuk para petinggi perusahaan, keluarga dan kolega dari pak Al. Dan anda tidak termasuk di dalam nya, itu sudah sesuai dari instruksi pak Al nona. Jadi silahkan anda lewat sana jika ingin ke ruangan pak Al," jelas Jo yang langsung membuat Jesika melongo.
Wanita itu langsung menghentakkan kaki nya setelah mendengar penjelasan dari Jo. Dia berjalan dengan muka yang merah padam menahan amarah.
"Lihat saja apa yang kalian lakukan pada ku aka aku adukan pada Alex kalau perlu om Wira biar kalian di pecat semua," ucap Jesika membalikkan badan nya saat baru beberapa langkah.
"Silahkan nona...." jawab Jo dengan santai.
__ADS_1
Jesika langsung melengos dan berjalan dengan penuh emosi menuju lift yang di tunjuk oleh Jo tadi. Sedangkan petugas keamanan yang sempat menghadang Jesika tadi hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi Jesika.
"Dan kamu...silahkan kembali ke tempat kerja kamu," perintah Jo pada petugas keamanan.
"Baik pak..."
**
Saat ini Tiara sedang membuat kopi untuk Alex. Wanita itu memberanikan diri untuk membuatkan minuman itu kembali setelah mendapat arahan yang benar dari Jo.
"Semoga saja kali ini benar," lirih Tiara sambil membawa kopi itu ke ruangan Alex.
Sesampai nya di dekat ruangan Alex dia melihat seorang wanita seksi sedang masuk ke dalam ruangan bos nya itu. Tiara menghentikan langkah nya memandangi punggung wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan CEO itu.
"Siapa wanita itu?" gumam Tiara.
Tiara tidak dapat melihat dengan jelas Jesika yang baru saja masuk ke dalam ruangan Alex. Karena sampai di sana, bersamaan dengan Jesika yang masuk ke ruangan Alex.
"Surprise......" ucap Jesika saat masuk ke dalam ruangan Alex dengan senyum sumringah dan langsung menghampiri Alex di meja kerja nya.
Wanita itu langsung menghambur ke dalam pelukan Alex yang saat itu bersamaan dengan Tiara yang masuk ke dalam ruangan membawa secangkir kopi. Betapa terkejutnya Tiara melihat pemandangan di depan nya itu. Nampan yang berisi secangkir kopi yang di bawa nya hampir saja jatuh jika dia tidak bisa mengontrol diri.
Bagaimana tidak saat dia masuk ke dalam ruangan Alex saat itu juga Jesika menghambur ke dalam pelukan Alex yang sedang berdiri di dekat jendela kaca besar yang ada di ruangan itu. Laki - laki tampan itu baru saja menerima telepon dari klien jadi tidak mengetahui kedatangan Jesika yang tiba - tiba langsung memeluk dan mencium kedua pipi nya.
Alex juga tidak menyadari kehadiran Tiara di ruangan nya.
"Ma af.....permisi saya mau mengantarkan kopi untuk pak Al," ucap Tiara dengan terbata sambil terus berjalan ke arah meja Alex berniat untuk meletakkan kopi.
Sedangkan Jesika merasa kaget melihat Tiara yang berada di dalam ruangan Alex saat ini. Dia menelisik penampilan Tiara, ada senyum seringai yang muncul di bibir nya.
__ADS_1
"Mutiara Ayunda...."