Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 50 Ultah yang sama


__ADS_3

Seketika tubuh Tiara membeku di tempat melihat pemandangan di depan nya. Bagaimana tidak, entah mengapa anak perempuan nya bisa dalam gendongan Alex laki - laki yang selalu ingin dia hindari. Dan sang putri pun begitu dekat atasan nya.


"Ibu...." panggil Luna sekali lagi. Kali ini bocah cantik itu menghampiri Luna yang hanya berdiri di tempat nya tapi masih tetap dalam gendongan Alex.


"Eh iya sayang....ada apa," jawab Tiara sedikit gugup karena posisi mereka saat ini sudah berhadapan.


"Kenapa ibu malah bengong, bukan nya nyamperin Luna ma om ganteng," protes gadis kecil itu dengan mengerucutkan bibir.


Tiara hanya tersenyum tipis menanggapi ocehan sang anak. Dia berusaha untuk menetralkan denyut jantung nya yang entah mengapa tiba - tiba berdetak dengan sangat kencang saat berhadapan dengan Alex.


Hem,


"Jadi Luna ini anak kamu," tanya Alex tiba - tiba.


"I ya pak...."


"Lah....ibu ma om ganteng ini sudah saling mengenal? kok bisa?"


"Iya sayang, yang di maksud om ganteng ma Luna adalah atasan ibu di kantor di mana ibu bekerja saat ini, sekarang Luna turun ya dari gendongan pak Al, kasihan pak Al nya keberatan jika harus menggendong Luna," Tiara mencoba menjelaskan pada sang putri.


Tanpa banyak protes lagi akhirnya Luna turun dari gendongan Alex dan menghampiri ibu.


"Saya mohon maaf pak, jika Luna sudah merepotkan anda."


"Tidak masalah, justru saya ingin minta maaf karena kemarin hampir menabrak Luna."


Tiara mengangguk," iya pak tidak apa - apa pak, toh...Luna juga baik - baik saja."


"Ibu...." panggil Juna yang tiba - tiba sudah berada di antara mereka.


Tiara menoleh ke arah suara yang memanggil nya," Sayang...gimana, sudah selesai lomba menggambar nya?" tanya Tiara pada sang putra.

__ADS_1


"Hem...sudah Bu," jawab Juna sambil melirik tidak suka pada Alex.


"Ibu kenal dengan orang ini?" tanya Juna tiba - tiba.


"Iya sayang, dia atasan ibu."


Juna hanya mengangguk sambil menatap Alex dengan tatapan dingin seperti biasa. Jo yang sejak tadi melihat interaksi mereka merasa heran, dia seperti melihat ada sebuah ikatan antara mereka.


"Ibu....Luna lapar."


"Ya Allah...kamu lapar sayang, ya sudah kita cari makan di luar ya sambil menunggu hasil pengumuman lomba ka Juna," ucap Tiara yang langsung mendapat anggukan dari kedua anak nya.


"Kenapa kalian tidak cari makan di mall ini saja, bukan kah di sini ada cafe nya yang banyak menjual makanan enak dan higienis," kata Alex.


"Maaf pak...kami tidak terbiasa makan di tempat seperti ini, kalau begitu kamu permisi, sekali lagi maaf jika putri saya telah mengganggu waktu pak Al," Tiara berucap sambil berlalu meninggalkan tempat itu.


"Apa uang mu tidak cukup untuk membelikan makanan anak - anak kamu di tempat ini, bukan kah kamu baru saja terima gaji kemarin," Alex berkata dengan nada yang sedikit keras karena Tiara sudah berlalu dari hadapan nya.


Seketika ucapan Alex menghentikan langkah Tiara dan ke dua anak nya. Dia membalikkan badan nya ingin membalas ucapan Alex, akan tetapi Juna lebih dulu menjawab ucapan Alex.


Perkataan bocah kecil itu mampu membungkam Alex begitu saja, hari CEO tampan itu langsung terasa teriris seketika mendengar ucapan Juna. Sedangkan Jo asisten Alex melongo, dia tidak menyangka bocah usia lima tahun bisa berkata begitu dewasa seperti itu.


"Ayo Bu...kita pergi dari sini," ajak Juna yang disambut anggukan oleh sang ibu.


"Tunggu...." kata Alex mencoba menghentikan langkah ibu dan anak itu.


"Apa boleh aku ikut makan dengan kalian?"


"Hah..." Tiara kaget mendengar ucapan Alex barusan.


Begitu juga dengan asisten Jo, orang kepercayaan Alex itu langsung berkata," apa anda yakin ingin dengan apa yang anda ucapkan barusan tuan?" bisik Jo di telinga Alex.

__ADS_1


Hem,


"Om ganteng ingin ikut makan dengan kita?" tanya Luna dengan senyum yang sumringah.


"Iya sayang...om ingin ikut makan dengan kalian," kata Alex dengan penuh keyakinan.


"Horeeee....Luna senang sekali om ganteng mau ikut makan bersama Luna, ini adalah kado ulang tahun terindah untuk Luna."


"Kado ulang tahun? kamu ulang tahun juga hari ini?" tanya Alex penasaran.


"Iya om ganteng, hari ini aku ulang tahun. Lebih tepat nya kami berdua aku dan kak Juna, kami kan kembar jadi ulang tahun nya pasti sama. Emang om ganteng ulang tahun juga hari ini?" Luna bertanya asal - asalan.


Alex menganggukkan kepala nya seraya berkata," iya om hari ini juga ulang tahun."


"Wah....kok bisa samaan sih om ulang tahun nya. Kalau begitu kita bisa rayakan bersama dong om. Tapi sayang nya kue ulang tahun Luna dan kak Juna sudah abis om,xixixixi...karena cuma kecil kue nya," ceplos Luna dengan cengengesan.


"Luna...." bentak Juna sambil melayangkan tatapan tajam ke arah adik kembar nya itu.


Sedangkan yang mendapat bentakan hanya menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal sambil nyengir menampilkan deretan gigi susu nya yang putih bersih.


"Hehe...Ups Luna keceplosan deh."


"Sebenar nya kehidupan mereka itu seperti apa sekarang? aku jadi ingin tahu lebih dalam lagi. Dan satu lagi, di mana keberadaan ayah mereka saat ini?" pertanyaan itu tiba - tiba muncul begitu saja di benak Alex.


" Maaf pak Al, saya rasa anda tidak pantas ikut makan bersama kami di tempat yang tidak sepantas nya untuk pak Al. Apalagi ini ...."


Belum lagi Tiara menyelesaikan kalimat nya,. Alex sudah memotong ucapan nya begitu saja.


"Tidak masalah bagi saya untuk makan di mana saja, emang ada larangan secara tertulis jika saya tidak boleh makan bersama kalian, ngga kan? ayo Luna...kita pergi sekarang," kata Alex begitu saja berlalu meninggalkan Tiara sambil menggandeng Luna dan Juna.


Tiara sendiri masih berdiri di tempat nya merasa semua yang di lihat nya sekarang ini sangat lah aneh. Alex yang biasa bersikap dingin dan cuek pada nya, kenapa bisa berubah seperti itu. Bahkan dengan kedua anak nya Alex sangat lah hangat seperti ayah terhadap anak nya.

__ADS_1


"Kamu mau berdiri di situ saja sampai mall ini tutup atau ikut makan bersama kami," ucap Alex tiba - tiba yang langsung membuyarkan semua lamunan Tiara.


"Hah... i ya..."


__ADS_2