Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 80 Kamu adalah Mutiara ku


__ADS_3

"Opa di sini sayang....."


Seketika semua orang yang berada di ruang keluarga langsung menengok ke arah sumber suara yang sangat familiar bagi Ny. Sofia dan Alex.


"Papa..." lirih Alex dan Ny. Sofia bersamaan.


Ny. Sofia langsung beranjak dari tempat duduk nya dan langsung berlari ke arah suami nya.


"Pah..ini beneran papah?" ucap Ny Sofia dengan bibir bergetar menahan tangis. Kedua tangan nya terulur menyentuh wajah tampan sang suami yang selama seminggu ibu dia rindukan.


"Iya mah, ini papah...papah sudah bebas sekarang."


Ny. Sofia langsung memeluk erat sang suami, sambil terisak menangis. Dia sangat bahagia ternyata di hari istimewa nya sang suami telah bebas dan bisa berada di sisi nya kembali.


"Bagaimana bisa papah bebas secepat ini."


"Semua berkat calon menantu kita yang berhati mulia mah."


Ny. Sofia menutup mulut nya sambil menengok ke arah Tiara yang tersenyum dan menganggukkan kepala nya pelan, Ny. Sofia kembali menatap sang suami meminta kebenaran dari apa yang dia duga.


"Iya mah..benar Tiara sudah mencabut tuntutan nya kepada papa."


"Terimakasih Ya Allah...engkau telah mengabulkan doa - doa hamba," ucap Ny. Sofia dalam hati sambil memeluk sang suami kembali.


"Sayang....makasih banyak karena telah memberikan kejutan yang paling istimewa di hati ultah mama, kamu memang berhati mulia nak, mamah tidak tahu harus membalas dengan apa atas apa yang sudah kamu lakukan pada keluarga mamah. Hati kamu benar - benar seperti nama mu Mutiara," kata Ny. Sofia sambil terisak menangis di hadapan Tiara.

__ADS_1


Wanita paruh bayah itu tidak henti - henti nya mengucapkan syukur dan terima kasih pada calon menantunya itu.


"Apa yang aku lakukan ini tidak sebanding dengan apa yang sudah mama dan om Wira lakukan pada ku dulu mah, kalian sudah menolong dan menyelamatkan ku dan kedua anak ku di saat orang lain tidak ada satu pun yang peduli dengan keadaan ku mah, aku sudah ikhlas memaafkan Om Wira, kecelakaan yang menimpa ayah dulu sudah takdir yang Allah tentukan."


Alex yang berada tidak jauh dari Tiara dan Ny. Sofia tanpa sadar meneteskan air mata mendengar apa yang Tiara ucapkan kepada mama nya. Laki - laki tampan itu sangat terharu dengan ketulusan hati ibu dari kedua anak nya. Dia merasa bangga karena anak - anak nya terlahir dari rahim seorang wanita berhati mulia.


Tidak ingin yang lain mengetahui jika dia sedang menangis Alex buru - buru menghapus air mata nya dan menghampiri kedua wanita yang sangat berharga dalam hidup nya itu. Tuan Wira pun sama, dia tidak henti nya bersyukur karena akan memilik menantu berhati mulia seperti Tiara.


"Nak...sekali lagi terimakasih karena kebaikan hati mu, papa bisa berkumpul dengan keluarga papa kembali. Papa tahu kesalahan papa sangat besar sekali pada mu, namun kamu dengan begitu tulus memaafkan segala kesalahan papa. Ntah dengan cara apa papa bisa membalas seluruh kebaikan mu ini, mungkin jika papa menyerahkan seluruh harta papa tidak akan cukup untuk membalas kebaikan mu," ucap tuan Wira dengan Isak tangis dihadapan Tiara.


Tiara menggelengkan kepala nya seraya berkata," Tiara ikhlas om melakukan ini semua, Tiara juga sudah memaafkan Om Wira. Tapi kalau boleh Tiara ingin meminta sesuatu pada om, bolehkah Tiara menganggap om seperti ayah Tiara sendiri?"


"Dengan senang hati sayang, panggi om dengan sebutan papa," kata tuan Wira yang langsung memeluk Tiara dengan hangat.


"Mah..akhir nya kita mempunyai seorang anak perempuan juga."


"Bahagia boleh pah, tapi itu pelukan dilepas dong. Hanya aku yang boleh meluk Tiara," sungut Alex yang mulai posesif.


"Astaga Al....ma papah sendiri kamu cemburu, dasar bucin akut, " kata Ny.Sofia sambil menggeleng - gelengkan kepala nya heran melihat tingkah sang putra yang berubah seratus delapan puluh derajat.


"Biarin....sayang ayo sini biar aku saja yang meluk kamu."


"Al..." Tiara menatap tajam pada sang calon suami saat tubuh nya tiba -tiba di tarik ke dalam pelukan nya.


Sedangkan yang mendapat tatapan tajam bersikap cuek saja.

__ADS_1


"Ayah ini tidak tahu malu..." ketus Juna yang jengah dengan sikap sang ayah yang lebay menurut nya. Namun tidak di pungkiri dia merasa bahagia karena impian nya selama ini untuk mempunyai keluarga yang lengkap sudah tercapai.


Ny.Sofia yang mendengar ocehan dari cucu laki-laki nya itu membungkam mulut nya.


"Ternyata cucu laki - laki kita mewarisi sifat ayah nya dulu pah, pedas kalau ngomong."


Tuan Wira hanya terkekeh melihat ekspresi Alex yang di Katai oleh anak nya sendiri.


"Mana cucu - cucu opa, apa kalian tidak mau memeluk opa Hem...."


"Opa....." teriak kedua bocah kembar itu yang sudah menghambur ke dalam pelukan sang kakek.


Tidak ada hal yang paling membahagiakan bagi keluarga Wiratama saat ini, aura kebahagiaan tampak jelas di wajah penghuni rumah itu. Canda tawa menghiasi rumah mewah yang sudah lama terasa sepi semenjak Alex beranjak dewasa.


Setelah mereka makan malam bersama, mereka kembali ke ruangan keluarga kembali. Namun ke dua anak Tiara dan Alex sudah tertidur setelah kecapean bermain bersama opa dan Oma mereka.


Malam ini Tiara terpaksa akan menginap di rumah orang tua Alex bersama anak - anak nya. Semua itu atas paksaan dari kedua calon mertua nya itu yang ingin sekali tidur bersama kedua cucu nya. Sedangkan Alex sendiri dengan terpaksa harus tidur di apartemen milik nya. Tuan Wira yang melarang Alex untuk tidur di rumah karena takut Alex tidak bisa mengontrol diri nanti nya melihat bagaimana kebucinan sang anak Tuan Wira juga memutuskan untuk menikah kan kedua nya secepat mungkin.


"Sayang...lihat lah, papah ku jahat sekali..dia malah menyuruh ku untuk menginap di apartemen malam ini, padahal aku ingin sekali menghabiskan malam bersama mu," rengek Alex yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tiara.


"Hehehe...bercanda sayang..." ucap Alex sambil mengangkat kedua jari nya.


"Sayang...makasih," ucap Alex seraya menggenggam kedua tangan Tiara.


"Untuk?" Tiara menautkan kedua alis nya.

__ADS_1


"Semua yang sudah kamu lakukan untuk keluarga ku, untuk semua yang sudah kamu korbankan demi menjaga buah hati kita, untuk semua ketulusan mu selama ini, untuk kesabaran mu selama ini, untuk kebesaran hati mu selama ini yang telah memaafkan semua kesalahan ku, aku sangat merasa bahagia dan bangga karena anak - anak ku terlahir dari rahim wanita berhati mulia seperti mu. Kamu adalah Mutiara ku ..."


__ADS_2