
Mama Alex tertegun memandangi Tiara, dia merasa mengenal wanita yang berdiri tidak jauh dari arah nya. Tiara sendiri saat itu tidak tahu jika dia sedang menjadi objek perhatian dari orang yang ingin sekali dia temui itu. Karena saat ini dia sedang fokus memberikan pengertian kepada Luna. Gadis cilik itu sejak tadi meminta untuk ikut bergabung dengan sang kakak di atas panggung sana.
"Maaf nyoya, sekarang saat nya pengambilan gambar untuk dokumentasi," ucap seorang fotografer kepada mama Alex yang membuat wanita paruh bayah itu tersadar dari lamunan nya.
"Oh iya silahkan..."
Nyonya Sofia dan Alex melakukan foto bersama dengan beberapa anak yang memenangkan lomba tersebut tidak terkecuali dengan Arjuna. Bahkan mama Alex meminta sang fotografer untuk memotret diri nya dengan Juna secara langsung dengan menggunakan ponsel pribadi nya. Dia juga mengambil gambar Juna seluruh badan dan wajah Juna.
Entah untuk apa mama Alex melakukan itu semua hanya dia sendiri yang tahu. Alex sendiri merasa heran dengan tingkah sang mama yang seakan protektif sekali dengan Juna. Karena ada salah satu teman sosialita dari mama Alex yang ikut tergabung dengan acara itu ingin mencium Juna, tapi langsung di tepis oleh sang mama.
Tidak di pungkiri pesona Arjuna di panggung mampu menghipnotis para ibu - ibu yang berada di sana. Bahkan ada yang terang - terangan ingin menjodohkan anak perempuan nya dengan Juna jika sudah dewasa nanti. Dan itu membuat nyonya Sofia mengajak Juna untuk turun dari panggung dan membawa bocah kecil itu ke dalam ruangan nya.
Juna sendiri tidak menolak atau merasa keberatan di bawa oleh nyonya Sofia ke ruangan nya, karena dia juga merasa risih dan tidak nyaman berada lama - lama di sana. Sebab sejak tadi wajah nya selalu menjadi bulan - bulanan ibu - ibu, di cubit, di elus bahkan ada yang berani mencium pipi nya karena terlalu gemas dengan wajah tampan Arjuna.
"Juna...apa boleh saya bertemu dengan ibu mu sekarang?"
"Tentu saja boleh nyonya, tapi ibu berada di area perlombaan tadi."
"Nanti biar Jo yang membawa ibu dan adik mu ke sini, siapa nama ibu mu sayang?"
"Tiara nyoya.." bukan Arjuna yang menyahut akan tetapi Jo asisten Alex yang menjawab.
Mama Alex mengerutkan dahi nya," kok kamu bisa tahu Jo nama ibu anak ini?"
"Em...itu nyonya, ibu Juna bekerja di kantor pak Al," jawab Jo dengan terbata.
"Benar itu Al?" tanya mama Sofia pada anak semata wayang nya.
"Benar ma, dia bekerja di kantor ku sebagai cleaning service."
Nyonya Sofia langsung memerintahkan Jo untuk menjemput Tiara dan Luna sekarang juga. Karena dia tidak sabar untuk memastikan sesuatu yang mengganjal dalam hati nya.
__ADS_1
"Kenapa mama begitu penasaran sekali dengan ibu nya Juna," tanya Alex.
"Mama hanya ingin memastikan sesuatu saja."
Tidak butuh lama untuk mengajak Tiara dan Luna ke ruangan itu, karena kebetulan sejak tadi Tiara merasa kebingungan mencari keberadaan sang putra yang tiba - tiba menghilang dari panggung.
"Permisi nyonya ini nona Tiara yang anda cari."
Deg,
Jantung Tiara berdetak dengan kencang saat bertemu dengan orang yang berada di ruangan itu.
"Nyonya...." ucap Tiara dengan nada bergetar.
"Apa anda masih ingat dengan saya, gadis malang enam tahun lalu yang anda tolong saat akan melahirkan di pinggir jalan?"
Nyonya Sofia langsung menutup mulutnya tidak percaya, karena bisa bertemu kembali dengan gadis malang itu.
Tiara menganggukkan kepala nya, ibu dua anak itu memberanikan diri melangkah maju ke depan untuk memeluk wanita yang sudah menjadi Dewi penolong nya enam tahun yang lalu.
"Terima kasih Nyonya, karena berkat nyonya dan tuan anak - anak saya bisa lahir dengan selamat dan sehat sampai sekarang ini. Ini Aluna bayi perempuan yang nyonya beri nama waktu itu," kata Tiara di sela pelukan nya.
Nyonya Sofia langsung beralih ke gadis kecil yang berada di samping Juna. Wanita paruh payah itu mengelus pipi chubby Luna dengan mata yang berkaca - kaca.
"Kamu sudah tumbuh besar dan cantik sekarang nak," ucap mama Alex dengan senyum bahagia.
"Boleh saya memeluk nya Ayunda?"
Tiara mengangguk, mama Alex langsung memeluk anak kecil yang dia beri nama dahulu saat bayi. Nyaman dan hangat, itu yah dirasakan oleh mama Alex saat memeluk Luna sama hal nya seperti yang dia rasakan saat memeluk Juna tadi saat pengambilan foto.
"Jadi yang memberi nama pada kami bukan ibu atau ayah?" tanya Luna saat pelukan nya mama Alex sudah terlepas.
__ADS_1
"Bukan sayang, nyonya ini dan suami nya lah yang memberikan nama untuk kalian saat kalian lahir dulu," jelas Tiara pada sang putri.
"Emang saat itu ayah kemana Bu, kok tidak memberi nama untuk kami," tanya Juna dan langsung disambut anggukan oleh Luna karena sejak tadi mereka merasa bingung kenapa harus orang lain yang memberikan nama untuk mereka berdua.
Glek,
Tiara menelan Saliva nya dengan susah payah, pertanyaan ini lah yang selalu membuat dia mati kutu. Karena untuk pertanyaan ini Tiara sendiri tidak mampu untuk menjawab nya. Hanya kebohongan yang menjadi jurus andalan nya untuk menjawab pertanyaan dari sang anak.
"Kan ibu sudah bilang ayah kalian sedang kerja jauh sekali, sejak kalian masih dalam kandungan ibu," jawab Tiara.
"Karena terlalu jauh sampai saat ini tidak pernah pulang," cicit Luna sambil cemberut.
Alex yang melihat hal itu merasa jika Tiara saat ini sedang berbohong pada anak - anak nya, karena dia dapat melihat itu semua dari tatapan mata nya, dan sejak tadi Tiara menghela nafas nya berkali - kali untuk mengontrol emosi.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada nya selama ini. Apa mereka berdua adalah hasil dari hubungan terlarang Tiara dengan para pelanggan nya sampai dia tidak tahu siapa ayah dari kedua anak nya itu," batin Alex menatap tajam ke arah Tiara sambil mengeratkan kedua tangan nya.
Berbeda dengan mama Alex yang merasa prihatin dengan kehidupan Tiara. Dia sangat yakin betul jika Tiara adalah wanita baik.
"Boleh Oma minta foto bersama kalian berdua?" Mama Alex mencoba untuk mencairkan suasana yang sedikit tegang menurut nya.
"Oma?" jawab Juna dan Luna serempak.
"Iya sayang...mulai sekarang kalian panggil Oma, bukan nyonya."
"Tapi nyonya...." ucap Tiara yang merasa tidak enak hati karena kedua anak nya harus memanggil Oma pada mama Alex.
"Tidak ada tapi - tapi an Ayunda, anggap saja ini perintah dari atasan kamu."
Tiara sampai melupakan sesuatu jika wanita yang berdiri di depan nya itu adalah mama Alex bos nya.
"Baiklah nyonya..."
__ADS_1