Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 54 Wanita yang menarik


__ADS_3

Akhir nya Tiara pun mengizinkan anak - anak nya untuk memanggil Ny.Sofia dengan sebutan Oma seperti yang wanita paruh bayah itu inginkan.


Kedekatan Ny.Sofia dan kedua buah hati Tiara seperti seorang nenek dan cucu nya ( walaupun memang benar mereka adalah nenek dan cucu kandung yang sengaja author pisahkan terlebih dahulu🤭 ).


Bahkan Juna yang notabene selalu bersikap dingin pada siapa pun bersama mama nya Alex dia bersikap sangat hangat dan sesekali menunjukkan sifat manja nya yang hanya bisa keluar saat bersama ibu nya.


Alex menatap takjub dengan pemandangan itu, tak dipungkiri jika dalam hati nya dia merasa bahagia. Karena terlihat sesekali Alex menyunggingkan senyuman nya.


"Mengapa mama terlihat begitu akrab sekali dengan kedua anak Tiara. Dan ternyata mama dan papa lah yang telah menolong Tiara saat melahirkan dulu, bahkan mereka juga yang memberi nama pada kedua anak itu. Aku semakin yakin jika ini bukan semata kebetulan, akan tetapi seperti sudah ada garis takdir yang menentukan ini semua," gumam Alex dalam hati.


Laki - laki tampan itu sesekali mencuri foto kedekatan mama nya dengan Tiara dan kedua buah hati nya. Bahkan dia juga mengambil beberapa video, tak lupa dia juga mengambil foto Tiara dengan berbagai ekspresi seperti saat Tiara tertawa lepas karena melihat tingkah lucu anak - anak nya, saat Tiara sedang melamun, dan masih banyak lagi.


"Nyonya apa ini tidak berlebihan," ucap Tiara saat menerima beberapa paper bag yang berisi beberapa baju dan perlengkapan sekolah untuk si kembar.


"Tidak Ayunda, ini malah kurang kalau menurutku, apa lagi hari ini si kembar ulang tahun. Anggap saja ini hadiah untuk mereka dari saya," kata Ny.Sofia dengan tersenyum ramah.


"Terima kasih Nyonya, entah dengan apa saya bisa membalas kebaikan hati nyonya," ucap Tiara dengan tulus.


"Balas lah dengan menjadi menantu ku," jawab nyonya Sofia tapi hanya di dalam hati.


Nyonya Sofia tersenyum seraya mengelus rambut indah Tiara dan memeluk wanita itu dengan lembut.


"Saya tidak minta balasan apa pun Ayunda, saya ikhlas dan tulus melakukan ini semua karena saya telah menganggap kalian seperti keluarga saya sendiri."


Mata Tiara berkaca - kaca mendengar penuturan wanita paruh bayah itu.


"Terima kasih Nyonya, karena masih mau menganggap dan memperlakukan kami seperti manusia selayaknya, karena selama ini orang - orang selalu memandang kamu sebelah mata," ucap Tiara dengan mata berkaca - kaca hal itu juga di lihat oleh Alex yang merasa nyeri dalam hati nya mendengar perkataan Tiara.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Tiara izin pamit pada nyonya Sofia karena hari sudah mulai sore, malam nanti dia juga harus kerja part time di sebuah pesta orang kaya pasti nya.


"Al...antar Ayunda dan anak - anak nya pulang sekarang," perintah sang mama pada Alex.


"Hah...kenapa harus Al sih ma, kan ada Jo yang bisa mengantarkan dia pulang," tolak Alex.


"Jo ada urusan dengan mama, ini perintah jangan di bantah," ucap mama Alex dengan intonasi yang penuh dengan penekanan dan tatapan mengintimidasi


"Iya mah...."


"Bagus...itu baru anak mama," kata nyonya Sofia dengan tersenyum puas.


"Ayunda, kamu sekarang ikut dengan Alex. Biarkan dia yang mengantarkan kalian pulang."


"Ti dak usah nyonya, kami bisa pulang naik angkot nanti," tolak Tiara karena merasa tidak enak dengan Alex. Apalagi melihat ekspresi Alex yang dingin dan datar seperti itu.


Tanpa bicara apa pun Alex langsung membawa barang - barang yang ada pada Tiara dan langsung berlalu pergi begitu saja. Tiara menghela nafas perlahan, dia merasa tidak enak pada bos sekaligus teman SMA nya itu.


"Kalau begitu kami pamit nyonya...anak - anak pamit terlebih dahulu pada nyonya Sofia," Tiara memerintahkan kedua buah hati nya untuk berpamitan dengan mama nya Alex itu.


"Oma...kami pamit pulang dulu, lain kali kami masih boleh kan bertemu dengan Oma?" ucap Luna dengan menampilkan wajah yang menggemaskan.


"Tentu saja sayang....kita pasti akan bertemu kembali nanti, kalian hati - hati ya di jalan."


Kedua bocah itu menganggukkan kepala nya dan melambaikan tangan nya sebagai tanda perpisahan pada orang yang menyuruh mereka memanggil dengan sebutan Oma.


Tiara dan kedua anak nya berjalan tergesa - gesa karena sudah tertinggal lumayan jauh dari Alex. Karena berjalan terlalu buru - buru tanpa sengaja Tiara menabrak punggung orang di depan nya.

__ADS_1


Bugh..


"Auws...." ringis Tiara merasa dahi nya terbentur punggung seorang laki - laki dengan perawakan tubuh yang besar dan kekar.


Laki - laki itu membalikkan badan nya dan menatap ke arah Tiara.


"Hei...kalau berjalan itu hati - hati nona," ucap laki - laki tampan yang sedang menggandeng seorang wanita cantik dan seksi.


Tiara mendongakkan wajah nya dan melihat ke arah sumber suara ," ma af tuan...saya tadi terburu - buru sehingga tidak melihat jika tuan berdiri di depan saya," jelas Tiara.


"Ehm...sebentar seperti nya aku pernah melihat kamu sebelum nya, tapi di mana ya?" ucap laki - laki itu mencoba untuk mengingat wajah Tiara.


"Hei.....aku ingat sekarang, kamu kan pernah menabrak aku juga saat di kantor AW.Group, iya benar...kamu wanita itu yang sudah menabrak terus langsung pergi begitu saja. Dan sekarang lagi - lagi kamu juga menabrak aku kembali," kata Abimana Mahendra.


Yah....benar sekali orang yang di tabrak oleh Tiara kali ini adalah Abimana Mahendra, laki - laki tampan dengan sejuta pesona yang mampu memikat hati wanita mana pun, dan hampir setiap hari gonta ganti pasangan nge date tapi tidak berlaku dengan tiara pasti nya.


Tiara mengernyitkan dahi nya, dia merasa belum pernah bertemu dengan laki - laki yang ada di hadapan nya ini, akan tetapi dia ingat betul jika dia memang pernah menabrak seseorang di kantor Alex waktu itu. Apa benar laki - laki yang ada di hadapan nya saat ini adalah orang yang dia tabrak? itu yang ada di benak Tiara saat ini.


"Bu...ayo kita segera pergi dari sini, kasihan om ganteng sudah menunggu lama di sana," bisik Luna karena dia melihat Alex di ujung sana sudah menunggu lama dengan ekspresi yang mengerikan.


"Iya sayang..."


"Sekali lagi saya minta maaf tuan, saya benar - benar tidak sengaja," ucap Tiara sambil membungkukkan badan nya dan berlalu begitu saja dari hadapan Abimana sambil menggandeng kedua anak nya.


"Hei..tunggu kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah menabrak ku tadi," teriak Abimana sedangkan orang yang di teriaki tidak menoleh sama sekali justru mempercepat langkah nya.


"Wanita yang menarik..."

__ADS_1


__ADS_2