Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 48 Bertemu si kembar lagi


__ADS_3

"Bukankah gadis kecil itu anak yang hampir kita tabrak kemarin pak," kata Jo yang berada di sebelah Alex.


"Kamu benar Jo, ngapain anak itu di sini. Apa dia mencari ku. Tapi bagaimana dia sampai tahu kantor ku di sini."


"Apa kita perlu menghampiri anak itu pak?"


Hem,


Jo kemudian menghentikan mobi nya di dekat Luna yang sedang berdiri saat ini. Gadis kecil itu tidak menyadari jika ada sebuah mobil mewah yang berhenti di dekat nya. Karena Luna saat ini sedang asyik mencium bunga yang ada di taman dekat pos keamanan.


Alex menurunkan kaca mobil nya," Luna...." panggil Alex.


Merasa nama nya di panggil, sontak Luna membalikkan badan nya dan melihat siapa yang sudah memanggil nya.


" Om ganteng ....." mata nya langsung berbinar dan senyuman nya seketika merekah melihat siapa yang memanggil nya.


Luna langsung mendekat ke arah mobil Alex. Sedangkan Arjuna yang mendengar adik nya menyebut kan nama seseorang langsung mendongakkan wajah nya. Dia menatap sekilas ke arah mobil mewah yang berhenti tidak jauh dari adik nya. Juna seperti tidak asing dengan plat mobil tersebut, yah benar saja seperti dugaan bocah laki - laki itu. Dia langsung menghampiri adik nya takut jika Luna akan bertindak ceroboh lagi seperti kemarin.


"Ngapain kamu di sini hem....." tanya Alex saat Luna sudah berada di samping mobil Alex.


"Aku lagi nungguin ibu pulang om."


Alex langsung mengerutkan dahi nya mendengar jawaban Luna.


"Ibu kamu bekerja di sini?" tanya nya lagi.


"Iya om...apa om ganteng juga kerja di sini?"


Alex hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaaan yang di lontarkan oleh gadis kecil itu.


"Bearti kenal dong ma ibu Luna, soal nya ibu Luna kan bekerja di sini juga."


"Emang siapa nama ibu kamu Hem..."


"Nama ibu ku adalah Mu....."


Hem,


Tiba - tiba terdengar suara deheman dari Juna yang tiba - tiba sudah berada di belakang Luna. Alex menyunggingkan senyuman nya kala mendengar suara Juna.

__ADS_1


"Hei boy...apa kabar?" tanya Alex kepada Juna.


"Baik om..." jawab Juna singkat.


Tanpa sadar pandangan Alex tertuju pada kertas gambar yang di bawa oleh Juna. Sekilas Alex melihat hasil gambar Juna, dan dia sangat penasaran dengan gambaran anak itu.


"Apa boleh om lihat hasil gambar itu?" tanya Alex dengan begitu hati - hati. Walaupun dia belum mengenal jauh tentang Juna, akan tetapi dia bisa memahami karakter anak seperti Juna itu. Karena dia merasa jika berhadapan atau berbicara dengan Juna, sama saja dia sedang berbicara atau menghadapi diri nya sendiri.


Juna hanya diam tidak menanggapi permintaan Alex itu. Dia justru menggenggam erat kertas gambar itu. Luna yang melihat tingkah saudara kembar nya itu hanya menghembuskan nafas.


"Kak...om ganteng hanya ingin melihat nya saja, tidak akan meminta atau menjiplak hasil gambar kakak," ucap Luna sambil memberikan tatapan tajam pada kakak nya.


Luna paham betul karakter kakak nya itu, dia paling benci jika hasil kerja keras nya di minta orang lain atau di jiplak.


Dengan berat hati akhir nya Juna menunjukkan hasil gambar nya pada Alex.


Alex mengambil kertas gambar itu dengan sangat teliti dia memperhatikan goresan pensil di atas kertas gambar itu. CEO tampan itu berdecak kagum melihat hasil gambar itu.


"Luar biasa..." ucap Jo tiba - tiba. Asisten Alex itu ternyata juga melihat hasil gambar Juna yang berada di tangan Alex.


"Kamu benar Jo...gambaran ini tampak luar biasa bagi seorang anak SE usia mereka," lanjut Alex.


"A....." cicit Alex saat melihat goresan huruf A di pojok kanan bawah kertas gambar Juna.


Sontak hal itu membuat dia teringat dengan kebiasaan masa kecil nya saat dia sudah selesai menggambar. Dia selalu membubuhkan huruf yang sama di tempat yang sama juga.


"Kenapa anak ini memiliki kebiasaan yang sama dengan ku saat kecil dulu?" tanya Alex dalam hati nya.


"Apa anda sudah selesai dengan kertas gambar ku tuan?"


Alex langsung tersentak dari lamunan nya," apa boleh saya meminta hasil gambaran mu ini?"


CK,


"Sudah saya duga..." lirih Juna sambil memutar kedua bola mata nya.


Luna yang melihat hal itu langsung berkata," kak Juna paling tidak suka jika hasil gambaran nya di minta oleh orang lain om ganteng, apa lagi gambar ini akan di ikut sertakan di perlombaan di salah satu mall terbesar di kota ini, ehm...kalau ngga salah nama mall itu seperti tulisan yang ada di depan gedung itu," Luna menunjuk tulisan AW.grup yang berada di depan gedung kantor Alex.


Alex mengikuti arah jari telunjuk Luna, dan tiba - tiba dia tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu om pergi dulu karena ada urusan penting yang harus om kerjakan," pamit Alex pada Luna dan Juna.


"Yach... padahal Luna masih ingin mengobrol sama om ganteng," kata Luna dengan ekspresi yang sangat menggemaskan menurut Alex sehingga membuat pria tampan itu tersenyum hangat seraya mengelus kepala Luna.


Alex kemudian turun dari mobil nya.


"Lain kali lagi ya..." jawab Alex yang entah atas dorongan apa dia berani mengecup kening Luna.


Hati nya begitu hangat saat melakukan hal itu, begitu pun yang di rasakan Luna. Sedangkan Arjuna sendiri tampak biasa saja, datar dan tanpa ekspresi saat melihat Alex mencium kening adik nya itu.


Dengan spontan Luna langsung memeluk Alex dengan sangat erat, begitu pun dengan Alex. Pria dingin itu membalas pelukan Luna dengan begitu hangat, sesekali tangan nya mengusap lembut punggung gadis kecil itu.


"Andai saja kita mempunyai ayah seperti om ganteng itu ya kak?" ucap Luna memandangi mobil Alex yang semakin menjauh dari hadapan nya.


Juna hanya memutar kedua mata nya jengah dengan sikap konyol saudara kembar nya itu.


"Ayo kita pulang dek..." ajak Juna.


"Lho kok pulang kak, bukan kah kita akan menunggu ibu?"


"Ibu masih lama pulang nya."


"Dari mana kakak tahu kalau ibu pulang nya lama."


"Huft ..tadi kakak sempat bertanya pada pak satpam itu. Kata bapak itu, pegawai kantor ini yang bekerja sebagai cleaning service seperti ibu masih dua jam lagi pulang nya," jelas Juna.


"Oh....ya sudah kalau begitu kita pulang saja kak. Tapi nanti kita bilang tidak kalau kita ke sini ma ibu."


"Kita tidak boleh berbohong ma ibu, apa kamu lupa dengan pesan yang ibu selalu beritahu ke kita."


"Iya..iya..kak..."


**


>>>>>Happy Ied Mubarok>>>>>>


"Mohon maaf Lahir dan Bathin"


Untuk besok author izin tidak UP dulu ya readers...insyaallah UP lagi hari Minggu🤗

__ADS_1


__ADS_2