Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 81 Akhir nya Sah....


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu Alex langsung memeluk mesra Tiara, beberapa kali dia melayang kan kecupan sayang di hari wanita nya itu.


 Tidak hal yang sangat membahagiakan bagi seorang Mutiara Ayunda sekarang ini semua peristiwa yang menyakitkan yang pernah dia alami dahulu seolah sirna begitu saja. Di dalam hati wanita yang sebentar lagi menyandang gelar seorang istri itu tak henti-hentinya mengucapkan syukur pada sang Illahi karena semua doa - doa nya selama ini terjawab sudah.


Wajah Alex saat ini sangat dekat dengan Tiara, bahkan Tiara dapat merasakan hembusan hangat yang menerpa pipi nya. Jantung nya berdetak hebat saat Alex meraih dagu nya. Jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja.


Satu..


Dua...


Ti....


"Alexander Wiratama...." tiba - tiba terdengar suara yang menggelegar di ruangan itu yang mana membuat Alex maupun Tiara sontak memundurkan langkah nya ke belakang karena saking terkejutnya.


Alex langsung menoleh ke sumber suara, dan dia langsung mendengus kesal karena seperti yang dia duga jika suara itu adalah milik sang papa.


"CK....mengganggu saja," cebik Alex sambil melirik ke arah sang papah namun lirikan Alex di balas dengan tatapan tajam dari papah nya yang membuat Alex kesulitan untuk menelan ludah nya.


"Astaga...garang sekali, iya..iya pah...Al tahu," ucap Alex sambil nyengir kuda dan mengangkat kedua jari nya.


Laki - laki itu kemudian berlalu meninggalkan tiga manusia yang ada di ruangan itu, namun baru saja beberapa langkah laki - laki tampan itu membalikkan badan nya dan tiba - tiba...


Cup,


Satu kecupan berhasil dia daratkan di bibir Tiara yang membuat sang empu bibir langsung melototkan mata nya. Sedangkan yang mendapat tatapan tajam sudah lari keluar.

__ADS_1


"Dasar anak kurang ajar..." umpat tuan Wira yang jengah melihat kelakuan anak semata wayang nya itu.


"Lihat tuh mah kelakuan anak kesayangan ku."


"Papah ini kayak ngga pernah muda saja, lupa dulu papah seperti apa Hem...apa perlu mama ingatkan kembali?"


**


Semua persiapan menuju hari pernikahan sudah delapan puluh persen selesai. Nadia dan Jo berperan penting dalam persiapan tersebut, kedua manusia yang selalu tampak tidak akur setiap kali mereka bertemu itu kali ini sangat terlihat kompak. Mereka dengan sigap menangani acara untuk hari bahagia teman dan bos mereka.


Antusias yang sama juga ditunjukkan oleh Ny. Sofia, wanita paruh bayah itu terlihat sibuk mengatur masalah baju pengantin dan katering yang akan di gunakan di pesta nanti.


Awal nya Tiara tidak mau jika pernikahan nya di buat pesta besar bagi dia cukup ijab qobul saja. Namun keluarga Wiratama tidak setuju, terutama Alex karena mereka ingin memperkenalkan kepada publik jika Tiara adalah menantu keluarga Wiratama.


Rangkain prosesi sebelum pernikahan pun sudah di lalui dari lamaran, siraman, pengajian. Walaupun Tiara tidak mempunyai siapa pun namun keluarga Alex tetap menjalankan ritual tersebut tujuan untuk menghargai kehormatan Tiara. Mereka tahu semua ritual sebelum pernikahan seperti itu adalah impian dari semua wanita yang ingin menikah.


**


Tiara terlihat begitu cantik dengan kebaya putih yang melekat di tubuh indah nya itu. walaupun model kebaya itu tertutup namun tidak mengurangi keanggunan Tiara. Wanita itu berjalan dengan di gandeng oleh papa Wira sebagai pengganti ayah Tiara. Dan tak lupa si kembar berjalan di belakang sang ibu.


Semua mata takjub melihat pesona yang dipancarkan oleh calon menantu dari keluarga Wiratama itu. Terutama para kaum Adam yang tak henti-hentinya mengungkapkan rasa kagum atas kecantikan pengantin wanita itu. Hal itu tak luput dari pendengaran Alex yang membuat telinga nya menjadi panas.


"Untung saja Tiara menggunakan pakaian tertutup kalau tidak pasti dia sudah menjadi fantasi liar oleh mata - mata keranjang itu," batin Alex kesal.


Acara prosesi ijab qobul sudah selesai dilaksanakan, semua bisa bernafas lega terutama Alex. Dia merasa sangat bahagia akhirnya wanita yang sejak SMA dicintainya secara diam kini telah sah menyandang gelar sebagai istrinya.

__ADS_1


"Sayang...akhir nya kita sudah sah menjadi suami istri, sebuah hubungan yang aku impikan sejak dulu, makasih untuk segalanya, I love you Mutiara Ayunda," ucap Alex sambil memeluk Tiara dari belakang.


Saat ini mereka sedang berada di sebuah kamar hotel untuk beristirahat sebelum acara resepsi nanti malam.


"Aku merasa semua ini seperti mimpi Al, kita bisa berada di tahap ini. Dulu aku tidak berani untuk berharap atau bermimpi bisa seperti ini Al...membayangkan nya saja aku tidak berani. Cinta yang aku rasakan untuk mu hanya mampu aku pendam di dalam hati. Namun sekarang cinta itu bisa aku tunjukkan pada mu, I love you too Alexander Wiratama.."


Sebuah kecupan lembut Alex berikan di kening Tiara, wajah kedua nya sangatlah dekat saat ini, bahkan deru nafas kedua nya dapat dirasakan oleh masing - masing. Entah siapa yang memulai nya kini kedua bibir itu sudah saling menempel.


Tiara memejamkan kedua mata nya dan entah keberanian dari mana dia juga mengalungkan kedua tangan nya di leher Alex sang suami. Alex yang merasa mendapat lampu ijo dari wanita yang baru saja beberapa jam yang lalu sah menyandang gelar sebagai istrinya tidak mau menyia-nyiakan hal itu.


Baru saja dia akan ******* bibir tipis milik Tiara yang sudah menjadi candu nya tiba - tiba pintu kamar hotel mereka di ketuk.


Tok.. Tok... Tok....


"Ibu.....hiks," teriak Luna dari luar pintu.


Alex yang mendengar suara gangguan itu berusaha untuk mengabaikan nya dia terus me***t bibir manis milik istrinya itu.


Tiara yang merasa jika terjadi sesuatu pada putri kecil nya itu berusaha untuk melepaskan ciumannya. Mau ngga mau Alex pun melepaskan pagutannya sambil mengumpat kesal di dalam hati nya. Untung saja yang mengetok pintu sang putri nya jika orang lain bisa dipastikan orang itu akan tamat riwayatnya.


"Ada apa sayang..." ucap Tiara pada sang putri saat membuka pintu dan mengajak Luna untuk masuk ke dalam.


Dia bisa melihat sang putri dalam keadaan yang tidak baik - baik saja karena terlihat jelas jika anak perempuan nya itu sedang sesenggukan sehabis menangis.


"Apa benar ayah ma ibu akan pergi malam nanti tanpa mengajak aku dan kak Juna? Dan kalian juga tidak akan pulang ke rumah Oma dan opa? terus apa benar jika kalian akan membuat adik untuk ku dan kak Juna ?"

__ADS_1


"What ????"


__ADS_2