
Tiara berjalan tergesa - gesa sambil menuntun ke dua buah hati nya. Dari jauh dia sudah melihat aura sang bos sekaligus teman SMA nya itu dalam kondisi yang tidak baik.
"Bisa tidak kalau jalan itu lebih cepat, tidak lelet seperti itu. Waktu ku jadi terbuang sia - sia karena harus menunggu mu," ucap Alex dengan nada yang sangat ketua saat Tiara sampai di depan Alex yang sudah berdiri di samping mobil mewah nya. Jangan di tanya lagi muka Alex seperti apa saat ini, kalian pasti sudah tahu bisa membayangkan nya kanðŸ¤
"Maaf pak..." hanya kata itu saja yang keluar dari bibir ranum Tiara.
"Kalau om tidak ikhlas mengantarkan kami, lebih baik kami naik angkot saja," kata Arjuna tak kalah ketus dari ucapan Alex dengan tatapan yang tidak bersahabat pasti nya.
Tiara menyentuh lengan Juna dan menggelengkan kepala nya.
Juna hanya menghela nafas nya dan masuk ke dalam mobil Alex yang suda terbuka pintu nya. Entah kapan Alex membuka pintu mobil nya di bagian belakang.
Setelah kedua anak nya masuk ke dalam mobil, kemudian Tiara menyusul ke dua anak nya masuk ke dalam mobil, akan tetapi baru saja dia menginjakkan salah satu kaki tiba - tiba terdengar suara yang langsung menghentikan pergerakan nya.
"Kamu anggap aku ini supir pribadi kamu apa, " Alex berkata ketus kembali.
Tiara tahu apa yang di maksud Alex, wanita dua anak itu langsung menuju ke pintu bagian depan. Dia mencoba membuka pintu bagian depan mobil Alex akan tetapi dia sedikit kesusahan.
"Membuka seperti ini saja tidak bisa," gerutu Alex sambil membuka kan pintu mobil untuk Tiara dan menutup pintu itu setelah Tiara masuk ke dalam.
Alex memutari mobil nya dan langsung masuk ke dalam mobil. Lagi - lagi Alex di buat kesal kembali oleh Tiara, karena dia melihat Tiara kesusahan untuk memasang seat belt nya. Laki - laki tampan itu mendengus kesal, tanpa aba - aba dia langsung mencondongkan badan nya ke arah Tiara dan menarik seat belt itu.
Betapa terkejut nya Tiara dengan perlakuan dadakan Alex itu, di tambah lagi wajah mereka sangat dekat sekali, bahkan deru nafas hangat Alex sangatlah terasa di wajah Tiara. Salah gerak sedikit saja sudah dipastikan kedua bibir mereka menempel.
Deg,
Deg,
Deg,
__ADS_1
Detak jantung kedua nya tiba - tiba berpacu dengan sangat kencang.
Tatapan mata Alex tiba - tiba tertuju pada bibir merah muda milik Tiara.
"Bibir itu pernah aku cicipi sekali saat SMA rasa nya aku ingin mencicipi nya kembali, pasti rasa nya sangat manis sekali," batin Alex seraya membayangkan saat dia mencium Tiara waktu dulu. Padahal dia sudah berkali - kali menikmati bibir merah muda itu saat kejadian malam naas enam tahun yang lalu. Sayang Alex tidak mengingatnya.
Bayangan itu membuat Alex mencondongkan wajah nya lebih dekat lagi di wajah Tiara sehingga jarak mereka saat ini hanya sekitar satu centi saja.
Tiara yang melihat pergerakan Alex menjadi bingung, posisi nya sekarang ini benar - benar serba salah. Diam salah, bergerak pun salah sehingga dia hanya bisa memejamkan mata nya saja dan menutup bibir nya rapat - rapat.
Sedangkan Alex sendiri semakin mendekatkan wajah nya di hadapan Tiara.
Satu
Dua
Tiga
"Om mau apakan ibu....." teriak Juna dan Luna secara bersamaan.
Sontak teriakan kedua bocah itu langsung mengagetkan Alex dan Tiara dan membuat Alex menjadi salah tingkah tapi sebisa mungkin dia tetap bersikap tenang di hadapan Tiara. Sedangkan Tiara sendiri langsung membuka mata nya dan sebisa mungkin menjauhkan wajah nya dari Alex.
"Murahan..." lirih Alex namun masih terdengar oleh Tiara.
Tiara langsung menatap nanar mata Alex yang sudah kembali di kursi kemudi. Entah apa maksud Alex mengatakan hal itu pada Tiara, yang jelas ucapan Alex itu cukup membuat hati Tiara teriris sembilu perih sekali. Tiara langsung memandang ke arah jendela mobil, pemandangan di luar cukup bisa membuat hati nya sedikit menjadi akibat ucapan Alex tadi.
Alex sendiri fokus pada kemudi nya, walaupun sesekali ekor mata nya melirik ke arah wanita yang baru saja hati nya di buat seperti teriris sembilu. Dia mengerutuki diri nya sendiri kenapa sampai bisa mengucapkan kata itu.
"Dasar ini mulut tidak bisa di kontrol," rutuk Alex dalam hati.
__ADS_1
Sejak melihat tatapan Abimana pada Tiara tadi di mall entah mengapa hati Alex menjadi sangat panas. Dia merasa sangat kesal sekali melihat ada laki - laki lain yang berusaha mendekati Tiara. Apalagi Abimana pernah mengatakan secara terang - terangan akan mendekati Tiara. Itu membuat hati Alex semakin tidak tenang.
Selama dalam perjalanan tidak ada percakapan apa pun antara dia dan Tiara. Hanya Luna lah yang sering mengobrol dengan Alex, kadang Tiara sesekali menimpali obrolan Luna. Kalau Juna sendiri justru asik sendiri dengan media gambar nya.
"Berhenti di sini saja pak.." ucap Tiara.
Tanpa banyak kata Alex pun menghentikan mobil mewah nya di depan sebuah gang kecil.
"Terimakasih pak, telah bersedia mengantarkan kami. Maaf kalau sudah merepotkan pak Al," kata Tiara sebelum turun dari mobil Alex.
Tiara keluar dari mobil Alex kemudian mengambil barang - barang nya di bagasi mobil Alex yang sudah terbuka secara otomatis.
Dia menyuruh Arjuna untuk membawa beberapa barang yang di berikan oleh nyonya Sofia dan Alex. Sedangkan dia sendiri membawa trophy hadiah yang Juna terima tadi. Agak kerepotan memang karena Tiara yang harus menggendong Luna yang sudah terlelap tidur sejak di perjalanan tadi.
Alex yang melihat Tiara kerepotan akhirnya turun juga dari mobil nya. Dia tidak tega saat melihat Tiara keberatan menggendong Luna yang memang mempunyai tubuh yang berisi.
"Sini biar Luna saya yang gendong," ucap Alex tiba - tiba.
"Hah....tidak usah pak, kontrakan saya sudah dekat," tolak Tiara dengan halus sambil mengangkat tubuh Luna supaya dalam posisi yang nyaman di gendongan Tiara.
Alex tidak menghiraukan ucapan Tiara. CEO tampan itu langsung meraih tubuh Luna yang berada di gendongan Tiara.
"Eh..pak," Tiara kaget melihat Luna sudah berpindah di gendongan Alex.
"Ayo cepat....tunjukan dimana kontrakan kalian."
Tiara berjalan agak cepat menyusul Alex yang sudah berjalan mendahului nya. Begitu pun Juna anak kecil itu juga mensejajarkan langkah nya dengan sang ibu.
Hanya butuh waktu lima menit akhir nya mereka sampai di sebuah kontrakan kecil yang padat penduduk. Alex melihat lingkungan sekitar tempat tinggal Tiara yang menurutnya tidak layak.
__ADS_1
"Mari pak Al..." ucap Tiara menyuruh Alex masuk di sebuah kontrakan bedengan dengan ukuran yang sangat kecil sekali.
"Jadi mereka selama ini tinggal di sini?"