Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 68 Terbongkar sudah...


__ADS_3

"Pak...tolong tangkap wanita itu !"


Seorang laki - laki dengan menggunakan seragam polisi lengkap berjalan ke arah Jesika yang berdiri mematung tidak jauh dari hadapan Alex.


"Selamat pagi nona Jesika, anda kami tangkap dengan tuduhan penyekapan dan pencemaran nama baik yang anda lakukan enam tahun yang lalu."


"Apa - apa an ini Lex, kenapa kamu menyuruh polisi ini menangkap ku hah. Apa salah ku!" ucap Jesika pura - pura.


"Aku rasa telinga kamu masih berfungsi dengan normal, kamu pasti mendengar dengan baik apa yang bapak polisi ini katakan barusan."


Mama dan papa Alex pun tak kalah bingung dengan apa yang putra mereka katakan. Terlebih dengan kedatangan polisi ke rumah nya pagi itu.


"Al...ada apa ini, kenapa kamu datang membawa polisi dan menyuruh polisi itu untuk menangkap Jesika, jelaskan pada mama sekarang," kata Nyonya Sofia yang berjalan mendekati sang putra.


"Nanti Al akan jelaskan semua pada mama dan papa, setelah wanita rubah ini mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di penjara."


"Mari nona," ucap pak polisi itu kepada Jesika.


"Lex....atas dasar apa kamu menuduhku telah melakukan perbuatan itu. Kalau kamu tidak mempunyai bukti aku bisa menuntut balik atas apa yang kamu lakukan pada ku hari ini Lex !" teriak Jesika yang meronta mencoba melepaskan kedua tangan nya yang telah di pasang borgol oleh polisi tadi.


"Hahahaha....kamu lupa atau pura - pura lupa Nona Jesika dengan apa yang telah kamu lakukan pada Tiara enam tahun yang lalu hah!"


Deg,


Tiba - tiba jantung Jesika berdetak dengan cepat, seketika wajah nya menjadi pucat pasti setelah mendengar apa yang Alex ucapkan.


Tapi sebisa mungkin Jesika tetap tenang seolah - olah dia tidak bersalah.


"Sekarang sudah ingat hah ! dengan apa yang sudah kamu lakukan dulu pada ku dan pada Tiara !"

__ADS_1


"Perbuatan apa yang kamu maksudkan, aku benar - benar tidak mengerti Lex. Lagi pula mana bukti nya jika aku telah melakukan perbuatan itu."


"Dasar wanita licik, aku memiliki semua bukti kejahatan mu enam tahun yang lalu Jes..semua bukti rekaman CCTV yang sudah kamu lenyapkan kini ada di tangan ku."


"Sial...." lirih Jesika dengan tetap meronta berusaha ingin melepaskan diri dari cengkraman polisi.


Alex tersenyum menang saat melihat Jesika yang tidak berkutik sama sekali. Dia kemudian menyuruh polisi itu untuk segera membawa Jesika ke kantor polisi. Akan tetapi baru beberapa langkah Jesika menghentikan langkah nya.


"Jika aku harus di tangkap dan di bawa ke kantor polisi sekarang, maka om Wira pun harus di tangkap dan di jebloskan ke penjara juga seperti ku," ucap Jesika tiba - tiba tanpa membalikkan badan atau pun menoleh ke belakang.


Wanita itu tersenyum licik setelah mengucapkan hal itu, dia bisa memastikan seperti apa reaksi ayah nya Alex saat ini.


"Apa maksudmu Jes...kenapa suami saya harus di tangkap seperti mu," kata Nyonya Sofia yang bingung dengan apa yang Jesika ucapkan barusan.


"Tante bisa tanyakan sendiri kepada suami Tante itu kejahatan apa yang sudah suami Tante lakukan enam tahun yang lalu," jawab Jesika dengan tersenyum licik ke arah ayah Alex.


"Pah....apa benar yang Jesika katakan barusan, jelaskan pada mama ! jangan diam begitu saja. Ada apa ini sebenarnya pah!"


Tuan Wiratama tidak langsung menjawab pertanyaan sang istri, bibir nya tiba - tiba Kelu. Dia hanya beberapa kali membuang nafas nya dengan kasar. Hal yang selama ini dia takutkan akhirnya terjadi juga.


"Kenapa om...tidak bisa menjawab pertanyaan Tante Sofia? apa perlu Jesika bantu untuk menjawab pertanyaan istri om itu Hem..." ejek Jesika.


Alex yang berada di samping sang mama hanya bisa menatap sang papa dengan tatapan penuh tanda tanya. Laki - lali tampan itu pun sama seperti mama nya menunggu penjelasan dari laki - laki paruh bayah itu.


"Seperti nya om memang butuh bantuan ku saat ini, okey....dengan senang hati aku akan membantu om menjelaskan kejadian enam tahun yang lalu yang telah om lakukan. Dengar baik - baik Tante Sofia dan Alexander Wiratama, laki - laki tua yang ada di hadapan kalian sekarang ini telah melenyapkan seorang supir angkot enam tahun yang lalu. Dan kamu tahu Lex, siapa orang yang telah papa kamu lenyapkan? dia adalah ayah Tiara ..." jelas Jesika dengan tersenyum menang.


Jduar.....


Bagaikan petir di siang hari, penjelasan dari Jesika membuat Alex dan mama nya terkejut. Terlebih Alex, CEO tampan itu sampai mundur beberapa langkah karena terlalu syok mendengar apa yang Jesika ucapkan. Sedangkan nyonya Sofia langsung menutup mulutnya, sambil menatap ke sang suami dengan tatapan yang mengisyaratkan untuk meminta penjelasan pada sang suami.

__ADS_1


"Benar yang wanita licik itu ucapkan pah?" tanya Alex lirih.


Tuan Wira hanya menganggukkan kepala nya.


Alex dan mama nya benar - benar tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Tubuh sang mama hampir saja terhuyung jatuh ke belakang jika Alex tidak sigap menangkap nya.


"Apa benar yang aku dengar saat ini Al."


Deg,


Seketika tubuh Alex membeku mendengar suara wanita yang sangat familiar di telinga nya. Dia memberanikan diri untuk membalikkan badan nya untuk mencari sumber suara tersebut.


"Tiara..." lirih Alex.


Dia sampai melupakan sesuatu jika dia tadi datang bersama dengan Tiara juga, namun saat akan masuk rumah Alex tadi Tiara mendapat telepon dari pihak rumah sakit jadi Tiara tidak langsung ikut masuk ke dalam rumah bersama dengan Alex dan polisi.


"Apa benar yang aku dengar barusan Al, apa benar papa kamu yang telah menyebabkan ayahku meninggal enam tahun yang lalu hah!" Tiara mengulangi pertanyaan nya, kali ini dengan nada yang agak tinggi.


"Maafkan om nak," hanya ucapan itu yang muncul dari mulut papah nya Alex.


Tiara menutup mulutnya, air mata nya langsung mengalir begitu saja dengan deras nya. Dia tidak percaya, jika yang menyebabkan kematian ayah nya adalah papa dari laki - laki yang dia sayangi.


Begitu juga dengan Alex, pikiran nya saat ini benar - benar kalut. Baru saja dia memperbaiki hubungan nya dengan Tiara, akan tetapi masalah besar muncul kembali yang jelas akan mempengaruhi hubungan nya dengan Tiara dan kedua anak nya nanti.


"Maafkan papah ma.. Lex...waktu itu papah terlalu takut untuk mengakui perbuatan papa, tapi kali ini papa akan mempertanggung jawabkan perbuatan papa itu dengan menyerahkan diri ke pihak yang berwajib. Tiara, om benar - benar minta maaf atas apa yang sudah om lakukan pada ayah mu, om benar - benar tidak sengaja melakukan itu semua, dan setelah kejadian itu om selalu berusaha untuk mencari keberadaan mu akan tetapi om tidak bisa menemukan anak dari supir angkot yang telah om tabrak. Om selalu di hantui rasa bersalah terus menerus."


"Sekarang om harus mempertanggung jawabkan perbuatan om ke pihak yang berwajib.."


"Tiara...."

__ADS_1


__ADS_2