
"Ra.....sudah beres semua yang di sebelah sana?"
"Sudah Nad, yang di sebelah sana juga sudah beres kok. Semua sudah tersusun rapih sesuai instruksi kamu tadi."
"Sip...kamu memang selalu bisa di andalkan. Ya sudah, kita sebaiknya bersiap - siap sebentar lagi tamu mulai berdatangan."
Tiara mengangguk dan mengikuti apa yang Nadia ucapkan. Ya....saat ini Tiara sedang bekerja part time menjadi pelayan di sebuah pesta seorang pemilik perusahaan besar dan ternama bersama sang sahabat Nadia. Dia terpaksa meninggalkan kedua buah hati nya di kontrakan, keadaan lah yang memaksa dia harus bekerja ekstra seperti ini. Kalau di tanya capek atau tidak nya, jelas Tiara sangat merasakan capek dan lelah. Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat nya mencari nafkah untuk masa depan kedua anak nya.
Apalagi sebentar lagi mereka akan bersekolah di sebuah sekolah bertaraf internasional jelas Tiara membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Walaupun kedua buah hati nya mendapat beasiswa di sana, akan tetapi untuk biaya perlengkapan sekolah atau kegiatan yang lain tidak di cover dalam beasiswa tersebut.
"Ra....kamu tahu tidak, kalau yang ulang tahun ini seorang CEO muda, kata nya sech masih se umuran kita gitu."
"Iya Tah?"
"Hem....belum lagi, nanti ada kejutan dari kekasih CEO itu, entah kejutan nya apa yang jelas bakal heboh banget pasti nya. Terus, setelah acara inti ini selesai akan diadakan reunian SMA gitu. Kan CEO ma kekasih nya itu dulu nya satu SMA," jelas Nadia sambil sibuk menata beberapa minuman di atas nampan.
Sedangkan Tiara hanya mendengarkan semua yang diucapkan oleh sang sahabat tanpa ingin berkomentar apa pun. Jika melihat deretan minuman seperti ini, ingatan Tiara langsung tertuju pada kejadian enam tahun yang lalu. Ada gemuruh dalam dada nya saat ini ketika memandangi gelas yang berisi jus di atas nampan itu.
"Woi.....malah, ngelamun."
"Eh iya ...ada apa Nad?"
"Lha dari tadi aku ngomong ngga didengerin bearti ma kamu?"
"Dengar Nadia sayang ....yang akan ulang tahun hari ini itu seorang CEO muda seumuran kita, terus kekasih dari CEO tersebut akan memberikan kejutan nanti nya, dan setelah acara inti ini selesai maka akan di adakan reunian SMA, benar kan?"
"Hehehe....kirain kamu ngga memperhatikan apa yang aku ucapkan," kata Nadia cengengesan.
Mereka berdua kemudian melayani beberapa tamu yang sudah hadir di sana. Rata - rata yang hadir di pesta itu dari kalangan pebisnis.
Semua tamu tertuju pada seorang pemuda tampan dengan balutan jas hitam yang mempesona dari arah pintu yang merupakan orang pemilik dari acara malam ini. Di samping nya juga ada seorang wanita cantik dengan gaun yang seksi berjalan beriringan dengan pemuda tersebut. Tidak terkecuali Tiara yang saat itu sedang berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Betapa kaget nya dia melihat siapa yang mempunyai hajat malam ini.
"Alex, Jesika ...." lirih Tiara saat melihat wajah yang sangat tidak asing bagi nya.
__ADS_1
"Jadi mereka yang di maksud Nadia tadi? kenapa aku tidak menyadari nya. Bearti reuni yang dimaksud Nadia nanti adalah reuni SMA ...."Tiara langsung menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya. Dia berangsur mundur beberapa langkah ke belakang, berharap Alex ataupun Jesika tidak mengetahui keberadaan nya di pesta itu.
Tiara mengedarkan pandangan nya menelisik seluruh tamu yang sudah hadir di dalam gedung tersebut. Dan benar seperti yang dia duga, banyak teman sewaktu SMA nya dulu yang hadir di pesta itu.
"Ya Allah....kenapa aku harus bertemu dengan mereka di sini?" tanya Tiara dalam hati.
Sejenak wanita dua anak itu menarik nafas nya dalam - dalam, dia membulatkan tekad nya untuk menjalankan pekerjaan nya malam ini dengan profesional. Dia tidak perduli jika teman semasa SMA nya nanti akan memandang rendah diri nya atau menghina nya.
**
Acara inti dari pesta itu kini sudah di mulai, Alex sekarang sudah berdiri di atas panggung di temani kedua orang tua nya dan Jesika pasti nya. Kedua orang tua Jesika juga hadir di atas panggung.
Semua berjalan selayak nya pesta ulang tahun pada umum nya. Setelah acara itu selesai, Jesika dengan penuh percaya diri mengumumkan jika malam ini dia sudah resmi di lamar oleh Alex dan malam ini adalah malam pertunangan mereka.
Betapa terkejutnya Alex saat mendengar apa yang diucapkan oleh Jesika. Dia melirik ke arah papa nya, hanya anggukan yang dia dapat kan. Alex langsung mengeraskan rahang nya dan tangan nya terkepal kuat. Dia tidak mungkin menyangkal apa yah Jesika umumkan saat ini. Karena banyak tamu kolega sang papa yang hadir di sini, jelas dia tidak ingin mempermalukan kedua orang tuanya.
"Dasar wanita licik," hanya itu yang Alek ucapkan dalam hati saat dia menyematkan cincin di jari manis Jesika.
Deg,
"Tiara....kenapa dia bisa berada di sini?" batin Alex saat pandangan mereka bertemu dan saling mengunci. Alex bisa melihat dari ada rasa kecewa di mata Tiara.
Jo, yang saat ini berada di samping Alex mengikuti arah pandangan Alex. Dia kemudian membisikan sesuatu di telinga Alex seakan paham apa jika bos nya itu membutuhkan informasi tentang Tiara yah berada di pesta ini.
"Nona Tiara sedang kerja part time menjadi pelayan di pesta ini pak, bersama sahabat nya yang sama - sama berkerja di kantor kita," bisik Jo pelan.
Tiara memutuskan pandangan antara mereka dan melanjutkan melayani beberapa tamu di situ dengan mengembangkan senyuman manis dan penuh semangat.
"Kenapa dada ini terasa sesak sekali melihat dia bekerja keras seperti itu," batin Alex sambil menghembuskan nafas nya perlahan.
**
"Mba...bisa minta tolong ambilkan minuman untuk kami?" ucap seorang wanita yang saat ini berdiri di belakang Tiara.
__ADS_1
Merasa ada yang memanggil Tiara kemudian membalikkan badan nya dengan membawa nampan berisi aneka minuman. Dan berapa kaget nya dia siapa wanita yang barusan memanggil nya itu.
"Rani....?" sapa Tiara dengan senyum sumringah.
"Apa kabar kamu, sudah lama sekali kita tidak bertemu," lanjut Tiara.
"Seperti yang kamu lihat sekarang," jawab Rani dengan dingin.
Tiara merasa senang sekali karena bisa bertemu sahabat baik nya saat SMA dulu. Dia mendekat ke arah Rani berniat ingin memeluk sang sahabat, Namum berbeda dengan Rani. Wanita itu justru mundur beberapa langkah seolah menghindari Tiara dan langsung bergelayut manja di lengan David yang saat itu berdiri tidak jauh dari sana. Tiara menghentikan langkah nya saat melihat Rani menghindari nya.
Namun tiba - tiba nampan yang dia bawa menabrak seorang wanita yang muncul begitu saja di depan nya.
"Hei....apa yang kamu lakukan hah, lihat gaun mahal ku jadi basah dan kotor kan!" ucap seorang wanita dengan nada yang saga tinggi.
"Maaf nona saya tidak sengaja," ucap Tiara berusaha untuk membersihkan tumpahan jus yang mengenai gaun wanita itu dengan tisu.
"Stop....kamu justru akan membuat gaun mahal ku semakin kotor tahu! eh...sebentar, bukan nya kamu Tiara, hei...ada apa dengan mu sekarang? kamu sudah alih profesi, atau kamu sudah tidak laku lagi, oh....aku tahu, om - om yang memakai jasa kamu selama ini sudah bosan seperti nya, hahaha....sehingga kamu sekarang menjadi pelayan seperti ini," ucap wanita yang bernama Karen itu, dia merupakan teman semasa SMA Tiara lebih tepat nya lagi dia teman satu geng dengan Jesika.
Byuur.....
Tiba - tiba salah satu teman Karen yang berada di sebelah nya menyiram wajah Tiara dengan segelas minuman yang ada di tangan nya.
"Itu balasan yang seharusnya kamu terima, karena telah mencoreng nama baik sekolah kita dulu. Seharusnya kami melakukan hal ini sejak dulu," ucap Aura dengan pandangan jijik ke arah Tiara.
"Apa yang kamu lakukan hah!"
**
Seharusnya di part ini author ingin sedikit membongkar tabir enam tahun yang lalu. Akan tetapi feel nya belum ketemu. Ketambahan mood author juga sedang tidak baik,.jadi mohon maaf jika tidak sesuai harapan kalian🙏🏻
Mohon dukungan nya readers...supaya author lebih semangat lagi nulis nya....
Dan hak kami sebagai author bisa segera di penuhi oleh pihak terkait😌
__ADS_1