
"Ra...ada hal yang ingin aku bicarakan tentang kondisi anak kamu," kata Seto yang secara tidak langsung membuyarkan lamunan Tiara.
"Eh..iya bagaimana keadaan anak ku to."
Seto kemudian menjelaskan secara detail tentang keadaan Luna saat ini. Dan semua penjelasan Seto juga di dengar oleh Alex yang masih berada di sana. Setelah menjelaskan hal itu Seto kemudian undur diri dari ruangan itu karena dia harus melakukan visit ke pasien yang lain.
"Kamu sebenarnya bisa tidak menjadi seorang ibu selama ini. Sampai anak kondisi seperti itu kamu biarkan saja," Alex tiba - tiba berucap seperti itu dengan nada yang ketus.
Tiara langsung menatap tajam ke arah Alex, kedua tangan nya terkepal kuat menahan segala emosi mendengar apa yang atasan nya itu ucapkan barusan.
"Tuan Alexander Wiratama yang terhormat. Atas dasar apa anda bisa berbicara seperti itu hah...apakah anda tahu apa saja yang sudah saya lalui selama ini. Apakah anda tahu bagaimana rasa nya menjadi ibu sekaligus ayah untuk dia orang anak dalam usia muda. Di mana usia yang seharusnya saya gunakan untuk menuntut ilmu tapi saya harus bekerja keras supaya bisa bertahan hidup, mengurus dua bayi kembar dengan tidak ada kesiapan apa pun, masih banyak hal yang anda tidak ketahui dari saya. Jadi saya mohon tarik ucapan anda tadi," Tiara berkata dengan emosi yang meluap - luap walaupun dengan suara rendah karena saat ini mereka masih dalam ruangan Luna.
Air mata Tiara sudah tidak terbendung lagi, badan bergetar menandakan jika dia sedang menahan isak tangis. Untung saja saat itu Juna sudah terlelap di sofa, sedangkan asisten Alex keluar bersamaan dengan Seto tadi.
Dengan tangan gemetar Tiara menghapus air mata nya dan dia berbalik hendak meninggalkan Luna, namun tiba - tiba Alex langsung menarik tangan Tiara dan membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukan nya.
Nyaman....hal itu yang Tiara rasakan saat ini, karena sebuah pelukan hangat yang dia butuhkan saat ini.
"Maafkan aku..." hanya kalimat itu yang terucap dari bibir CEO AW.group itu.
Tiara mendongakkan wajah nya ke arah wajah Alex, namun pandangan nya seketika tertuju pada sebuah tulisan yang berada di kerah kemeja yang Alex gunakan saat ini.
"AW.Colection..." gumam Tiara mengeja tulisan yang dia lihat saat ini.
Seketika Tiara melepaskan pelukan Alex dengan kasar dan mendorong tubuh kekar Alex.
Alex yang mendapat perlakuan itu merasa tidak mengerti dengan apa yang Tiara lakukan sekarang ini.
__ADS_1
"Tidak...ini tidak mungkin...." Tiara berkata sambil menggelengkan kepala nya dan berlari meninggalkan Alex yang berdiri mematung tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
**
"Di mana benda itu..." ucap Tiara saat mengacak - acak isi lemari pakaian nya.
Mata nya langsung membulat saat melihat barang yang dia cari dari tadi. Tanpa banyak kata Tiara langsung mengambil barang itu.
"Ada apa dengan Tiara? kenapa sikap nya mendadak menjadi aneh seperti itu tadi.."
Saat Alex larut dalam lamunan nya tiba - tiba pintu kamar ruangan dimana Luna di rawat terbuka, dan muncul lah sosok yang sejak tadi Alex pikirkan. Tanpa basa - basi Tiara langsung menarik tangan Alex supaya keluar dari ruangan itu.
Plakk....
Tiba - tiba satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Alex.
Alex yang tidak siap dengan segala perlakuan Tiara langsung menangkap kemeja yang di lemparkan Tiara ke wajah nya.
"Kamu kan orang nya hah...Alexander Wiratama! kamu orang yang sudah menghancurkan hidup ku enam tahun yang lalu. Kamu yang membuat aku di fitnah, di caci, di maki dan di hina semua orang. Dan karena kamu aku kehilangan ayah ku, kehilangan masa depan ku," Tiara berkata dengan emosi yang menggebu - gebu. Tatapan nya tajam ke arah Alex, tatapan penuh kebencian itu yang Alex tangkap.
"Hei...apa maksud mu aku tidak mengerti," ucap Alex.
Laki - laki tampan itu memang benar - benar tidak mengerti dengan apa yang Tiara maksud.
"Tidak usah pura - pura tidak tahu Al...kamu kan orang nya yang sudah merenggut kesucianku enam tahun yang lalu," kata Tiara dengan bibir bergetar.
Alex sontak membulatkan mata nya mendengar penuturan Tiara. Pasal nya dia saat itu benar - benar tidak ingat apa pun.
__ADS_1
"Kamu jangan asal menuduh ya Ra! apa bukti nya."
"Kemeja itu bukti nya, barang itu satu - satu nya bukti yang tertinggal di sana. Di situ tertera label AW.Colection sama persis dengan yang sekarang kamu pake."
Alex langsung meneliti kemeja yang Tiara lempar tadi pada nya. Dia meneliti dengan seksama setiap detail dari kemeja itu. Dan benar saja kemeja itu adalah milik nya karena ternyata di balik label tulisan AW.Colection terdapat sulaman nama Alex dengan benang emas.
Karena terlalu syok Alex sampai mundur beberapa langkah sambil menggelengkan kepala nya.
"Ini tidak mungkin," lirih Alex namun masih bisa terdengar oleh Tiara.
"Biadab kamu Al, kenapa kamu begitu tega melakukan semua ini pada ku..." ucap Tiara yang sudah luluh lantah terjatuh di taman rumah sakit sambil terisak menangis.
Alex masih belum percaya dengan semua nya, tapi perlahan kepingan - kepingan kejadian malam panas enam tahun yang lalu terngiang di kepala nya. Di tambah potongan rekaman CCTV saat dia masuk ke kamar yang berbeda dengan saat dia terbangun di pagi hari.
"Aku masih tidak percaya dengan semua ini, tidak...ini tidak mungkin." Alex langsung pergi dari tempat itu meninggalkan Tiara yang masih terisak menangis di taman rumah sakit.
Dengan langkah panjang Alex langsung menuju parkiran rumah sakit, dia langsung mengendarai mobil nya sendiri. Bahkan Jo sang asisten dia tinggalkan begitu saja.
"Ada apa dengan pak Al, kenapa dia terkesan buru - buru seperti itu sampai aku ditinggalkan begitu saja," gumam Jo saat melihat mobil Alex melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah sakit.
Sedangkan di taman rumah sakit Tiara masih saja duduk bersimpuh di tanah," kenapa kamu tega sekali Al pada ku, kenapa kamu lakukan ini semua. Bahkan setelah melakukan semua itu kamu dengan begitu tega nya mengatakan aku wanita j***Ng, aku benci pada mu Alexander Wiratama, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan mu," ucap Tiara dengan bibir yang bergetar dia kemudian bangkit dan menghapus sisa air mata di pipi dengan punggung tangan nya.
" Bukan kah dia Tiara?"
"Hai Ra..."
Tiara langsung mendongakkan kepala nya ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Tuan bawa aku pergi jauh dari kota ini..."