Mutiara Sang CEO

Mutiara Sang CEO
Bab. 60 Om ganteng tolong Luna...


__ADS_3

Tiara ke luar dari ruangan Bu Maya dengan tersenyum getir. Tidak ada air mata sama sekali yang keluar dari netra indah nya. Yang ada di pikiran nya saat ini adalah bagaimana cara mendapatkan uang untuk menebus obat Luna secepat nya.


Dia sudah berusaha untuk meminjam uang pada sahabat nya Nadia, biasa nya wanita itu selalu bisa di andalkan. Namun untuk kali ini dia tidak bisa membantu Tiara karena ibu Nadia sedang sakit keras jadi dia harus mengirim uang lebih ke kampung.


"Aku harus bagaimana sekarang, aku tidak mungkin kan menjual diri seperti yang Jesika ucapkan tadi..." gumam Tiara saat duduk di tangga darurat menuju ruang CEO tempat dia bekerja. Tempat itu memang menjadi tempat favorite Tiara saat diri nya sedang ada masalah.


Setelah kepergian Tiara tadi Alex benar - benar di buat resah dengan ucapan Tiara. Bahkan dia mengabaikan keberadaan Jesika saat ini. Dia justru menyuruh Jo untuk membuat Jesika pergi dari kantor nya.


"Apa dia benar - benar akan melakukan hal itu? sebenarnya dia butuh uang itu untuk apa? aku bisa saja menyuruh Maya untuk meminjamkan uang itu pada nya, akan tetapi ini sama saja aku melanggar peraturan yang aku buat sendiri, argh....."


Drrtt


Drrtt


Drrtt


"Hallo....." sapa Alex pada orang yang menelepon nya saat ini.


[ ........................ ]


"Bagus...kirim potongan rekaman CCTV itu pada ku sekarang."


Alex langsung membuka file yang di kirim oleh orang yang baru saja menelepon nya. Betapa kaget nya dia melihat potongan rekaman CCTV itu. Benar dugaan nya selama ini, sayang sekali rekaman CCTV itu sudah terpotong.


"S**al....siapa yang sudah mempermainkan aku," ucap Alex dengan penuh emosi.


Alex baru saja melihat rekaman CCTV kejadian di hotel enam tahun lalu. Karena dia semakin hari semakin yakin jika dia sudah melakukan sesuatu pada seorang wanita saat kondisi nya terpengaruh obat jahanam itu sebelum dia tersadar berada di sebuah kamar hotel dengan masih menggunakan pakaian yang lengkap.


Sayang nya rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan saat dia berjalan sempoyongan dan masuk ke dalam kamar hotel yang berbeda dengan kamar hotel pada saat dia bangun di pagi hari nya.

__ADS_1


"Argh....semua ini membuat kepala ku terasa mau pecah, tapi aku tidak akan menyerah aku akan berusaha mencari tahu hal itu sampai tuntas.


**


Di luar gedung AW.group ada dua orang anak kecil yang sedang celingukan seperti sedang mencari seseorang.


"Kalian sedang apa di sini?" tanya seorang satpam pada dua bocah itu.


"Saya mau mencari ibu saya yang bekerja di sini pak," jawab Juna pada pria paruh bayah yang menjabat sebagai satpam itu.


Dua bocah itu adalah Juna dan Luna anak Tiara. Juna terpaksa membawa Luna ke tempat kerja ibu nya karena gadis kecil itu terus merengek ingin segera bertemu dengan sang ibu karena Luna merasa badan nya tidak enak, nafas nya mulai sesak. Juna yang melihat hal itu jadi tidak tega pada sang adek.


"Siapa nama ibu mu nak?"


"Tiara pak, ibu saya bekerja sebagai cleaning service di kantor ini."


"Oh neng Tiara, ya sudah kalian tunggu di pos saja. Sebentar lagi pasti ibu kalian keluar karena jam kerja sudah selesai. Kasihan adik kamu seperti nya sedang tidak baik - baik saja," kata pak satpam yang merasa iba melihat kondisi Luna yang saat ini terlihat pucat dan nafas nya tidak beraturan.


"Itu ibu kak..." ucap Luna dengan nafas tersengal - sengal.


"Ibu....."


Tiara merasa kaget melihat dua buah hati nya berada di post satpam sambil melambaikan tangan nya. Wanita itu berlari menghampiri kedua anak nya itu.


"Ngapain kalian ada di sini? ibu kan sudah bilang jangan menyusul ibu lagi kalau ibu sedang kerja."


"Maaf bu...Juna terpaksa, karena Luna terus merengek ingin bertemu ibu. Dada Luna kata nya sesak Bu," Juna mencoba menjelaskan kepada sang ibu kenapa dia ada di tempat kerja ibu nya sekarang.


Tiara langsung menoleh ke arah Luna, dan benar saja yang dikatakan oleh Juna terlihat jelas sang putri kesusahan dalam bernafas saat ini. Wajah nya juga terlihat pucat.

__ADS_1


"Ya Allah sayang...." Tiara langsung merengkuh tubuh Luna dalam dekapan nya. Air mata wanita cantik itu langsung luluh lantak seketika melihat sang putri dalam keadaan seperti itu.


"Sabar ya nak, nanti ibu tebus obat nya.." hanya itu yang mampu Tiara katakan pada sang putri.


"Maafkan ibu Luna," batin Tiara seakan menjerit dengan keadaan yang menimpa diri nya saat ini.


Mereka bertiga akhir nya pulang, tidak lupa Tiara mengucapkan terima kasih pada satpam yang telah menjaga kedua anak nya tadi.


Saat ini mereka berada di atas motor butut Tiara. Keadaan jalan raya saat ini sangatlah padat, karena ini merupakan jam para karyawan pulang kantor.


"Bu...seperti nya akan turun hujan," teriak Juna dari belakang.


Tiara melihat sekilas ke atas, benar yang di katakan Juna. Langit sudah terlihat gelap dan rintikan hujan juga sudah mulai berjatuhan. Posisi mereka saat ini sedang terjebak kemacetan yang sangat panjang pula. Tanpa banyak kata Tiara langsung melepas switer nya dan di berikan kepada Juna.


"Juna pakai switer ibu ini untuk menutupi tubuh kalian. Peluk Luna dan usahakan Luna tertutupi ya nak, Luna sayang kamu peluk ibu yang erat ya nak supaya kamu tidak kedinginan," titah Tiara sambil teriak karena saat ini hujan sudah turun dengan deras sekali.


"Iya Bu..." jawab Juna.


Sedangkan Luna sendiri saat ini merasa tubuh nya sudah semakin lemas, nafas nya juga semakin sesak. Bibir nya juga sudah terlihat membiru, tatapan mata nya sayu. Juna yang merasa ada yang tidak beres dengan Luna langsung mengeratkan pelukan nya supaya sang adik merasa lebih hangat lagi.


"Ini kenapa macet nya lama sekali," gerutu Tiara yang melihat tidak ada pergerakan sama sekali dari kendaraan di depan nya.


"Ibu badan Luna panas sekali."


"Sabar sayang, kita langsung ke rumah sakit setelah ini."


"Ya Allah...lindungi anak - anak ku," batin Tiara sambil menghapus air mata yang bercampur dengan air hujan di wajah nya. Jangan di tanya seperti apa keadaan Tiara saat ini. Baju nya sudah basah kuyup, dan dia juga merasa kedinginan saat ini.


Beruntung sekali akhir nya kemacetan di jalan itu sudah berkurang, dan Tiara sudah bisa melanjutkan perjalanan nya. Tujuan nya saat ini adalah rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Saat motor nya melaju, tanpa dia sadari motor butut itu melintasi sebuah mobil mewah. Luna yang kebetulan menengok ke arah mobil tersebut melihat sosok laki - laki yang sangat dia kenal. Dengan bibir bergetar bocah cantik itu meminta pertolongan pada laki - laki yang berada di kursi sebelah kemudi.


"Om ganteng tolong Luna...."


__ADS_2