
Mobil Alex sore itu berjalan lambat karena selain terjebak kemacetan juga di karenakan hujan turun dengan begitu deras.
Berapa kaget nya dia saat tidak sengaja menengok ke arah samping kiri. Dia melihat seorang anak kecil yang sangat dia kenal.
"Astaga Luna....?" ucap Alex saat dia menurunkan kaca jendela mobil nya.
Dan bersamaan dengan itu Luna pun melihat ke arah Alex. Nampak sangat jelas jika anak perempuan itu sedang menggigil kedinginan. Anak itu hanya tertutup sebuah jaket itu pun harus berbagi dengan saudara nya. Tangan mungil nya terlihat sedang memeluk seseorang di depan nya.
Pandangan Alex langsung tertuju ke arah wanita dewasa yang sedang di peluk oleh Luna. Dan seperti yang dia duga wanita itu adalah Tiara.
Tatapan Luna dan Alex bertemu, dengan bibir bergetar dan tatapan sayu gadis kecil itu mengucapkan sesuatu yang tidak bisa Alex dengar dengan jelas, akan tetapi Alex bisa melihat dari gerak gerik bibir mungil itu jika dia sedang meminta pertolongan pada nya.
"Om ganteng tolong Luna...."
Kata - kata itu lah yang dapat di tangkap oleh Alex. Belum sempat Alex membalas ucapan itu akan tetapi motor yang di kendarai Tiara sudah melaju mendahului mobil nya.
"Jo kejar motor itu," titah Alex pada sang asisten yang berada di sampingnya.
"Hah...motor yang mana pak?" tanya Jo yang terlihat bingung. Pasal nya di depan sana banyak motor yang berseliweran.
"Motor yang membawa kedua anak itu," Alex berkata sambil menunjuk ke arah motor Tiara yang baru saja belok ke arah jalan lain.
"Baik pak...."
Tanpa banyak pertanyaan lagi Jo langsung melajukan mobil itu ke arah yang di tunjuk oleh Alex.
"Mau kemana mereka, bukan kah jalan menuju kontrakan Tiara bukan ke arah sana?"
**
__ADS_1
Tiara mengendarai motor nya dengan kecepatan yang tinggi, yang ada dalam pikiran nya sekarang adalah segera sampai di rumah sakit supaya Luna dapat segera mendapat pertolongan.
"Suster....tolong anak saya," teriak Tiara saat sampai di UGD sebuah rumah sakit.
Tidak peduli dengan pakaian nya yang basah kuyup saat itu. Wanita dua anak itu berlari ke arah UGD dengan menggendong sang putri yang sudah tidak sadarkan diri.
Untung saja saat itu pasien di UGD tidak begitu ramai jadi Luna langsung mendapat pertolongan. Tiara tidak henti - henti nya berdoa dalam hati nya. Sambil memeluk Juna yang terlihat kedinginan wanita itu menangis dalam diam. Dia merasa tidak berguna sebagai seorang ibu, karena tidak mampu menebus obat yang biasa Luna konsumsi selama ini.
Jika terjadi sesuatu dengan putri nya itu maka dia tidak akan memaafkan diri nya sendiri. Setelah mendapat pertolongan pertama di UGD, Luna langsung di pindahkan ke ruang rawat biasa. Karena kemampuan finansial Luna terpaksa di tempat kan di ruang rawat kelas tiga.
Tiara meminta izin pada Juna untuk pulang terlebih dahulu mengambil baju ganti untuk nya dan Juna. Sekalian Tiara mencari uang untuk biaya rumah sakit Luna. Untung saja baju yang di pakai Juna saat ini tidak terlalu basah sehingga masih layak untuk di pakai.
"Kak...jaga adek baik - baik ya? ibu pulang dahulu untuk ganti baju dan mengambil beberapa baju untuk kalian. Maafkan ibu Juna, ibu cuma bisa membelikan kamu makanan seperti ini."
"Tidak apa - apa Bu, Juna akan memakan nya nanti dan Juna juga akan menjaga adik dengan baik selama ibu pulang. Ibu hati - hati di jalan. Jangan membawa motor dengan cepat karena jalanan pasti licin."
Tiara menganggukkan kepala nya kemudian mencium kedua anak nya secara bergantian. Dan langsung meninggalkan kedua anak nya.
**
"Pak....Luna benar di rawat di rumah sakit ini, sekarang dia berada di kamar kelas tiga," ucap Jo pada atasan nya setelah asisten Alex bertanya di bagian resepsionis.
Dengan langkah lebar Alex dan Jo langsung menuju ke ruang rawat yang di beritahukan Jo tadi.
Alex terpaku di depan pintu rawat inap itu, betapa hati nya terasa ngilu melihat isi ruangan itu yang begitu ramai dengan pasien. Dan tatapan nya tertuju pada seorang bocah laki - laki yang sedang duduk sendirian sambil makan makanan yang berasal dari kertas nasi di tangan nya. Sesekali bocah kecil itu membenarkan selimut yang ada di ranjang di depan nya.
"Juna...Luna...." lirih Alex.
CEO tampan itu langsung masuk ke ruangan tersebut di ikuti oleh Jo sang asisten. Alex mendekati brankar Luna dan Juna.
__ADS_1
"Juna...."
Bocah kecil itu mendongakkan wajah nya saat mendengar nama nya di sebut.
"Om Alex?"
Alex langsung mendekat ke arah gadis kecil yang terlihat pucat dengan selang oksigen yang menempel di hidung nya. Tanpa di sadari butiran kristal bening jatuh dari mata Alex, namun dengan segera Alex menghapus nya sebelum Juna dan Jo mengetahui. Di elus nya dengan lembut pucuk kepala Luna, dan seperti biasa dia mengecup kening Luna.
Dia melihat ke sekeliling tapi dia tidak melihat Tiara sama sekali.
"Di mana ibu mu Juna?"
"Ibu tadi pamit pulang om untuk mengganti baju dan mengambil beberapa baju untuk ganti kami nanti. Sekalian ibu mencari pinjaman uang untuk biaya pengobatan Luna nanti nya," jelas Juna.
Walaupun Tiara tadi tidak bilang jika ingin mencari pinjaman uang untuk biaya pengobatan Luna di rumah sakit ini. Tetapi Juna tahu jika saat ini Tiara tidak punya uang lebih untuk membayar biaya rumah sakit.
Hati Alex langsung tercubit mendengar perkataan Juna barusan. Di tambah tanpa sengaja dia melihat apa yang sedang di makan Juna sekarang. Nasi putih dengan lauk tempe dan tahu goreng saja.
Alex langsung melirik ke arah Jo, dia memberi instruksi pada asisten nya itu untuk memindahkan Luna di ruang rawat yang lebih layak lagi dan membelikan beberapa pakaian dan makanan yang layak untuk Juna.
Jo langsung melaksanakan semua titah atasan nya itu. Tidak lama kemudian datang lah beberapa perawat rumah sakit untuk memindahkan Luna di kamar perawatan VVIP
"Om...adik saya mau di bawa kemana?"
"Adik kamu akan om pindahan ke ruang rawat yang lebih layak dari ini, supaya mendapat penanganan yang lebih baik lagi."
"Tapi om..bagaimana dengan ibu nanti?"
"Biar ibu mu nanti menjadi urusan om."
__ADS_1
Juna tidak dapat berkata apa - apa lagi, dia hanya bisa menurut kepada Alex. Karena dia juga ingin sang adik mendapat penanganan yang baik supaya lekas sembuh.
"Segera datang ke rumah sakit Medika Hospital sekarang juga!"