
siang itu sekitar jam 2 satu keluarga merunding diruang tengah. berjam jam mereka berdebat hingga diputuskan jika Riska tinggal diamerika,sedangkan perusahaan di Indonesia biar Wiliam yang mengelolanya namun masih dengan atas nama istrinya.
"sudahlah,Riska kami baik baik saja di sini jika ada apa apa kamu tinggal datang ."ucap Oma fily lembut ,nadannya begitu lembut seolaj seperti kain sutra.
"baik aku mengalah."ucap Riska lalu menyenderkan diri disofa.
di halaman depan Reyhan sedang berjalan jalan dengan maid yang menemani dibelakang nya. Reyhan terlihat acuh akan keberadaan pelayan perempuan tersebut.
dengan langkah mantap Reyhan keluar dari perkarangan rumah eyang nya ,didepan gerbang Reyhan bisa melihat tak jauh dari rumah tersebut terdapat taman bermain khusu anak anak .
"apakah tuan ingin ketaman?"tanya maid tersebut menggunakan bahasa Inggris yang bisa langsung dipahami jelas.
"boleh"jawab reyhan.
Reyhan berjalan melangkah diikuti maid ,jika diliat liat dari rumah tetangga samping kanan, depan,maupun kiri rumah milik keluarga Wijaya lah yang paling besar.namun pandangan Reyhan kembali fokus pada jalannya .
dan tak menempuh waktu lama Reyhan sampai pada taman yang sedikit pengunjung nya mungkin karena Sekarang siang hari .
Reyhan mantap taman tersebut dengan ditail. maid dibelakang nya tetap saja membuntuti Reyhan kemanan pun Reyhan pergi ,ya tentu itu adalah tugasnya .
ya ! sebelum Reyhan pergi dia ijin pada ibunya namun ibunya atau Riska memperbolehkan asalkan ada maid yang menemani. dan itu disetujui oleh Reyhan.
"aunty duduk lah disini jangan terus mengikuti ku."ucap Reyhan yang dipatuhi maid tersebut.
Reyhan menatap maid tersebut lalu berjalan kearah ayunan dan duduk menikmati taman tersebut, dirinya sebelumnya tak biasa akan hal taman namun karena rasa jenuh yang menghampiri nya Reyhan memutuskan untuk menghilangkan ditaman ini.
saat sedang dalam pikiran sendiri tiba tiba seorang duduk di ayunan tepat disebelah nya.
"Kamu memiliki kebahagiaan dimasa depan ,namun ada rintangan yang kamu harus lewati " Ucap seorang tersebut mengangkat wajahnya yang awalnya menunduk lalu menegak menatap lurus kedepan, Reyhan mengerutkan dahinya lalu menatap gadis disamping nya yang terlihat cantik dengan muka putih seperti tulang , namun mukanya sedikit pucat,pipinya pun seolah tak berwarna.
__ADS_1
dapat dilihat pasti gadis tersebut menggunakan pakaian serba hitam dari rambut yang berwarna hitam pekat ,dress berwarna hitam sepatu berwarna hitam tak lupa kaos kaki yang berwarna serupa.
"Siapa dirimu?. " Tanya Reyhan dingin menatap bocah yang mungkin seumuran dengan nya. reyhan hanya mengira mungkin bocah tersebut adalah orang luar negri yang berkunjung kesini dan dia bisa berbahasa Inggris dan berbicara dengan reyhan gampang.
"Aku hanya manusia biasa seperti mu ,namun seorang dalam diriku membujuk ku memberitahu kan ini padamu. " Jawabnya ambigu.
"Apa lagi maksudnya?. " Ucap Reyhan mendengus.
"Kamu akan menjadi pria tampan dan memiliki kuasa suatu saat nanti dan kamu akan memiliki seorang wanita yang mencintaimu tulus kelak dewasa nanti. " Ucapnya dengan tersenyum tipis pandangan nya masih saja menatap kearah depan dengan kaki mengayunkan ayunan yang dia dudukki..
"Ibu mu sedang mengandung bukan?. " Tanya nya membuat Reyhan tersentak.
Ditatap wajah bocah perempuan disebelah nya yang terlihat sedang tersenyum manis. Bibirnya yang sedikit pucat terangkat membentuk sebuah senyuman yang membuat Reyhan uring uring.
"Peramal?. " Tanya Reyhan.
"Bukan." Jawabnya menatap Reyhan. Reyhan menatap kedua mata bocah disebelah nya, mata bocah tersebut berbeda ,dengan mata kiri berwarna hijau dan mata kanan berwarna biru .
"Dia memberi tau ku. " Jawabnya membuat Reyhan mendengus mendapat kan jawaban yang ambigu.
"Adikmu pasti 3 diantara nya.... " Ucapnya membuat Reyhan mengelus dadanya .
"Sudahi omongan kosong mu nona. " Ucap Reyhan memotong ucapan gadis disamping matanya menatap tajam bocah perempuan yang tak diketahui siapa dia ,asal usulnya dan namanya.
"Jangan menyerah suatu saat nanti Reyhan andara. " Ucapnya membuat Reyhan reflek menutup mulut bocah tersebut , nama Reyhan adalah rahasia terbesar. dan dengan mudahnya gadis disampingnya mengetahui.
Dengan pelan dan lemah gadis tersebut menurunkan tangan Reyhan.
"Aku Cassia. " Ucapnya menatap mata elang Reyhan dengan kosong.
__ADS_1
"Kita akan bertemu kembali di sebuah lorong dimana dirimu sedang berada di keadaan sedang tak baik baik saja. " Ucapnya lalu berdiri dengan tatapan kembali lurus kedapan.
"Untuk semua perkataan ku boleh kau ingat akau pun kamu lupakan,jalan takdirmu ada ditanganmu atau bagaimana kamu bisa melangkah selanjutnya,aku hanya bisa menyampaikan itu" Ucapnya lalu pergi dengan kepala kembali menunduk.
"siapa dia Rey?"tanya seorang tiba tiba membuat Reyhan tersentak.
Reyhan menatap kearah kanan dan itu ibunya. tadi Riska ijin pergi menemui Reyhan pada suaminya
"tidak tau."jawab Reyhan menatap kepergian gadis tersebut yang berjalan menunduk menjauh.
"ya sudah ,pulang ya matahari makin panas ."ucap Riska mengusap lembut rambut Reyhan.
"ya."Reyhan menurut .
namun sebelum kembali Reyhan menatap kemana perginya bocah perempuan/gadis tersebut dan Reyhan kembali tersentak melihat jalan kosong yang tadi dilewati gadis tersebut. kemana perginya gadis tersebut? apakah dia jalan begitu cepat? itu yang muncul dalam benar Reyhan
tanpa memperdulikan dan acuh Reyhan mengikuti ibunya dan pulang kerumahnya.
______
horor ya?π€£π€£π€£
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak
#alur berantakan.
maaf author jarang up soalnya keadaan kesehatan author menurun . maaf ya para pembaca kesayangan βΊοΈβ€οΈβ€οΈ.
__ADS_1
tapi tetap diusahakan up.ππ
dan jika banyak typo diepisode ini maklummin ya soalnya keyboard author rada ngeleg,tapi tenang diusahakan author perbaiki.π€