My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
128. mommy sesungguhnya


__ADS_3

semuanya akan kembali seperti semula hanya butuh waktu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah semuanya terjadi kini Riska duduk di taman belakang sendari mengelus perut nya ,ia ditaman sendiri sebenarnya Wiliam tadi menemani namun Riska meminta sesuatu hingga wiliam terpaksa meninggalkan Riska.


pandangannya yang tadi menunduk menatap perut nya teralihkan pada pojok taman ,Riska tersenyum melihat apa itu dia kanaya ,Riska memang mengetahui jika Kanaya terus memperhatikan nya namun dia biarkan .


Kanaya yang kembali tertangkap basah langsung memutar balik tubuh nya lalu pergi berlari .


"bruk."


Kanaya terjatuh dia merasa menabrak seorang.kanya menunduk saat mendengar


suara dingin yang memasuki telinga dan seolah menusuk jantung nya.


"ngapain ?"itu yang didengar kanaya,dia Reyhan yang ditabrak oleh Kanya.


"maaf."ucap pelan Kanaya dia menundukkan kepalanya .Reyhan menunduk lalu membungkuk sedikit dia mencengkram pipi Kanaya lalu mengangkatnya .


Kanya mengigit bibir bawahnya tubuhnya bergetar saat wajah Reyhan mendekat .


"aku tak Sudi memanggilmu kakak kanaya agetha ."bisik Reyhan bibirnya berada disamping telinga Kanaya setelah berbisik seperti itu reyhan melepaskan cengkraman nya dan pergi begitu saja.


Kanaya menatap punggung Reyhan sandu namun dengan cepat cepat dia ingin bangun dari duduknya dimana dia terjatuh dengan posisi duduk.


namun sebelum dia bangun sebuah uluran tangan membuat dia kembali menunduk.


"kemari jangan takut."suara merdu lembut itu membuat Kanya semakin menunduk.


itu Riska


Riska mendekat lalu membantu Kanaya berdiri dia sedikit membungkuk dan merapihkan dress bocah yang lebih tua dari anaknya ,Riska tersenyum lalu mengelus rambut pirang kanaya dengan tersenyum.


"maafin anak ibu ya ,dia memang begitu."ucap Riska lembut dia tersenyum kembali mengacak ngacak rambut pirang kanaya.


"siapa nama kamu cantik?hmm"tanya riska membuat Kanaya berani menatap nya.


"Kanaya "lirih Kanaya menjawab.


"namanya cantik ya."puji Riska kembali .urusan mengambil hati Riska jagonya.


"kanaya sudah makan?"tanya riska kanaya menggelangkan kepalanya Riska menghela nafas kasar bocah didepannya ternyata sedikit susah untuk ditaklukkan.


Riska mengandeng tangan Kanaya lalu membawanya pergi masuk kedalam rumah ,Riska masih mengandeng tangan Kanaya hingga menuju ruang makan .


"duduk sini."ucap Riska menepuk kursi makan disebelahnya ,Kanaya menurut lalu duduk disitu.


"kanaya mau makan apa?"tanya riska yang duduk disamping kanaya yang terus saja menunduk.


"Kanaya mau makan apa hm?"tanya riska mengulangi pertanyaannya.


"apa saja."jawab Kanaya lirih .

__ADS_1


"Duk."


Reyhan duduk dihadapan kanaya wajahnya datar rahangnya mengeras pandangan menusuk . Kanaya semakin menundukkan kepalanya saat tatapan Reyhan seolah memperingati nya .


"Rey."Riska berucap, Reyhan mendengus lalu memanggil pelayan .


"aku ingin wafel 5 menit harus jadi."perintah Reyhan dingin tercampur tegas. riska menggelangkan kepalanya .


"baik tuan muda."


"buatkan sop dengan satu piring nasi putih."ucap Riska .


"baik nyonya."


selang 5 menit pesanan Reyhan dan Riska datang ,Riska mengambil semangkok sop dan sepiring nasi dihadapan nya , Riska menaruh sedikit sop di piring lalu mengambil nasi beserta sop itu secara bersamaan di sendok dia meniup niup nya dan mengarahkan nya pada bibir Kanaya.


"makan ya buka mulutnya aaaaaa."Riska memperaktek kan membuka mulutnya ,Kanaya menurut pandangan masih menunduk ada Reyhan dihadapan nya .


"ck ,dia sudah besar Bu."ucap Reyhan .


"Rey!."Reyhan terdiam membisu memakan wafelnya diam saat mendapat suara tegas ibunya


Kanaya disuapi oleh riska hingga piring dihadapan habis ,Riska tersenyum saat Kanaya meminum air putih yang dia berikan dapat dilihat bocah tersebut sudah kenyang sendari makan Kanaya mengunyah lahap masalahnya, mungkin dia kelaparan.


"dak."Wiliam duduk di samping istrinya ,Wiliam memberikan satu paper bag dihadapan Riska sekilas Wiliam melihat Kanaya . dia duduk disamping kanan Riska sedangkan Kanaya disamping kiri.


"Rey ajak Kanaya bermain."perintah Riska lembut saat melihat reyhan sudah menghabiskan wafel dan segelas air.


Reyhan menghela nafas kasar lalu mengagguk .


"sayang."panggil Wiliam.


"hm?."jawab riska memutar tengkuknya lalu menatap suaminya mulutnya mengunyah cake yang dibeli Wiliam .


"a..."


"hai." Wiliam mendengus saat suara bocah 17 tahun itu duduk dihadapan Riska perkataan nya terpotong akibat Mikey siapa lagi.


"ada apa?"tanya riska menatap Mikey yang juga membawakan paper bag namun beda .


"tidak hanya melihat calon mertua."jawab Mikey mendapatkan lemparan sendok plastik oleh riska namun dengan cepat Mikey mengelak/menghindar.


"hai."muncul lagi dedemit satu lagi yang duduk disamping Mikey dia Nathan.


"ada apa?"tanya riska kembali dia mengambil sendok baru lalu melanjutkan memakan cake nya .


"Mikey berkata kau baru keluar dari rumah sakit,dan Mikey berkata lagi itu karena kau makan pedas apakah anak mu takut cabe?."ucap Nathan lalu memberikan sebuah keranjang yang terbuat dari rotan berukuran sedang berisi buah buahan dan diletakan dihadapan Riska .


Riska hanya menggelangkan kepalanya menatap Mikey dan nathan yang sedang santai tersenyum


"siapkan 3 kopi."perintah Mikey pada maid , serasa rumah sendiri .


"oh ya kamu sudah USG?"tanya Nathan pada Riska ,Riska mengagguk sebagai jawaban .

__ADS_1


"apa hasilnya ,mungkin aku bisa daftar menjadi calon mantu mu."ucap Nathan yang mendapat teplakan oleh Mikey.


"aku dulu , kau cari yang lain saja."ucap Mikey tak terima.


"hey Riska hamil 3 kau satu aku satu bagaimana?"tawar Nathan dan mendapatkan tatapan jengah oleh riska dan Wiliam .


"anak ku laki semua mampus."ucap Riska .


sekakmat.


keduanya terdiam ,saling diam, lalu bertatapan.


salah satu maid datang memberikan tiga cangkir kopi yang dibagi keasing masing laki laki disitu.


"ayolah aku harap dia perempuan."ucap mikey mengiba membuat Nathan ingin menabok muka menjijihkan itu.


"sudahi raut menjijihkan mu itu mi aku menjadi ingin muntah."ucap Nathan pura pura bermuka ingin muntah.


"sialan kau Nat."umpat Mikey .


"kemana Jo?"tanya Mikey yang sudah menetralkan raut wajahnya Wiliam seperti biasa hanya menyimak dia lebih irit bicara saat hal tak penting seperti ini.


"dia seperti biasa sedang bermain wanita ."jawab Nathan lalu menyeruput kopinya santai .


"oh ya Wil..."ucap Mikey sesaat terdiam saat tatapan mematikan ingin menerkam dirinya yang diberikan Wiliam .


"apa?"tanya Wiliam dingin, datar ,triplek ,seolah jalan tol.


"tidak."ucap Mikey saat menyadari raut itu artinya Wiliam tak mau diberikan perkataan atau pertanyaan basa basi.


Riska hanya diam memakan cake coklat lumer menyimak obrolan tak berfaedah kedua pria berbeda usia dihadapannya namun cukup menghibur.


beda halnya dengan Reyhan dan Kanaya yang saling diam ditaman ,Reyhan duduk santai di gezabo tangan nya memainkan hp dan itu membuat canggung bagi Kanaya yang sedang bermain ayunan.


"kenapa?"tanya Reyhan saat Kanaya menatap dirinya .


Kanaya hanya menggelangkan kepalanya.


"katakan!."tegas Reyhan membuat Kanaya gelagepan sungguh sebenarnya dirinya disitu lebih tua namun kenapa berhadapan dengan pria yang masih 2 tahun dibawah nya menjadi gelagepan takut begini .


memang jika dilihat secara fisik Kanaya cocok jadi adik ,tingginya saja lebih pendek dari Reyhan.


"ti-dak."jawab kanaya terbata bata dia kembali memainkan ayunannya dengan kakinya pandangan Kembali menunduk ,Reyhan mengangkat bahunya acuh .


Kanaya menatap kosong kakinya dia teringat perilaku Riska dan perilaku mommy dulu.


mengingat perilaku Riska Kanaya tersenyum mambuat lesung pipi nya terlihat .


"mommy sesungguhnya."gumam Kanaya dia menatap Reyhan ada rasa iri pada Reyhan karena mendapat perhatian seperti itu dari ibunya tak seperti dirinya dulu yang selalu disiksa padahal tak tau apa sebab nya .


_______


#typo bertebaran

__ADS_1


#tanda baca acak acak


#alur berantakan.


__ADS_2